Top Ajah Quotes

Browse top 55 famous quotes and sayings about Ajah by most favorite authors.

Favorite Ajah Quotes

1. "Demimu sayang, apa pun juga akan kulakukan, percayalah padaku," bisikku lembut.Dia menatapku...."Matilah bersamaku?" bisik Michelle padaku begitu lembut. "Hah???" tenggorokanku tercekat mataku menatapnya dalam-dalam. "Bunuh dirilah bersamaku," tatap Michelle serius di wajahku, "Aku akan memberikannya padamu jika kamu melakukannya."Alisku naik dan keningku segera berkerut. Jika aku mati siapa yang terima laptopnya ?"
Author: Adam Aksara
2. "Semua milikku kecil dan sederhana, kecuali hati dan kepercayaan diri yang menggelembung sebesar gajah"
Author: Ahmad Fuadi
3. "Kerahkan semua kemampuan kalian belajar! Berikan yang terbaik! Baru setelah segala usaha disempurnakan berdoalah dan bertawakkal lah. Tugas kita hanya sampai usaha dan doa, serahkan kepada Tuhan selebihnya, ikhlaskan keputusan kepadaNya, sehingga kita tidak akan pernah stres dalam hidup ini. Stres hanya bagi orang yang berlum berusaha dan tawakal. Ma'annajah, good luck."
Author: Ahmad Fuadi
4. "Priyayi zaman dulu kan bekerja dan mengabdi kepada kaum penjajah, bukan bekerja dan mengabdi kepada kaum kawula seperti kita ini. Mereka bersikap ningrat, maunya dilayani. Mereka menjunjung atasan dan tak mau mengerti tangise wong cilik. Mereka maunya membentuk tata nilai sendiri dan malu bergaul dengan rakyat biasa. Dan mereka angkuh tentu saja. Mereka jarang menyadari bahwa gaji yang mereka terima berasal dari wong cilik, setidaknya berasal dari harta milik bersama seluruh rakyat. Pokoknya priyayi zaman dulu itu menurut pohon jengkol demikian tak berharga karena miskin akan nilai kemanusiaan yang sejati."
Author: Ahmad Tohari
5. "Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaan-ciptaanNya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan"
Author: Ali
6. "Whoever treads a path seeking knowledge, Allah will make easy for him the path to Paradise."(reported by Ibn Majah and others, fulfilling the conditions of Imam al Bukhari and Imam Muslim)"
Author: Anonymous
7. "Apalah ertinya malu ditelanjangi, kalau sudah tidak ada rasa malu jadi tentera penjajah, untuk menjajah negara sendiri?"
Author: Arena Wati
8. "Wajah Negeri ?Ah...Dimana Aku?Ini? Dimana? Ini... bukan negeriku?Apa ini?!Manusia merangkak layak binatang!Manusia yang lain bertepuk tangan!Ini... bukan negeriku...Bagaimana ini ??Pohon beringin kini mulai rapuh...Daun! Ranting kian Akar ...Gugur... Satu demi satuAku Sang Singa Bangsa!Yang Terkuat dan Leluasa!Namun terjinakkan tikus yang memberi mangsa....Inilah wajah negeri mu...Juga negeri ku...-- Males Baca Buku --Kos-kosan,2014"
Author: Ary Prakasa
9. "Guruku mengatakan, coba tatap wajah suami di saat tidur. Pikirkan, seseorang yang tidak ada hubungan darah dengan kita, tiba-tiba sekarang berjuang untuk kita. Mencari nafkah, membahagiakan kita..."
Author: Asma Nadia
10. "I had a window seat, and in a Greyhound you're up high. You pass through the land like some rajah on an elephant looking down on your kingdom."
Author: Barbara Kingsolver
11. "Cinta kan tidak butuh tali. Ia membebaskan. Jadi buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?"
Author: Dee
12. "Apakah penampilanku satu-satunya hal yang membuatku berharga? Jika begitu, jangan tatap aku. Wajahku bisa menyembunyikan hati yang palsu."
Author: Deepak Chopra
13. "Foto pelarian ini akan tampak bagus dalam hitam-putih." Timur menurunkan kamera yang menutupi sebagian wajah."
Author: Desi Puspitasari
