Top Ampun Quotes

Browse top 42 famous quotes and sayings about Ampun by most favorite authors.

Favorite Ampun Quotes

1. "Greg Broadmore's fertile and twisted imagination has conjoined multiple genres, memories, and a sharp sense of pulp, colonialist nostalgia/parody in this lavish, fully realized, imaginative tour-de-force. It's Jules Verne meets Fritz Lang meets Tintin. It's beyond Steampunk. It's clearly an insatiable passion for the talismans of a bygone civilization and it's slavish addiction to the early industrial age in all it's filigreed, ignorant glory. Greg has raised the bar."
Author: Adam Savage
2. "Kawan, di kampung kami kebenaran harganya hanya seribu lima ratus perak. Warnanya hitam, bergenang di dalam gelas, saban pagi."
Author: Andrea Hirata
3. "Mungkin kita tidak punya kemampuan untuk mengampuni. Yang bisa kita lakukan adalah berdamai dengan sisi lain manusia yang tak kita mengerti. Setidaknya itu membuat kita tidak mengutuk atau membalas dia."
Author: Ayu Utami
4. "Manusia mungkin tidak punya kapasitas untuk mengampuni (barangkali hanya Tuhan yang bisa mengampuni), maka yang bisa kita lakukan adalah berdamai. Berdamai dengan sisi gelap yang tak bisa kita kuasai"
Author: Ayu Utami
5. "«"I meant, tell me all about this steampunk thing!" Gavin broke in. "How does that concept work out for you people, here in Brazil?""You don't know about steampunk?" shouted Xavier, dubiously."Well, I don't read many novels! Because I'm kinda fully-booked already! But, obviously, you're a science fiction writer at a Futurist conference! And I can see that you're all dressed up like some fancy guy from the past, from the 19th century! So what gives with that? What is all that about?"»"
Author: Bruce Sterling
6. "Steampunk is nothing more than what happens when Goths discover brown."
Author: Charles Stross
7. "A steampunk nationBaby pollution rises up then the loving comes arraigning 'causeOur art's official and only partially artificialAnd our heart's in the middle of sharp hardened shards of metal butThere's not where it settlesBecause it's beating to the steaming of God's hottest pot or kettleAnd now we face it, this creation we made toTo save our craving for a synthetic rebelnation it'sOur safeway they make into a pathetic revelationIn our steampunk nationOur steampunk nation"
Author: Criss Jami
8. "Doa yang panjang,padat dan berisi penuh kehambaan dan permohonan ampun kepada-Nya membawa kami luruh. Terbayang dosa-dosa dan kemaksiatan yang telah lalu. Air mata tak henti-hentinya menetes, seiring tetes air hujan yang turun rintik-rintik membasahi bumi."
Author: Dian Nafi
9. "Kontemplasi massal terbesar. Pengampunan Allah terbesar. Bagi yang diterima wukufnya, dia lahir kembali suci seperti bayi."
Author: Dian Nafi
10. "Sesuatu menyelinap di hatiku dan meremasnya tanpa ampun. Menciptakan keluhan-keluhan di mulutku, dan kebodohan-kebodohan di pikiranku,aku cemburu."
Author: Dini Meditria
11. "How dare you! What is your name? I shall make it a sin to be spoken."The braveness of his chuckle and grin made me step back. "Garrett. My name is Garrett and please make my name a sin to speak. Maybe that way I won't have people like you screaming out for people like me; for people like you are so ghastly and in need of saving too many times." Lucy to Garrett from my Steampunk YA Romance book I have started."
Author: Elizabeth J. Kolodziej
12. "Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?"
Author: Emha Ainun Nadjib
13. "Manusia diciptakan untuk bersalah, itulah sebabnya Tuhan menjadi Maha Pengampun"
Author: Fahd Djibran
14. "Steampunk is...the love child of Hot Topic and a BBC costume drama"
Author: Gail Carriger
15. "Keberanian tidak selalu identik dengan lelaki bersenapan. Keberanian (sejati) adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apa pun yang terjadi. Kau jarang menang, tetapi kadang-kadang kau bisa menang."
Author: Harper Lee
16. "Keberanian adalah saat kau tahu akan kalahsebelum memulai, tetapi kau tetap memulaidan merampungkannya, apa pun yang terjadi"
Author: Harper Lee
