Top Arena Quotes

Browse top 528 famous quotes and sayings about Arena by most favorite authors.

Favorite Arena Quotes

1. "Tapi apa memang persahabatan bisa kendur karena jarak? Aku yakin inti persahabatan tentu tidak rusak, tapi jarak dan tempat tidak bisa berdusta, berpisah secara fisik bisa merenggangkan keintiman persahabatan karena tidak lagi disirami oleh pertemuan, canda, dan diskusi *Ranah 3 Warna, halaman 36*"
Author: Ahmad Fuadi
2. "Inilah yang dulu kukatakan, dalam hidup segala hal mestilah dilakukan pada batas kewajaran. Karena keselamatan berada di tengah antara dua hal yang saling berlawanan. Jadi keselamatan adalah jalan tengah, atau kewajaran atau keberimbangan. Yang kita saksikan akhir-akhir ini adalah kehidupan yang serba tidak wajar, melampaui batas. Dan kehidupan takkan kembali berimbang sebelum dia mengalami akibat ketidakwajaran itu. E, anakku, cucuku, kita sendiri telah ikut-ikutan lupa."
Author: Ahmad Tohari
3. "I did the best I could, and in some arenas, my best was not good enough. I've made some bad choices."
Author: Amy Grant
4. "Jika anda memiliki kesempatan mendapatkan cinta pertama di sebuah toko kelontong, meskipun toko itu bobrok dan bau tengik, maka rebutlah cepat-cepat kesempatan itu, karena cinta semacam itu bisa menjadi demikian indah tak terperikan!"
Author: Andrea Hirata
5. "Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu."
Author: Andrea Hirata
6. "Persahabatan sangat diperlukan dalam hidup, karena tanpa sahabat hidup terasa hambar, walau pun kita memiliki kekayaan dan kemasyhuran."
Author: Aristotle
7. "Temaku : Jangan takut berbeda! Kita tidak perlu sama dengan yang ada di sebelah mu. Karena masing masing akan punya medan pertempurannya sendiri!"
Author: Ary Prakasa
8. "Marla dug her fingernails into the palms of her hands as she watched the Coyotes struggle, without success, to make up the twelve-point deficit. It was hot in the arena, and the players were perspiring heavily. Neal was substituting often in order to give them water, but the heat was wearing them down, and the Cougars managed to outscore the Coyotes seventeen to two at the opening of the second half."
Author: Barbara Casey
9. "I only accept and pay attention to feedback from people who are also in the arena. If you're occasionally getting your butt kicked as you respond, and if you're also figuring out how to stay open to feedback without getting pummeled by insults, I'm more likely to pay attention to your thought about my work. If, on the other hand, you're not helping, contributing, or wrestling with your own gremlins, I'm not at all interested in your commentary."
Author: Brené Brown
10. "Todo el mundo tiene algún secreto. Como hace una ostra con un grano de arena, lo enterramos a gran profundidad en nuestro interior y lo cubrimos con capas opalescentes, como si eso pudiera curar nuestra herida mortal."
Author: C.W. Gortner
11. "Doctors tend to enter the arenas of their profession's practice with a brisk good cheer that they have to then stop and try to mute a bit when the arena they're entering is a hospital's fifth floor, a psych ward, where brisk good cheer would amount to a kind of gloating. This is why doctors on psych wards so often wear a vaguely fake frown of puzzled concentration, if and when you see them in fifth-floor halls. And this is why a hospital M.D.--who's usually hale and pink-cheeked and poreless, and who almost always smells unusually clean and good--approaches any psych patient under this care with a professional manner somewhere between bland and deep, a distant but sincere concern that's divided evenly between the patient's subjective discomfort and the hard facts of the case."
Author: David Foster Wallace
