Top Cukup Quotes

Browse top 53 famous quotes and sayings about Cukup by most favorite authors.

Favorite Cukup Quotes

1. "Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, seorang pemikir yang dikenal cukup baik oleh dunia pemikiran Barat maupun Islam, memandang problem terberat yang dihadapi manusia dewasa ini adalah hegemoni dan dominasi keilmuan sekular Barat yang mengarah pada kehancuran umat manusia. (Kebingungan Liberalisme, hal.3)"
Author: Adian Husaini
2. "Masa depan TNI sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya; untuk dapat menjawab tantangan geopolitik di abad 21 tidak cukup hanya dengan pengetahuan dan ketrampilan di bidang kemiliteran, dibutuhkan cakrawala pandang yang lebih luas dan utuh tentang dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional."
Author: Agus Harimurti Yudhoyono
3. "Saya harap ini bukan sebuah 'good bye' tapi cukuplah sebuah 'see you'."
Author: Ahmad Fuadi
4. "-kalau aku susah, cukuplah kutangisi semalaman. semalam suntuk. esoknya aku tak mau lagi menangis. aku bangun dan tegak kembali-"
Author: Andrea Hirata
5. "Anjuran-anjuran moral saja tidak bisa membikin tiap orang mendapat rezekinya yang cukup, apalagi membuat orang jadi kaya."
Author: Asmara Hadi
6. "Kalau Tuhan juga yang harus menyediakan semua aturan untuk memenuhi keperluan masyarakat, maka buat apa Tuhan karuniakan akal pikiran pada manusia, buat apa Tuhan karuniakan kemerdekaan kemauan pada manusia? Cukuplah kalau hanya menurut perintah saja, Tuhan mengaruniakan insting menurut kepada manusia."
Author: Asmara Hadi
7. "Dalam menjalani hidup ini, Nak, adakalanya kau akan sampai di jalan yang bercabang atau bersimpang. Bila demikian, jangan ragu-ragu memilih cabang atau simpang yang kelihatannya kurang atau jarang ditempuh orang.""Bagaimana kalau nanti kita tersesat?" tanyaku."Kalau kita tersesat bukan berarti kita akan hilang dalam perjalanan", jawab emak. "Maka jangan ragu-ragu mengambil jalan yang tidak umum. Hasilnya bisa cukup memuaskan ... contohnya lihat apa yang kau alami sekarang. Setelah orang-orang melihat hasil ini, lama-lama mereka akan mengikuti langkahmu dan jalan ini lalu menjadi jalan orang banyak. Tapi kau tetap yang memulai, yang merintis. Ini berlaku baik dalam arti harfiah maupun secara kiasan."
Author: Daoed Joesoef
8. "Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup."
Author: Dee
9. "Perasaan ini, cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada"
Author: Dee
10. "Aku ingin kamu tahu, walaupun aku menikahi orang lain, orang yang aku cintai sesungguhnya cuma kamu"| "Kalau benar kau mencintaiku, kenapa kau tidak mencoba memperjuangkannya?"| "Karena cinta saja tidak pernah cukup"| Lalu apa yang cukup untukmu?"
Author: Devania Annesya
11. "Ketertarikan gila saat pertama cinta ditemukan, memang mudah menyatukan dua pribadi yang sangat berbeda untuk berjanji setia sepanjang hidup. Hanya saja, panjangnya hidup yang dilihat oleh mata yang mabuk cinta, bisa jadi sangat pendek.Itu sebabnya cinta saja tidak cukup. Persahabatan dan logika yang jernih antara dua jiwa itulah yang memanjangkan cinta mereka menjadi kebersamaan yang membahagiakan."
Author: Dian Nafi
12. "LangitBagaimana akan kueja asmaraJika membaca rasa saja aku masih tak cukup kuasaBagaimana aku harus menakar hatiJika hatinyapun tak pernah pastiLalu sepi selalu saja mengajakku berbagiMenyudutkan pada gerilya mimpi yang tak bertuanSendiriku kembali"
Author: Dian Nafi
13. "Cinta manusia dalam tahap ekstrem seringkali bercampur dengan beberapa derajat kematian—kematian terhadap ego sendiri, terhadap hasrat sendiri, terhadap kesenangan-kesenangan sendiri demi kepentingan yang lain. Dan ini disebabkan cinta manusia itu sendiri merupakan pantulan dari Cinta Tuhan, yang bisa dialami hanya setelah kematian ego, dan dapat mengantarkan kepada Tuhan jiwa-jiwa mereka yang cukup beruntung untuk mengalami cinta ini.Cinta ilahiyah kadang menggunakan cinta insaniyah sebagai jembatannya. (Mayasmara)"