17. "You can't hurt him. He's an endangered species!" "Vampires are not endangered." Van's tone made it clear that it was his life's work to rectify this regrettable situation. "No, not that," Zack said dismissively. "He's a Victorian!" "Brainwashed," Van muttered. "Crazy," Sarah proclaimed. "Steampunk," I corrected with a sigh."
Author: Helen Keeble
18. "Saya dalam gelap.Dan salah siapa kalau saya tak nampak?Kenapa orang keliling hanya pandai bising.Tapi tak pandai menghulur tangan?Jangan pernah 'judge' masa lampau orang lain. Mana mungkin kita tahu jika masa lampaunya tu adalah masa depan kita.Jangan pernah merasa kita mulia jika baju kita putih dan tak pernah bercemar noda, kalau tak pernah kita hulur tangan kepada mereka yang bergelumang lumpur dan kotor.Jangan rasa bagus dengan hanya menggeleng kepala dan bising pada yang salah dan pincang, jika tak pernah kita sinsing lengan untuk membetulkan dan membantu.Jangan menyalahkan mereka yang larut hanyut, jika tak pernah nak cuba tarik mereka yang lemas dan tenggelam. Apatah lagi nak mengajarkan mereka berenang atau meminjamkan pelampung.Moga hari ini, esok dan akan datang adalah yang baik-baik 'je' sampai ke penghujung nyawa. Moga walau hari ini adalah hitam, kelabu dan kelam tapi esok masih punya harapan untuk jadi pelangi seribu warna. Minta dengan doa."
Author: Hlovate
19. "Mengapa bulan di jendela makin lama makin redup sinarnya?Karena kehabisan minyak dan energi.Mimpi semakin mahal,hari esok semakin tak terbeli.Di bawah jendela bocah itu sedang suntukbelajar matematika. Ia menangis tanpa suara:butiran bensin meleleh dari kelopak matanya.Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah.Ibunya terbaring sakit di rumah.Malu pada guru dan teman-temannya,coba ia serahkan tubuhnya ke tali gantungan.Dadah Ayah, dadah Ibu..Ibucinta terlonjak bangkit dari sakitnya.Diraihnya tubuh kecil itu dan didekapnya.Berilah kami rejeki pada hari inidan ampunilah kemiskinan kami."
Author: Joko Pinurbo
20. "At the Sound of the Gunshot, Leave A Message That's what my friend spokeinto his grim machine the winter he first went madas we both did in our thirties with stillno hope of revenue, gravely inkingour poems on pages held fast by gyres the color of lead. Godless, our minds did monster us, left us bobbing as in a swampuntil we sank. His eyes were burn holesin a swollen face. His breath was a venomhe drank deep of. He called his own tongue a scar, this poet who can crowbar openthe most sealed heart, make ash flower,and the cocked shotgun's double-zero mouths(whose pellets had exploded star holes into plaster and porcelainand not a few locked doors) never touched my friend's throat. PraiseHim, whose earth is green. (for Franz Wright)"
Author: Mary Karr
21. "Sang malaikat maut adalah juga sang pengampun."
Author: Mike Carey
22. "Jika doa diwariskan serta dapat dipelajari dari guru dan buku, munajat adalah doa yang diwariskan oleh kesakitan hakiki seorang manusia yang sudah menemukan kesungguhan menginginkan-Nya, tetapi karena kesadaran akan kelemahan dan dosa, tidak sanggup melakukan apapun kecuali Tuhan mau mengampuni dan menghadirkan diri-Nya sendiri."
Author: Miranda Risang Ayu
23. "Nek diitung-itung, wektu ora bakal entek. mangkane luwih becik wektu iku diisi karo bab-bab kang becik lan migunani supaya ora muspro. otakmu mempunyai kapasitas besar untuk menampung hal positif, gak usahlah cari yang negatif dan menyimpannya di sana. kecuali kamu ingin otakmu berwarna biru lebam. your brain has huge room of storage. pick up all positive ones inside or you let your brain turn to dark blue one."
Author: Neo Wasiman
24. "Setiap saat orang bisa minta ampun pada Tuhan, bila berdosa terhadap-Nya, dosa terhadap sesama manusia lain lagi, terlalu susah untuk mendapat ampun daripadanya. Tuhan Maha Pemurah, manusia maha tidak pemurah."
Author: Pramoedya Ananta Toer
25. "Alam dan manusia telah membikinnya tidak brdaya dalam umur yang baru setengah abad. Sejak meninggalkan kampung halaman dan keluarga ia hanya mengenal penderitaan, tindasan, dan aniaya. Kami hanya dapat menangis dalam hati. Dan itupun tidak berguna. Orang-orang Jepang yang telah menindasnya sampai ia jadi begitu sekarang mungkin hidup senang di tengah keluargaya. Ya, sejak 1950, mungkin sudah sejak 1945."
