Top Bangsa Quotes

Browse top 80 famous quotes and sayings about Bangsa by most favorite authors.

Favorite Bangsa Quotes

1. "Guru yang baik bagaikan petani. Mereka menyiapkan bahan dan lahan belajar di kelas, memelihara bibit penerus bangsa, menyirami mereka dengan ilmu, dan memupuk jiwa mereka dengan karakter yang luhur. Guru yang ikhlas adalah petani yang mencetak peradaban."
Author: A. Fuadi
2. "Hanya dengan kerja keras dan keinginan kuat untuk berbuat yang terbaik dalam setiap bentuk pengabdian, kita bersama dengan komponen bangsa lainnya dapat menjadi patriot-patriot yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat. Bangsa Indonesia harus berani keluar dari "Comfort Zone", membangun kapasitas dirinya, sehingga siap untuk meraih segala peluang serta menjawab berbagai tantangan di abad 21 yang begitu kompleks dan penuh ketidakpastian."
Author: Agus Harimurti Yudhoyono
3. "Ketidakpastian dan kompleksitas permasalahan di abad 21 menuntut kita cepat beradaptasi dan maju ke depan; Insya Allah Indonesia akan menjadi bangsa pemenang, ketika kita cerdas dan cermat untuk mengubah segala tantangan menjadi peluang."
Author: Agus Harimurti Yudhoyono
4. "Gamal Abdul Nasir pernah berjanji kepada kita untuk melemparkan Israel ke dalam lautan, namun beliau malah menyerahkan Sinai kepada Israel, menghumban para ulama ke dalam penjara dan kemudian membunuh mereka di tali gantung.Saddam Hussein pernah berjanji akan membakar separuh bumi Israel dengan senjata kimianya, namun beliau malah membakar bumi Kuwait dan menyelamatkan bangsa Israel. Ahmadi Nejad sekarang telah mengucapkan talak tiga kepada Israel dan berjanji menghapus kewujudan negara Israel dari peta dunia, namun saya khuatir beliau malah membasmi kita dan membiarkan bangsa Israel tetap selamat!!...."
Author: Aidh Bin Abdullah Al Qarni
5. "Kita akan sanggup mengubah suatu kebudayaan dengan cara memberikan para perempuan anak bangsa alat yang tepat untuk tumbuh terdidik agar mereka dapat menolong diri sendiri. (Amartya Sen)"
Author: Amartya Sen
6. "Setiap anak bangsa memiliki arti yang sama bagi bangsa dan negara. Di dalam kebangsaan sesungguhnya tak perlu ada yang namanya "mayoritas" dan "minoritas". Mayoritas tidak perlu arogan. Minoritas tidak perlu minder. Kita semua sama."
Author: Anand Krishna
7. "Rakyat melahirkan para pemimpin.Bukan sebaliknya.Seorang pemimpin terlebih dahulu adalah anak bangsa. Bagian dari rakyat jelata. Bila rakyat tertindas, maka kemungkinan besar pemimpin yang lahir pun menjadi penindas. Ia sudah terbiasa ditindas, maka setelah meraih kekuasaan, terlebih dahulu ia akan membalas dendam."
Author: Anand Krishna
8. "Kamu pelajarilah dunia dengan segala kandungannya melalui buku-bukumu, tapi jangan lupa belajar daripada hati nurani manusia. Ingat tu? Hati nurani manusia! Apa pun bangsa dan agamanya."
Author: Arena Wati
9. "Samalah juga apabila seseorang itu menjadi ADUN atau wakil rakyat, dia akan segera disebut "Yang Berhormat", dan yang lebih atas lagi "Yang Amat Berhormat" meskipun ada yang mungkin telah berkhianat kepada keluarga, budaya, alam, atau sejarah bangsanya."
Author: Baharuddin Zainal
10. "Semuanya menikmati keindahan lantunan ayat-ayat cintaNya..wajah-wajah berbagai bangsa yang penuh senyum dan hati-hati yang penuh ketakwaan"
Author: Dian Nafi
11. "Apalah yang lebih jahat dari manusia yang ingin membunuh jati diri bangsanya. Bila ia perlukan al-Qur'an dan undang-undang Islam seperti qazaf, ia akan menggunakan sekian ulama untuk menolongnya. Bila tiada perlu ia agama, ia akan mengelak-ngelak dan mendakwa agama dan siasah itu terpisah tiada kena-mengena. Ini jenis permaisuri celaka namanya."
Author: Faisal Tehrani
12. "Sebab mencintai tanah air, nak, adalah merasa jadi bagian dari sebuah negeri, merasa terpaut dengan sebuah komunitas, merasa bahwa diri, identitas, nasib, terajut rapat, dengan sesuatu yang disebut Indonesia, atau Jepang, atau Amerika. Mencintai sebuah tanah air adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama untuk mati..(Caping 4, h. 80)"
Author: Goenawan Mohamad
13. "Diribut runduklah padiDicupak datuk TemenggungHidup kalau tidak berbudiDuduk tegak kemari canggungTegak rumah karena sendiRuntuh budi rumah binasaSendi bangsa ialah budiRuntuh budi runtuhlah bangsa"
Author: Hamka
14. "Jika para pemberi suara tidak tahu alat terpenting yang dimanfaatkan pemimpin mereka, bisakah bangsa tersebut mengklaim sebagai bangsa yang demokratis?"
