Top Akhir Quotes

Browse top 116 famous quotes and sayings about Akhir by most favorite authors.

Favorite Akhir Quotes

1. "Pada akhirnya menulis adalah menolong jiwa penulisnya sendiri dan menemukan apa yang terpendam dalam dirinya... sesuatu yang pernah ada namun telah menghilang karena waktu atau sesuatu yang telah lama ada namun tidak pernah dibangunkan."
Author: Adam Aksara
2. "Mungkin beginilah seharusnya ujian disambut, sebuah perayaan terhadap ilmu. Dengan gempita. Selain itu, aku kira, pesta ujian yang meriah ini juga dibuat agar kami sekali-kali tidak boleh pernah takut apalagi trauma dengan ujian. Bahkan diharapkan kami kebal terhadap tekanan ujian dan bahkan bisa menikmati ujian itu. Apalagi ujian akan terus datang dalam berbagai rupa sampai akhir hayat kami."
Author: Ahmad Fuadi
3. "Ada masa, dimana akhir perjalananmu harus diakhiri dengan tanda titik."
Author: Ali Zaenal
4. "Akhirnya gue sadar bahwa menghapus perasaan itu susah, tapi yang lebih susah lagi itu menghapus kebiasaan."
Author: Alitt Susanto
5. "Jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi sepahit apapun keadaanya."
Author: Andrea Hirata
6. "Ia tahu apa yang menjadi haknya, lewat jalan apa pun akhirnya akan jatuh ke tangannya pula. Sebaliknya apa yang belum menjadi miliknya, diberikan di depan mulut pun akan jatuh ke tanah. Gusti Allah sudah mengatur semuanya."
Author: Arswendo Atmowiloto
7. "Membaca Kitab Suci buat saya adalah memasuki labirin. Ada ilusi dari sebuah jalan yang lempang dan lurus dengan sebuah 'pusat' - 'akhir yang tertebak, sementara dalam kenyataannya, labirin adalah lorong-lorong sempit. Kita hanya bisa maju atau mundur. Dinding-dinding masif di kanan kiri. Selalu berbelok dan menikung tak terduga.... Dalam labirin itu, fakta dan fiksi berkait, dunia berkelindan dengan kata-kata. Dan kata-kata tersebut menyajikan semesta yang gumpil - tak utuh, tak sepenuhnya benar, dan menyembunyikan sesuatu yang kita belum tahu.Kitab suci, seperti juga labirin, bukanlah sebuah peta - proyeksi dua dimensi dari garis dan kurva yang saling bertaut. Peta, hanya sebuah abstraksi, sekumpulan tanda dan legenda yang tak sanggup menggantikan pengalaman. Sementara itu dalam kitab suci, seperti juga labirin, selalu ada misteri yang tidak menuntut untuk dipecahkan, melainkan dialami. Berkali-kali."
Author: Avianti Armand
8. "Akhirnya ku mengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia. Betapa sukarnya manusia menanggalkan bias, menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya manusia dirancang untuk terluka."
Author: Dee
9. "Mungkin, suatu saat, apabila sekelumit dirimu itu mulai kesepian dan bosan, ia akan berteriak-teriak ingin pulang. Dan kamu akan menjemputnya, lalu membiarkan sejarah membentengi dirinya dengan tembok tebal yang tak lagi bisa ditembus. Atau mungkin, ketika sebuah keajaiban mampu menguak kekeruhan ini, jadilah ia semacam mercusuar, kompas, bintang selatan…. yang menunjukkan jalan pulang bagi hatimu, untuk, akhirnya, menemuiku.."
Author: Dee
10. "Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati."
Author: Dee
11. "Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan, atau menghanguskan."
Author: Dee
12. "Bukan untuk siapa–siapa kupikir. Mungkin aku melakukannya untuk diriku sendiri pada akhirnya. Karena aku menikmatinya, menikmati melayani dan melihat senyum kebahagiaan orang – orang di sekitarku."
Author: Dian Nafi
13. "Ya habibii, aku datang, terimalah salamku. Assalamu alaik ya habibii ya Rasulullah. Kerinduan yang terbalaskan. Aku akhirnya mengunjungimu ya Rasul."
Author: Dian Nafi
14. "Apa mungkin semua karma? Atau, apa mungkin Tuhan ingin menunjukkan bahwa sebagai penggerak waktu pesta, Tuhan punya hak tunggal untuk menentukan akhir dari setiap pesta para manusia yang telah dijatahi waktu pesta?"