Author: Pramoedya Ananta Toer
26. "Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi."
Author: Pramoedya Ananta Toer
27. "Pernah kudengar orang kampung bilang : sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya(Anak Semua Bangsa, h. 98)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
28. "Ia menyimpan dendam. Dendam yang terus menyala sebelum pembunuhan menutupnya. Dan dendam itu bisa menjalar jadi perang kampung."
Author: Pramoedya Ananta Toer
29. "Dia sangat cinta pada republik, revolusi, dia mencintai kampung halamannya, biarpun busuk-busuk membumbungkan gas lumpur dan kotorannya sendiri."
Author: Pramoedya Ananta Toer
30. "Tak akan ada kampung sebersih ini di atas gunung kalau tak ada kerukunan di antara para penghuni."
Author: Pramoedya Ananta Toer
31. "Adat kampung tidak membenarkan seorang anak menyebut nama orang tuanya selagi ia masih bergantung pada mereka - Pembicaraan Dengan Nait, Seorang Wanita Alfuru, Wai Lo"
Author: Pramoedya Ananta Toer
32. "Orang kampung seperti sahaya ini, bendoro muda, kelahirannya sendiri sudah suatu kecelakaan. Tak ada sesuatu yang lebih celaka dari nasib orang kampung."
Author: Pramoedya Ananta Toer
33. "Jalan setapak memasuki hutan gempol itu sedikit berair. Anggrek bulan dengan bunga birunya yang sedang mekar menggelantung dibuai angin pagi. Juga jenis anggrek bulan lain dan anggrek merpati ramai bergelantungan pada pohon gempol. Malah serumpun anggrek harimau tenang-tenang mendekam diketinggian cabang. Bunganya yang kuning berbelang coklat serasa hendak meloncat untuk menerkam. Sayang sekali keindahan alam itu masih belum dapat dinikmati orang buangan ini. Juga tidak oleh penghuni kampung-kampung di gunung. Mereka baru bisa bicara tentang lapar."
Author: Pramoedya Ananta Toer
34. "Adat itu bikin orang jadi bodo. Adat larang orang kampung belajar menulis, membaca, bikin gambar."
Author: Pramoedya Ananta Toer
35. "Persaudaraan yang diikat oleh sesuatu. Dengan ikatan itu mereka saling menjaga, saling membantu bila ada keperluan, merupakan saudara seperti satu keluarga sendiri, dalam fam atau marga yang sama. Ikatan ini merupakan dan mempunyai ketentuan hukum, disamoing hukum perkawinan yang eksogamis; mereka tidak dibenarkan kawin dengan orang sekampung atau semarga."
Author: Pramoedya Ananta Toer
36. "Biar tersalah ampun jangan tersalah hukum"
Author: Ramlee Awang Murshid
37. "Lebih baik tersalah ampun daripada tersalah hukum."
Author: Ramlee Awang Murshid
38. "Se huomasi, että jokin sen sisällä kului - se ihan oikeasti huomasi sen - niin kuin taskulampun paristo. Sille puhuttiin lentokentistä ja pesukoneista, mutta se pystyi ajattelemaan vain hirmumyrskyjä."
Author: Ray Loriga
39. "Milikilah hati yang luas, seluas langit biru. Di dalam hati yang luas, kamu akan menampung rasa memaafkan yang besar, kekuatan untuk berpikir dan bertindak positif, serta semangat untuk menjelang hari esok yang tidak pernah pudar. Jadilah langit itu"
Author: Sitta Karina
40. "When Steampunk meets adventure and adventure meets comedy and comedy meets ingenuity and ingenuity meets charm and charm meets wonder and wonder meets pleasure the result is a Triumph. Dr Grordbort is the future. And the past. Which makes an ideal present."
Author: Stephen Fry
41. "Kami baru pulang dari tanah kuburanyang menanam kampung kami."
Author: Suhaimi Haji Muhammad
42. "Nah, walau tiga suku bangsa ini punya kampung sendiri, kampung Cina, kampung Dayak, dan kampung Melayu, kehidupan di Pontianak berjalan damai. Cobalah datang ke salah satu rumah makan terkenal di kota Pontianak, kalian dengan mudah akan menemukan tiga suku ini sibuk berbual, berdebat, lantas tertawa bersama—bahkan saling traktir. "Siapa di sini yang berani bilang Koh Acong bukan penduduk asli Pontianak?" demikian Pak Tua bertanya takzim."
Author: Tere Liye

Ampun Quotes Pictures

Quotes About Ampun
Quotes About Ampun
Quotes About Ampun

Today's Quote

Given the way his night had been going so far, he didn't have time to go to jail."
Author: Christine Warren

Famous Authors

Popular Topics