14. "Kubisikkan pada Cairo, aku tak akan mengucapkan selamat tinggal, tetapi kukatakan aku akan kembali, menaklukkan indahmu dan kesempurnaanmu yang belum sempat kujelajahi."
Author: Dian Nafi
15. "Wajah Ka'bah yg terekam dlm mataku yg terpejam,membuat air mata mengalir lagi.Aku sdg bergerak meninggalkan semua ini&blm tahu kpn kembali"
Author: Dian Nafi
16. "Semuanya menikmati keindahan lantunan ayat-ayat cintaNya..wajah-wajah berbagai bangsa yang penuh senyum dan hati-hati yang penuh ketakwaan"
Author: Dian Nafi
17. "Cobalah engkau beranjak dari kursi, pergilah ke cermin. Sejenak saja. Tataplah wajahmu, badanmu, pakaianmu, dan seluruh penampilanmu. Setidaknya engkau bisa menyadari satu hal saja: Bahwa potongan rambutmu yang seperti itu , jenis dan warna baju dan celanamu, juga seluruh benda yang menempel di badanmu-semuanya-adalah sesuatu yang engkau pilih sesuai dengan kesenanganmu."
Author: Emha Ainun Nadjib
18. "Kau yakin kau sudah mengecek rias wajahmu? Matamu kelihatan seperti mata panda."
Author: Francisca Todi
19. "Seperti bangsa lain, kita juga cenderung egosentris. Kita juga mengira bahwa jadi bangsa tua adalah suatu kelebihan. Apalagi dulu guru-guru kolonial suka membisikkan "kelebihan" itu - seraya mengelus hati kita yang terluka oleh penjajahan. Kita tak curiga bahwa di balik elusan itu mungkin terselip anjuran: kalian jangan ikut-ikut memasuki zaman kini. Teruslah dengan kebanggaan masa silamnya!"
Author: Goenawan Mohamad
20. "Jangan percaya terhadap cinta, karena itu akan menjajah hidup kamu! begitu kata Roy. Seorang petualang jiwanya tidak bisa dimiliki, karena dia butuh inspirasi. Kalau jiwanya sudah diikat, berarti dia akan beku dan mati. Baginya, cinta bukan berarti harus menjadi jangkar dalam hidupnya."
Author: Gola Gong
21. "Wahai anakku! dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaaNya yg tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dg menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalannanmu dan sabar sebagai jangkar dlm setiap badai dan cobaan (Ali bin Abi thalib ra)"
Author: Hanum Salsabiela Rais
22. "Pergilah, jelajahilah dunia, lihatlah dan carilah kebenaran dan rahasia - rahasia hidup ; niscaya jalan apa pun yang kaupilih akan mengantarkanku menuju titik awal"
Author: Hanum Salsabiela Rais
23. "Sesungguhnya kebaikan (ketaatan kepada Allah) itu merupakan keceriaan di wajah, cahaya di hati, kelapangan pada rezeki, dan kecintaan di hati manusia. Adapun keburukan (kemaksiatan) merupakan kemuraman di wajah, kegelapan di hati, kelemahan di badan, dan kebencian di dalam hati manusia."
Author: Ibnu Abbas Radhiyallaahu 'anhu
24. "Tak terucap terima kasih tapi wajahnya penuh syukur."
Author: Iwan Setyawan
25. "Sepuluh tahun aku berkelana menjelajahi hidup di negeri seberang. Jauh di seberang. Aku meninggalkan hatiku di kota kecil ini demi cinta. Dan dari seberang sana juga aku menemukan cinta. Aku menemukan diriku."
Author: Iwan Setyawan
26. "Karena jika mengendapkannya, itu sama saja dia masih meletakkan gadis itu di dalam hatinya, di dalam memorinya. Dia masih akan mengingat wajah gadis itu, dan hal seperti ini bukan hal yang bagus untuk kehidupannya nanti."
Author: Jee
27. "Kamu tahu betapa dalam rasa hormatku pada rasa cintaku ini? Bahkan aku bisa cemburu jika kamu memberi perhatian pada bunga-bunga. Aku juga cemburu pada angin yang membelai wajahmu. Aku juga cemburu pada tanah yang kamu pijak."
Author: Jung Eun Gwol