Author: John Perkins
15. "Aku berasal dari budaya yang mengaku menghormati hak asasi manusia, tapi menikmati materialisme yang dibangun atas dasar eksploitasi buruh di negara lain. Aku hidup dalam sebuah bangsa yang populasinya berjumlah 5 persen dari penduduk dunia, tapi mengkonsumsi 25 persen sumber daya dunia. Sebuah masyarakat yang mendukung prinsip ekologis tapi menyumbang 30 persen populasi terburuk di dunia."
Author: John Perkins
16. "Melayu mudah lupa Melayu mudah lupa Melayu mudah lupaDulu bangsanya dipijak Melayu mudah lupaDulu bangsanya retak Melayu mudah lupaDulu bangsanya teriak Melayu mudah lupaDulu bangsanya haprak Melayu mudah lupaDulu bangsanya kelas dua Melayu mudah lupaDulu bangsanya hina Melayu mudah lupaDulu bangsanya sengketa Melayu mudah lupaDulu bangsanya derita Melayu mudah lupaDulu bangsanya kerdil Melayu mudah lupaDulu bangsanya terpencil Melayu mudah lupaTiada daulat Tiada maruah Tiada bebasMelayu mudah lupa Melayu mudah lupa Melayu mudah lupaSejarah bangsanya yang lena Tanah lahirnya yang merekah berdarahIngatlah Ingatlah Ingatlah Wahai bangsaku Jangan mudah lupa lagi Kerana perjuanganmu belum selesai"
Author: Mahathir Mohamad
17. "Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya; maka pastilah bangsa itu akan musnah."
Author: Milan Kundera
18. "Melalui kajian dan penyelidikan pengajian tingginya, Barat mendidik kaum terpelajar dunia Islam dan Timur sama ada dari segi ekonomi, sains dan teknologi, pentadbiran awam, sosiologi, falsafah mahupun agama. Secara yang cukup licik, Barat secara senyap-senyap menyusup di semua kedudukan dan jawatan strategis dunia melalui saluran pemikiran, ilmu dan pendidikan. Justeru idea dan pengaruh Barat menjadi satu cabaran amat besar terhadap bangsa-bangsa yang lain. Cabaran ilmu dan pengetahuan ini hanya mampu dipecahkan sekiranya kita memiliki universiti-universiti sendiri yang sekali gus bercirikan Islam dan moden."
Author: Mohd Sani Badron
19. "Saya selalu percaya bahwa bangsa Indonesia punya dua cara untuk menjadikan Indonesia sesuai dengan yang diharapkan: 1. Menuntut perubahan dan 2. Menciptakan perubahanThe land of Hope and Dream.... Indonesia :) Nasional.is.me"
Author: Pandji Pragiwaksono
20. "Tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu. Semua puji-pujian untukMu dimungkinkan hanya oleh titik darah, keringat dan erang kesakitan wanita yang sobek bagian badannya karena melahirkan kehidupan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
21. "Saya masih berpendapat bahwa Multatuli besar jasanya kepada bangsa Indonesia., karena dialah yang menyadarkan bangsa Indonesia bahwa mereka dijajah. Sebelumnya, di bawah pengaruh Jawanisme, kebanyakan orang Indonesia bahkan tidak merasa bahwa mereka dijajah. (Saya Terbakar Amarah Sendirian! h. 15)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
22. "..babak sinthesis sedang di ambang pintu. Yang jelas, semua yang telah terjadi akan abadi dalam ingatan bangsa ini dan umat manusia sepanjang abad, tak peduli orang suka atau tidak. Para pengarang akan menghidupkannya lebih jelas dalam karya-karyanya. Para pembunuh dan terbunuh akan menjadi abadi di dalamnya daripada sebagai pelaku sejarah saja. Topeng dan jubah suci akan berserakan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
23. "Satu pendurhaka dapat hancurkan seluruh kebahagiaan tiap orang, seluruh bangsa. Benar! Tapi keselamatan tiap orang, seluruh bangsa, cuma dapat dilaksanakan oleh semua orang. Pelaksanaan ini mungkin kalau ada persatuan, kerukunan, persaudaraan. Hati-hati, hati-hatilah, satu orang bisa hancurkan kita semua. Tapi kesejahteraan kita harus diciptakan oleh semua, kita bersama-sama. Ya, itu gotong royong kan?"
Author: Pramoedya Ananta Toer
24. "Pernah kudengar orang kampung bilang : sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya(Anak Semua Bangsa, h. 98)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
25. "Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia.(Anak Semua Bangsa, h. 204)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
26. "Apakah sebangsamu akan kau biarkan terbungkuk-bungkuk dalam ketidaktahuannya? Siapa bakal memulai kalau bukan kau?"
Author: Pramoedya Ananta Toer
27. "Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.(Anak Semua Bangsa, h. 199)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
28. "Kalau mati, dengan berani; kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita."