12. "Stroberi itu asam. Seperti perempuan Prancis yang suka menggerutu. Muka mereka masam sekali. Jadi, stroberi itu." Thomas membuat ekspresi seperti orang tercekik karena racun. Mata setengah terpejam, kepala terteleng ke samping, dan melet. "Blaaah ...."
Author: Desi Puspitasari
13. "Hidup karena cinta, bukan demi memenuhi tuntutan orang lain."
Author: Dian Nafi
14. "Kami tidak mau terburu-buru untuk mencapai surga kami, karena bukankah segala sesuatu yang diraih dengan ketergesaan tidak akan bertahan lama?"
Author: Dini Novita Sari
15. "My efforts to join the fight against breast cancer all began around the fact that women were getting short-changed in the medical arena."
Author: Evelyn Lauder
16. "Karena aku tahu di ujung cinta ini tidak ada kebahagiaan, tapi aku tetap jatuh ke dalamnya."
Author: Fenny Wong
17. "Perempuan dianggap dalam. kenapa? karena orang tidak akan menemukan dasar pada mereka. perempuan bahkan tidak dangkal"
Author: Friedrich Nietzsche
18. "Aku ingin melihatmu tertawa dan bahagia karenaku."
Author: Irin Sintriana
19. "Tahu nggak kenapa aku dan kamu tak pernah menjadi kita? Karena kamu tak pernah berpikir untuk menoleh dan menatapku."
Author: Irin Sintriana
20. "Pada bahasa terdapat unsur ketaksadaran. Dalam ketidaksadaran inilah terdapat hasrat, dan hasarat manusia adalah hasrat akan yang lain. Yang simbolik ini ditandai dengan adanya kekurangan. Oleh karena adanya kekurangan inilah, maka manusia menghasrati sesuatu."
Author: Jacques Lacan
21. "By calling into question the very ideal of a universal, autonomous reason (which was, in the Enlightenment, the basis for rejecting religious thought) and further demonstrating that all knowledge is grounded in narrative or myth, Lyotard relativizes (secular) philosophy's claim to autonomy and so grants the legitimacy of a philosophy that grounds itself in Christian faith. Previously such a distinctly Christian philosophy would have been exiled from the 'pure' arena of philosophy because of its 'infection' with bias and prejudice. Lyotard's critique, however, demonstrates that no philosophy - indeed, no knowledge - is untainted by prejudice or faith commitments. In this way the playing field is leveled, and new opportunities to voice a Christian philosophy are created. Thus Lyotard's postmodern critique of metanarratives, rather than being a formidable foe of Christian faith and thought, can in fact be enlisted as an ally in the construction of a Christian philosophy."
Author: James K.A. Smith
22. "Tolerance, which is one form of love of neighbor, must manifest itself not only in our personal relations, but also in the arena of society as well. In the world of opinion and politics, tolerance is that virtue by which liberated minds conquer the evils of bigotry and hatred. Tolerance implies more than forbearance or the passive enduring of ideas different from our own. Properly conceived, tolerance is the positive and cordial effort to understand another's beliefs, practices, and habits without necessarily sharing or accepting them. Tolerance quickens our appreciation and increases our respect for our neighbor's point of view. It goes even further; it assumes a militant aspect when the rights of an opponent are assailed. Voltaire's dictum, "I do not agree with a word that you say, but I will defend to the death your right to say it," is for all ages and places the perfect utterance of the tolerant ideal."
Author: Joshua Loth Liebman
23. "Kupikir orang tidak akan bisa membuat komitmen sebelum benar-benar jatuh cinta. Sekarang aku tahu, kita tidak akan bisa mencintai dengan tulus sebelum membuat komitmen.""Inilah kesempatan terakhirku dalam cinta, bukan karena aku sudah terlalu tua untuk menjalin cinta dengan orang lain, tetapi karena sudah waktunya berhenti. Berhenti berlari, mengejar sasaran bergerak yang kusebut kebahagiaan itu, dan merasa berbahagia dengan apa yang sudah kumiliki."