Author: Dodi Prananda
15. "Pertanyaan "Kapan pulang?" sebenarnya adalah isyarat kekhawatiran yang tersimpan di sudut hati seseorang. "Kapan pulang?" adalah pertanyaan sederhana untuk mengetahui kapan sebuah pertemuan akan mengakhiri jurang perpisahan. "Kapan pulang?" merupakan kepastian, bahwa perpisahan yang terjadi hanyalah sementara, bukan berlama-lama ataupun berabad-abad. -Mama kepada Bianca-"
Author: Dwitasari
16. "It's okay, yang pertama selalu full of shit, kok. Itulah makanya lebih baik kita menikah dengan cinta terakhir daripada cinta pertama."
Author: Dwitasari
17. "Menulis fiksi adalah menuangkan perasaan dan semangat hidup dalam untaian kata-kata di atas kertas-sebuah usaha tanpa akhir untuk mendapatkan makna-makna yang berbeda"
Author: Erskine Caldwell
18. "Bila hidup ini memang pertarungan, kita baru tahu siapa yang menang dan kalah di akhir kehidupan. Selama kita masih bernapas, masih ada kesempatan untuk menang."
Author: Francisca Todi
19. "Segala hal yang dikatakan Komandan mengenai Orde adalah kebenaran yang tidak dilebih-lebihkan. Orde memang bersinonim dengan kebaikan. Orde menghargai kemajuan. Orde mencintai kehidupan. Orde bahkan mengajarkan pertobatan. Semua yang dijabarkan di dalam Kitab pada dasarnya akan berakhir pada kebahagiaan, pun setelah kematian.Akan tetapi Orde dan Kitab adalah takdir. Yang tidak dapat dibantah dan harus diterima semua orang dengan pasrah.Sama seperti penglihatanku, Orde tidak memberikan pilihan."
Author: Fredrik Nael
20. "Apa gunanya bahwa saya terbukti benar? saya berada di sisi kebenaran?--dan dia yang tertawa pertamakali hari ini, juga akan tertawa yang terakhir"
Author: Friedrich Nietzsche
21. "Kegagalan kita untuk memaafkan, kesediaan kita untuk mengakui dendam, adalah penerimaan tentang batas. Setelah itu adalah doa. Pada akhirnya kita akan tahu bahwa kita bukan hakim yang terakhir. … Di ujung sana, Tuhan lebih tahu.(Caping 1, h. 87)"
Author: Goenawan Mohamad
22. "Tuhan, di dunia dan akhirataku ingin mengabdipada api Islam abadipimpin aku!berkati perjuanganku!Tuhan, aku ingin majumenerjang rintangan engkardi dadaku biar menggemaAllahu Akbar!Allahu Akbar!"
Author: Hamka
23. "Buku yang kau tulis adalah semacam jejak yang terus menyala di dunia, dan bisa menjadi cahaya akhiratmu."
Author: Helvy Tiana Rosa
24. "Seharusnya cinta itu membawa manusia kepaa cinta yang lebih besar, iaitu cinta Tuhan. disinilah terletaknya falsafah cinta. ia mesti berakhir dengan redha dan kasih sayang Allah. ia mesti dinoktahi dengan Syurga. jika rasa cinta itu hanya mendorong kepada maksiat, itu bukan cinta. itu hanya dusta."
Author: Iqbal Syarie
25. "Karena selalu ada bahagia untuk setiap akhir cerita. Meski kamu tanpanya."
Author: Irin Sintriana
26. "...Kita harus bertindak sesuai dengan nalar kita, dan selanjutnya biarkan Tuhan yang menentukan nilai akhirnya, Kalau kau yakin pada saat ini ingin menjadi pelayan Sang Pencipta kita dengan cara tertentu, maka keyakinan itulah satu-satunya pembimbing yang kau miliki menuju masa depan. Jangan takut untuk meyakini hal ini."
Author: Irving Stone
27. "Pilihlah, manusia yang bebas atau mengakui Tuhan sebagai sumber nilai. Bila dipilih yang terakhir manusia tersebut tidak bebas, mutlak."
Author: Jean Paul Sartre
28. "Cinta bukanlah suatu persamaan. Cinta bukan suatu kontrak, dan bukan suatu akhir yang bahagia. Cinta adalah papan tulis di bawah kapur tulis, tanah dari mana gedung-gedung muncul, dan oksigen dalam udara. Cinta adalah tempat aku kembali, ke mana pun aku pergi."
Author: Jodi Picoult