Author: Pramoedya Ananta Toer
29. "Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri"
Author: Pramoedya Ananta Toer
30. "Tetapi berbahagialah orang yang kuat menderita segala kesengsaraan untuk keperluan nusa dan bangsa"
Author: Pramoedya Ananta Toer
31. "Dengan bangsaku sendiri aku merasa lebih terjamin."
Author: Pramoedya Ananta Toer
32. "Sebagai republik yang merdeka, Indonesia berusia lima puluh tahun, tetapi kedengaran lebih mirip sebuah kekaisaran tak terkendali daripada sebuah negara bangsa modern."
Author: Richard Lloyd Parry
33. "Kita harus yakin pada diri sendiri untuk bangun peradaban bangsa yang lebih unggul & mulia bagi kemajuan dunia"
Author: SBYudhoyono
34. "Hanya dengan berpikir besar dan berkarya besar, sungguh Indonesia suatu saat menjadi bangsa yang unggul dalam peradaban dunia."
Author: SBYudhoyono
35. "Tiga syarat hadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, miliki peradaban bangsa yg mulia."
Author: SBYudhoyono
36. "Perjuangan panjang bangsa ini terasa ringan jika dilakukan bersama-sama. Mari satukan langkah demi kemajuan."
Author: SBYudhoyono
37. "Dengan arungi lautan luas nusantara, generasi kita miliki karakter bangsa bahari yang tangguh, warisan nenek moyang."
Author: SBYudhoyono
38. "Keberagaman merupakan kekuatan dan fondasi dari kehidupan berbangsa."
Author: SBYudhoyono
39. "Hal penting untuk jadikan bangsa unggul dan maju: wujudkan kerukunan, kedamaian dan kesejahteraan bersama."
Author: SBYudhoyono
40. "Indonesia adlh bangsa majemuk yg berciri perbedaan. Utamakan dialog & saling menahan diri, agar benturan & kekerasan bisa diselesaikan."
Author: SBYudhoyono
41. "Hakekat pembangunan bangsa adalah proses panjang yang berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya."
Author: SBYudhoyono
42. "Karakter bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah tamah, bergotong royong, tangguh dan santun."
Author: SBYudhoyono
43. "Menjalin persahabatan dengan bangsa lain adalah modal berharga bangsa, pecahkan masalah global di masa depan."
Author: SBYudhoyono
44. "Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita"
Author: Sukarno
45. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya."
Author: Sukarno
46. "Ciri-ciri kesan Islam pada sejarah sesuatu bangsa harus dicari bukan pada perkara-perkara atau sesuatu yang zahir mudah ternampak oleh mata kepala, akan tetapi lebih pada perkara-perkara yang terselip tersembunyi dari pandangan biasa, seperti pemikiran sesuatu bangsa yang biasa terkandung dalam bahasa."
Author: Syed Muhammad Naquib Al Attas
47. "Bangsa yang kuat tetapi tidak ditunjangi oleh budaya ilmu yang baik, akan memeluk dan menganut nilai dan ciri tamadun lain yang ditaklukinya itu. Hal ini boleh disimpulkan sebagai satu prinsip umum sejarah."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
48. "Seorang alim masih boleh menghidupkan ekonomi bangsanya walaupun setelah ratusan tahun meninggal dunia; ramai ahli politik membunuh ekonomi bangsa walau memerintah satu penggal."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
49. "Tradisi setiap bangsa adalah modal dan warisan abadi yang mengungkapkan kemajuan dan peradaban yang pernah dicapainya. Setiap bangsa pasti memiliki masa lalu sebelum menginjak masa kini; dan membangun masa kini yang kokoh di atas pijakan masa lalu yang kuat."
Author: Yusri Abdul Ghani Abdullah
50. "Mesir telah menjadi poros sejarah dunia dan peradaban manusia ribuan tahun lamanya semenjak era Firaun, Yunani, Romawi, Qibti dan Byzantium. Mesir telah memberikan pemikiran yang cemerlang kepada dunia dan juga menjadi pusat dunia Islam serta pelopor bangsa Arab. Sekiranya tidak ada kontribusi Mesir maka dunia dan peradaban Islam telah lama lenyap. Mesirlah yang berhasil mengalahkan bangsa Tartar di Ain Jalut dan menyelamatkan kebudayaan Islam dari kehancuran total. Mesir pula yang menyelamatkan dunia Islam dalam Perang Salib di Hittin dan wilayah-wilayah lainnya. Eksistensi al-Azhar as-Syarif telah menyelamatkan identitas kebudayaan Arab dari proses ‘Turkinisasi' yang dilancarkan oleh Dinasti Uthmaniyah. Jadi, dalam keadaan apa pun Mesir akan tetap menjadi jantung dunia Arab."
Author: Yusri Abdul Ghani Abdullah

Bangsa Quotes Pictures

Quotes About Bangsa
Quotes About Bangsa
Quotes About Bangsa

Today's Quote

Soon the cold would force them inside, so they clutched at lost summer."
Author: Annette Curtis Klause

Famous Authors

Popular Topics