28. "As jolaha ka maram na jana, jinh jag ani pasarinhh tana;dharti akas dou gad khandaya, chand surya dou nari banaya;sahastra tar le purani puri, ajahu bine kathin hai duri;kahai kabir karm se jori, sut kusut bine bhal kori;No one could understand the secret of this weaver who, coming into existence, spread the warp as the world; He fixed the earth and the sky as the pillars, and he used the sun and the moon as two shuttles; He took thousands of stars and perfected the cloth; but even today he weaves, and the end is difficult to fathom.Kabir says that the weaver, getting good or bad yarn and connecting karmas with it, weaves beautifully."
Author: Kabir
29. "Mereka sungguh tampak bahagia. Seolah tak pernah ada dendam masa lalu. Jantungku berdebar kencang, ya Tuhan, apakah benar yang kulihat? Lama aku merefleksikan apa yang telah terjadi selama ini. Dan kerelaan itu akhirnya muncul saat kulihat wajah mereka bagai ditakdirkan serupa. Itu artinya mereka berjodoh bukan?"
Author: Lea Agustina Citra
30. "Oppa, aku seekor gajah 'kan? Gajah selalu ingat... Aku ingat, Oppa. Tapi sekarang aku punya sayap, jadi...kumohon...sekaranglah saatnya. Inilah saatnya Oppa melepaskanku"
Author: Lia Indra Andriana
31. "Right now, with that lock of hair falling in his eyes, he's the brother I've missed, the one who once brought me stones from the sea, told me they were rajah's jewels. I want to tell him that I'm afraid I'm going mad by degrees and that nothing seems entirely real to me anymore. I want to tell him about the vision, have him pat me on the head in that irritating way and dismiss it with a perfectly logical doctor's explaination. I want to ask him if it's possible that a girl can be born unlovable, or does she just become that way? I want to tell him everything and have him understand."
Author: Libba Bray
32. "Wajah alam merupakan sesuatu yang tidak dapat dikenal"
Author: Masanobu Fukuoka
33. "She's not talking now," muttered the Rani's aunt, wagging one stick-like finger. "That tiger is throwing his voice.""Can no-one get that woman to stop talking?" asked the Rajah of the room."Easier to stop 'em than start 'em," said the tiger, and he dealt with the matter."
Author: Neil Gaiman
34. "Mana kapal selam, mana kapal penjelajah kita?"
Author: P.K. Ojong
35. "Her whispering lips brushed his ear.She was praying. Soft begging words to Ganesha and the Buddha, to Kali-Mary Mercy and the Christian God...she was praying to anything at all, begging the Fates to let her walk from the shadow of death. Pleas spilled from her lips, a desperate trickle. She was broken, soon to die, but still the words slipped out in a steady whisper. Tum Karuna ke saagar Tum palankarta hail Mary full of grace Ajahn Chan Bodhisattva, release me from suffering...He drew away. Her fingers slipped from his cheek like orchid petals falling."
Author: Paolo Bacigalupi
36. "Saya masih berpendapat bahwa Multatuli besar jasanya kepada bangsa Indonesia., karena dialah yang menyadarkan bangsa Indonesia bahwa mereka dijajah. Sebelumnya, di bawah pengaruh Jawanisme, kebanyakan orang Indonesia bahkan tidak merasa bahwa mereka dijajah. (Saya Terbakar Amarah Sendirian! h. 15)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
37. "Rupanya di bumi jajahan ini setiap orang hidup atas dasar hancur menghancurkan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
38. "Jawanisme dan kolonialisme Jawa sudah bertindak jauh lebih brutal terhadap penduduk yang tinggal di Negara kepulauan yang luas ini daripada yang dulu dilakukan oleh penguasa penjajah asing (Saya Terbakar Amarah Sendirian! h. xxvii)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