29. "Taj Mahal adalah bangunan yang menjadi bagian dari salah satu tujuh keajaiban dunia. Dibangun oleh Shah Jahan sebagai pusara bagi istrinya Mumtaz Mahal yang meninggal karena melahirkan sungsang ketika peperangan sedang berlangsung. Bagi Shah Jahan Taj Mahal adalah gambaran kecantikan dan keanggunan isterinya yang akan selalu dikenang oleh dirinya dan rakyatnya. Shah Jahan mengutus arsitek berdarah Persia untuk membangun Taj Mahal, Isa namanya. Yang akhirnya jatuh cinta pada Jahanara, puteri Shah Jahan yang bersuamikan Khondamir. Isa sangat mengagumi kecantikan Jahanara yang sangat mirip dengan ibunya, Mumtaz Mahal. Jahanara pun selingkuh dengan Isa yang juga sangat ia cintai, karena sejatinya Jahanara tidak pernah mencintai khondamir. Mereka menikah hanya karena alasan politik. Dibalik bangunan indah dan berdiri megah itu terdapat kisah yang haru, kejam, indah sekaligus membawa pembaca pada zaman kerajaan Hindustan."
Author: John Shors
30. "Bagaimana cerita bisa berakhir bahagia kalau tidak ada cinta?"
Author: Kate DiCamillo
31. "Kupikir orang tidak akan bisa membuat komitmen sebelum benar-benar jatuh cinta. Sekarang aku tahu, kita tidak akan bisa mencintai dengan tulus sebelum membuat komitmen.""Inilah kesempatan terakhirku dalam cinta, bukan karena aku sudah terlalu tua untuk menjalin cinta dengan orang lain, tetapi karena sudah waktunya berhenti. Berhenti berlari, mengejar sasaran bergerak yang kusebut kebahagiaan itu, dan merasa berbahagia dengan apa yang sudah kumiliki."
Author: Kate Kerrigan
32. "Bagaimana Ibu bahagia dengan seorang putri yang pada akhirnya akan meninggalkan Ibu untuk menyatu dengan keluarga suaminya?--Meskipun seorang putra akan tinggal bersamaku sampai aku meninggal dunia, aku takkan pernah dapat mengatakan kepadanya segala sesuatu yang kukatakan padamu. Aku takkan pernah bisa mengungkapkan kerapuhanku kepada seorang putra."
Author: Kim Dong Hwa
33. "Mungkin pada akhirnya ini adalah jalan untuk menciptakan dunia tanpamudaya magis darimu perlahan memudarsemuanya akan menjadi biasa dan mungkin akan lenyap tak berbekasdi mulai dari tatapan.. tak lagi mampu merona hatikukemudian senyuman.. tak lagi terbayang saat ku jemput malamkujuga baumu.. tak lagi memerbak anggunmunamunsemua itu bukan akhir, juga bukan sebuah permulaanakhir penutup kisah antara kau dan akupun permulaan hidupku yang tidak ada lagi kamu di situhanya sebuah permainan takdirtega membolak balik perasaan kalbukuyang kali ini sesaat buatku normalyang tanpa terkira kembali jerumuskan aku dalam pedih"
Author: Majdy
34. "Yang terakhir harus jatuh sebelum yang pertama tahu apa yang terjadi. Cuma itu satu-satunya cara - Zulaika"
Author: Mike Carey
35. ".... kamu tahu sempurna itu apa? .... Sempurna adalah Sylvester makan Tweety. Begitu Sylvester nyantap si burung kuning itu, maka semua perjuangan selesai, dan usahanya itu berakhir seempurna .... saat semuanya berakhir sempurna, serial Tweety-nya tamat."
Author: Moemoe Rizal
36. "Faktor utama dalam penjanaan pemikirannya (umat Islam) bukan semata-mata hal-hal yang berhubung dengan mantik saja. Sebaliknya ia juga merupakan usaha untuk mencari kebenaran dan menegakkan keadilan dengan penuh adab dan akhlak yang mulia kerana memenuhi tuntutan Islam itu sendiri. Pemikiran mantik dan rasional bukanlah matlamat terakhir, tetapi hanyalah wahana untuk mencapai matlamat terakhir, yakni mencari kebenaran dan menegakkan keadilan tanpa mengabaikan aspek keinsanan manusia."
Author: Mohd Yusof Hj. Othman
37. "Akhirnya, ada beberapa hal yang aku nggak ahli, kan, K? I can't tell you how I love you. That's just—way beyond my vocabulary."
Author: Morra Quatro
38. "Aku ingin sekali mengatakan padamu bahwa segalanya akan berakhir dengan baik untuk kita, dan bahwa aku berjanji akan berusaha mewujudkan itu. Tapi andaikan kita tak pernah bertemu lagi, dan perpisahan ini mesti terjadi, aku yakin kita akan bertemu lagi di kehidupan lain...."