Author: Kate Kerrigan
24. "Rachel anaknya jangkung, cantik, rambutnya pirang, dan tak kenal takut. Yah, jauh di dalam lubuk hati sih ia juga merasa tidak aman, cemas kalau-kalau ia tak bisa beradaptasi, dan tertekan karena harus hidup memenuhi standar tinggi yang ditentukannya sendiri. Tapi semua itu tersembunyi jauh di dalam. Jauh sekali, sehingga jika kau berusaha mencapainya, ia akan mencincangmu sebelum kau bahkan bisa mendekat."
Author: Katherine Applegate
25. "...setiap kita punya keinginan, apa pun itu. Karena mimpi inilah yang membuat kita punya harapan. Dan segala keinginan dan mimpi mampu kita wujudkan. Tinggal bagaimana usaha dan kerja keras kita untuk meraih cita dan asa yang tersimpan dalam benak."
Author: Ken Ariestyani
26. "Dalam hidup ada saat-saat ketika masa depan dengan cepat diucapkan, justru karena yang sepenuhnya berkuasa adalah masa kini"
Author: Laksmi Pamuntjak
27. "Aku belajar bicara pada hening. Karena sepi sudah akrab denganku. Kematian menciumku, maka merah flamboyan tak cukup terang nyalakan mataku. Padahal denyar belum usai. Kuku kisruh masih mencakar-cakar."Andai semua makhluk yang bernapas bisa berterima kasih kepada kesalahan," begitu katamu. "Kamu baik, hormat, dan sayang padaku, dari dulu, sekarang, dan semoga selamanya. Aku bisa mati tanpamu," jawabku pada kabut."
Author: Lan Fang
28. "Air sungai tetap murni karena dia bergerak. Bila terperangkap, air akan mati. Karena itu, air harus selalu beredar. Jadi, bila emosi Anda mengalir ke seluruh tubuh, Anda merasakan perasaan gembira dan Anda bergerak menuju sehat secara fisik.Bergerak, berubah, mengalir - inilah sebenarnya hidup."
Author: Masaru Emoto
29. "Ya?" Aku bersandar penuh harap di susuran tangga. "Alasanku melarangmu melakukan penyelidikan ini sendirian," aku menduga - yah, baiklah, berharap - dia akan berkata begitu, "Itu karena aku tidak sanggup membayangkanmu membahayakan dirimu sendiri. Kau tahu, aku mencintaimu, Heather. Aku selalu mencintaimu."
Author: Meg Cabot
30. "When I am at work, that is my time to work. The workspace is not the appropriate arena for us to discuss your problems. When I am there I need to be left undisturbed to check what people are saying about me on Twitter."
Author: Michael Ian Black
31. "Tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu. Semua puji-pujian untukMu dimungkinkan hanya oleh titik darah, keringat dan erang kesakitan wanita yang sobek bagian badannya karena melahirkan kehidupan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
32. "Lihat, ini Arok, yang tetap mempertahankan Tumapel. Dia dan pasukannya akan mempertahankannya sampai titik darah terakhir. Bukan karena imbalan uang, emas dan perak dan singgasana. Hanya karena kesetiaan pada janji."
Author: Pramoedya Ananta Toer
33. "Kami antarsaudara terpaksa saling bunuh hanya karena kekuasaan. Itulah yang nyaris terjadi di setiap negara. Demokrasi yang sekarang menggejala, apakah benar akan mengantarkan manusia pada kesadaran untuk berhenti saling membunuh? Tidak juga. Di negeri seberang, di mana kudengar demokrasi diberikan begitu leluasa, malah kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan terhadap perempuan, saling fitnah, saling rebut kekuasaan hampir terjadi setiap hari."
Author: Putu Fajar Arcana
34. "Karena, cinta itu seperti air. Walaupun di atas batu, air bisa membuat jalannya sendiri. Cinta tidak pernah sesat. (Hal. 422)"
Author: Rangga Wirianto Putra
35. "A man may debar nonsense from his library of reason, but not from the arena of his impulses."
Author: Rex Stout