39. "Bangun dari bumi penjajahan: hancur menghancurkan! Sedang mereka yang tidak dihancurkan, mereka yang tidak menghancurkan adalah landasan hidup binatang ini."
Author: Pramoedya Ananta Toer
40. "O Allah! If I worship You for fear of Hell, burn me in Hell, and if I worship You in hope of Paradise, exclude me from Paradise. But if I worship You for Your Own sake, grudge me not Your everlasting Beauty.--Ya Allah, jika aku menyembahMu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya, dan jika aku menyembahMu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi, jika aku menyembahMu demi Engkau semata, Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu Yang abadi padaku."
Author: Rābiʻah Al ʻAdawīyah
41. "Browns seek knowledge, Blues meddle in causes, and Whites consider the questions of truth with implacable logic. We all do some of it all, of course. But to be Green means to stand ready. In the Trolloc Wars, we were often called the Battle Ajah. All Aes Sedai helped where and when they could, but the Green Ajah alone was always with the armies, in almost every battle. We were the counter to the dreadlords. The Battle Ajah. And now we stand ready, for the Trollocs to come south again, for Tarmon Gai'don. the Last Battle. We will be there. That is what it means to be Green. -Alanna"
Author: Robert Jordan
42. "Wajah berseri & senyum tulus akan meringankan beban otot wajah. Lakukanlah, maka kita akan mendapatkan senyum yg lebih banyak."
Author: SBYudhoyono
43. "Perang adalah kekalahan semua orang, karena perang memang hanya kegagalan, bagi manusia yang terjajah gagasan menang. Maka perang menjadi gagalnya kemanusiaan."
Author: Seno Gumira Ajidarma
44. "Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa."
Author: Tere Liye
45. "Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku."
Author: Tere Liye
46. "Ada banyakcara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. saat melihat gumpalan awan di angkasa. saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. saat menyimak tampias air yang membuat bekas di langit-langit kamar. dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. memberikan kebahagiaan utuh -yang jarang disadari- atas makna detik demi detik kehidupan."
Author: Tere Liye
47. "Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirudung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya."
Author: Tere Liye
48. "Penjajah itu tidak tahu kekuatan bersabar. Kekuatan ini bahkan lebih besar dibandingkan peledak berhulu nuklir. Alam semesta selalu bersama orang-orang yang sabar."
Author: Tere Liye
49. "Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati2an, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga."
Author: Tere Liye
50. "Penekanan kepada ilmu sebagai satu kuasa (knowledge is power) membuat pemimpin dan pentadbir merancang dan melaksanakan dasar yang boleh mengembangkan ilmu, dan sekali gus mendapat kekuatan baru dalam hal tersebut. Kuasa Barat yang menjajah negara lain semuanya meletakkan peranan besar ilmu terutama dari segi memahami bahasa, pemikiran, budaya dan tradisi jajahan takluknya. Penekanan ini telah berjalan dengan teratur dengan gigih sehinggalah menimbulkan bidang pengajian baru, yang mengenai dunia Asia-Afrika disebut "Orientalisme"."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud

Ajah Quotes Pictures

Quotes About Ajah
Quotes About Ajah
Quotes About Ajah

Today's Quote

I loathe having to go out and get dressed up. I'd much rather stay home and watch CNN."
Author: Brigid Berlin

Famous Authors

Popular Topics