Author: Nicholas Sparks
39. "Seperti manusia, kelak berakhir sendiri dalam maut yang sangat pribadi. Kesendirian tak pernah menakutkanmu, kau lebih takut pada ketiadaan kata berpisah."
Author: Nukila Amal
40. "Cinta adalah hal terakhir yang mutlak kita bisa berikan kepada anak kita, ketika kita tidak bisa, tidak kuasa memberikan apa pun lagi"
Author: Pandji Pragiwaksono
41. "Bahagia,suka, kecewa,terluka,duka dan air mata..Entah yang mana yang menjadi awal dari sebuah kisah cintayang aku tahu hanya terluka dan air mata yang menjadi episode terakhir dari kisah cinta itu."
Author: Patah Hati
42. "Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali(Rumah Kaca, h. 443)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
43. "Lihat, ini Arok, yang tetap mempertahankan Tumapel. Dia dan pasukannya akan mempertahankannya sampai titik darah terakhir. Bukan karena imbalan uang, emas dan perak dan singgasana. Hanya karena kesetiaan pada janji."
Author: Pramoedya Ananta Toer
44. "Setia hingga akhir di dalam keyakinan."
Author: Robert Wolter Monginsidi
45. "Jika kisahmu diulang seribu tahun setelah kepergianmu, maka mereka yang mencintaimu akan merasakan kehilangan yang sama dengan para sahabat yang menyaksikan hari terakhirmu, wahai Lelaki yang Cintanya Tak Pernah Berakhir. Mereka membaca kisahmu, ikut tersenyum bersamamu, bersedih karena penderitaanmu, membuncah bangga oleh keberhasilanmu, dan berair mata ketika mendengar berita kepergiamnmu. Seolah engkau kemarin ada di sisi, dan esok tiada lagi. (Muhammad - Para Pengeja Hujan)"
Author: Tasaro G.K.
46. "Benarlah. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian sedang terpagut masa lalu menyakitkan, penuh penyesalah seumur hidup, salah satu obatnya adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan mengalami kejadian lebih menyakitkan dibandingkan kalian. Masih banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dibandingkan kita. Itu akan memberikan pengertian bahwa hidup ini belum berakhir. Itu akan membuat kita selalu meyakini : setiap makhluk berhak atas satu harapan."
Author: Tere Liye
47. "Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa."
Author: Tere Liye
48. "Apakah cinta sejati itu? Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi? Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan? Tidak akan bercabang? Tidak akan membelah diri lagi? Titik? Penghabisan? Bukankah lazim seseorang jatuh cinta lagi padahal sebelumya sudah berjuta kali bilang ke pasangan - pasangan lamanya, "Ia adalah cinta sejatiku!"
Author: Tere Liye
49. "Saat senja datang,Apakah Bumi yang pergi meninggalkanAtau Matahari yang mengucapkan selamat tinggal?Saat purnama tinggi,Apakah Bumi yang menatap rinduAtau Rembulan yang menatap kangen?Saat hujan turun,Apakah awan yang berlarian tak sabarAtau Bumi yang menyambut riang?Entahlah.Saat dua sahabat lama bertemuSiapa yang menunggu, siapa yang datangJika dua-duanya berpelukan eratSaat dua musuh berperangSiapa yang memulai, siapa yang mengakhiriJika dua-duanya sama-sama binasaPun, saat sebuah hubungan terputusSiapa yang pergi, siapa yang ditinggalJika dua-duanya sama2 terlukaEntahlah."
Author: Tere Liye
50. "Aku tidak ingin hubungan kami berakhir meninggalkan rasa benci. Aku ingin percaya bahwa kami memang pernah memiliki sesuatu, bahwa perasaannya kepadaku sungguh-sungguh. Dengan begitu, yang akan tersisa nanti untukku adalah kenangan manis."
Author: Windry Ramadhina

Akhir Quotes Pictures

Quotes About Akhir
Quotes About Akhir
Quotes About Akhir

Today's Quote

Meanings are not determined by situations, but we determine ourselves by the meanings we give to situations."
Author: Alfred Adler

Famous Authors

Popular Topics