36. "Bersamamu karena terbiasa atau mencinta?"
Author: Rhein Fathia
37. "Saat Tuhan menutup satu pintu, Tuhan membuka pintu yang lain. Kamu mungkin nggak pernah tahu karena terlalu sibuk mengurusi hidup yang sudah tertutup itu."
Author: Sefryana Khairil
38. "Saat tergugu dan ragu, Tuhan menghadiahi kamu. Kamu, yang membawaku ke dunia baru. Kamu, yang membuatku tahu, tak perlu apa-apa untuk memulai sesuatu. Karena aku telah di sini, denganmu."
Author: Sefryana Khairil
39. "Bagi manusia hidup, masa lalu adalah bagian dari mereka sekarang. Karena itu, masa lalu sebenarnya tidak pernah lalu, karena selalu menjadi bagian masa depan. Namun bagiku, ia hanyalah sekumpulan kisah di mana aku adalah pemeran utamanya."
Author: Soe Tjen Marching
40. "Sekali waktu bocahcilik tak lagisedih karena layang-layangnyarobek atau hilang- Lihat, Bu, aku tak menangissebab aku bisa terbang sendiridengan sayapke langit -"
Author: Subagio Sastrowardoyo
41. "Katniss, when you are in the arena,you just remember who the true enemy is"
Author: Suzanne Collins
42. "In bullfighting there is an interesting parallel to the pause as a place of refuge and renewal. It is believed that in the midst of a fight, a bull can find his own particular area of safety in the arena. There he can reclaim his strength and power. This place and inner state are called his querencia. As long as the bull remains enraged and reactive, the matador is in charge. Yet when he finds his querencia, he gathers his strength and loses his fear. From the matador's perspective, at this point the bull is truly dangerous, for he has tapped into his power."
Author: Tara Brach
43. "Cinta itu jangan dipaksakan, jangan diburu-buru karena nanti kita yang akan merusak jalan ceritanya sendiri."
Author: Tere Liye
44. "Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya…. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik."
Author: Tere Liye
45. "Apakah sekarang semuanya mulai jelas? Apakah sekarang kau mulai yakin atas hubungan ini? Apakah kau sudah punya jawabannya? Kalau sudah, bisakah kau segera memberitahuku? Kemajuan sedikit saja di hati kau akan memberikan rasa tenteram yang luar biasa bagiku. Bukan sebaliknya, hingga hari ini aku hanya berkutat dengan harapa-harapan---karena itulah yang tersisa."
Author: Tere Liye
46. "Everybody in this public arena makes statements and gets interpreted different ways."
Author: Terry McAuliffe
47. "One day, after practice, he came up behind me, tapped me on the shoulder, and as I turned around, he sucker-punched me and relocated my nose to the other side of my face. What up, Mr. Drum Captain? How's your drumming going, bro? Played any arenas lately?"
Author: Tommy Lee
48. "Sudah terlalu banyak hati yang meluka, karena sesuatu yang mereka sebut cinta."
Author: Widyawati Oktavia
49. "Karena kamu nggak sadar kalau kamu keren itulah kamu jadi sangat keren. Orang yang menyukai dirinya sendiri apa adanya dan nggak pernah berusaha jadi orang lain adalah orang yang sangat keren."
Author: Windhy Puspitadewi
50. "Cinta itu butuh keberanian. Jika kau rasakan, maka peganglah. Peganglah erat-erat, karena ia belum tentu akan kembali lagi. Rasakanlah saja, nak."
Author: Winna Efendi

Arena Quotes Pictures

Quotes About Arena
Quotes About Arena
Quotes About Arena

Today's Quote

I was born very, very lazy and I don't always practice very long. but I must say, in my defense, that it is not so good, in a musical way, to overpractice. When you do, the music seems to come out of your pocket. If you play with a feeling of 'Oh, I know this,' you play without that little drop of fresh blood that is necessary – and the audience feels it."
Author: Arthur Rubinstein

Who Was Talking About "Arena"?

Famous Authors

Popular Topics