Author: Dian Nafi A Rt Gus Faizal
14. "Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup...Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan,tetapi diperjuangkan."
Author: Donny Dhirgantoro
15. "Suara, bahkan risalah protes yang keras, seperti halnya sastra, tak pernah cukup kuat dan cukup padu untuk mengubah dunia. (h. 384)"
Author: Goenawan Mohamad
16. "Sama juga kalau untuk contoh lelaki. Kalau baca Al - Quran hari-hari, tapi main bola nampak kepala lutut,tak cukup balik lagi.Atau kalau solat lima waktu sehari semalam tapi pegang tangan anak dara orang bukan mahram sesuka hati, tu belum cukup baik lagi."
Author: Hlovate
17. "Tuhan, aku tahu aku brengsek, tapi kumohon... malam ini, cukup malam ini, tolong berpihaklah padaku."
Author: Ida R. Yulia
18. "Tapi aku tidak punya keberanian yang cukup untuk memperjuangkan cinta kita ||Cukup katakan padaku kalau kau masih menginginkan aku bersamamu. Cukup dengan menjadi alasan aku berjuang. Dengan begitu kamu telah berjuang bersamaku..."
Author: Irin Sintriana
19. "Nduk, sekolah nang SMP iku mesti. Koen kudu sekolah. Uripmu cek gak soro koyok aku, Nduk! Aku gak lulus SD. Gak iso opo-opo. Aku mek iso masak tok. Ojo koyok aku yo Nduk! Cukup aku ae sing gak sekolah...," kata Ibuk."
Author: Iwan Setyawan
20. "Bapak dan Ibuk tidak pernah memiliki atau berkeinginan membeli sepatu. Mereka ingin membeli sepatu tapi buat apa? Untuk ke kondangan mereka cukup memakai sandal. Ah, semua demi anak-anak."
Author: Iwan Setyawan
21. "Agar hidupmu tidak sengsara sepertiku, Nak. Aku tidak lulus SD. Tidak bisa apa-apa. Hanya bisa memasak saja. Jangan sepertiku ya, Nak. Cukup aku saja yang tidak sekolah. Itu yang selalu Ibuk katakan di hadapan anak-anaknya."
Author: Iwan Setyawan
22. "Apa peduli saya bagaimana tampangnya? Saya cukup cantik untuk kami berdua, menurut saya! Semua luka ini hanya menunjukkan bahwa suami saya pemberani!.."
Author: J.K. Rowling
23. "Uang, berilah aku rumah yang murah saja,yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku,yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku."
Author: Joko Pinurbo
24. "Aku belajar bicara pada hening. Karena sepi sudah akrab denganku. Kematian menciumku, maka merah flamboyan tak cukup terang nyalakan mataku. Padahal denyar belum usai. Kuku kisruh masih mencakar-cakar."Andai semua makhluk yang bernapas bisa berterima kasih kepada kesalahan," begitu katamu. "Kamu baik, hormat, dan sayang padaku, dari dulu, sekarang, dan semoga selamanya. Aku bisa mati tanpamu," jawabku pada kabut."
Author: Lan Fang
25. "Begitulah manusia. Dikaruniai berkah cantik, pintar dan populer ternyata tidak cukup membahagiakan buat mereka. Memang ada begitu banyak hal menarik yang ada di dunia. Namun satu hal yang pasti, hanya cinta yang sanggup menjanjikan kebahagiaan."
Author: Lea Agustina Citra
26. "Jika kita mengelami krisis bahan makanan bukanlah disebabkan oleh daya produktifitas alam yang tidak mencukupi, melainkan oleh keinginan manusia yang berlebih-lebihan"
Author: Masanobu Fukuoka
27. "Ruang perpustakaan tidak pernah cukup untuk menyimpan buku yang tidak pernah dibaca, jadi pustakawan memeriksa catatannya setiap saat dan menarik buku-buku yang tidak lagi dibaca orang.Kau bisa menyelamatkan buku hanya dengan membacanya. Tentu saja, kau mungkin tidak menyukainya. Tapi kau tidak pernah tahu sampai kau mencobanya, dan mungkin, kau akan suka."
Author: Megan Whalen Turner
28. "Semesta bergerak lebih cepat daripada tindakan anda. Jadi, ketika berkaitan dengan menjalani kehidupan impian anda, cukup mulai dengan melakukan apa yang anda bisa lakukan."
Author: Mike Dooley
29. "Melalui kajian dan penyelidikan pengajian tingginya, Barat mendidik kaum terpelajar dunia Islam dan Timur sama ada dari segi ekonomi, sains dan teknologi, pentadbiran awam, sosiologi, falsafah mahupun agama. Secara yang cukup licik, Barat secara senyap-senyap menyusup di semua kedudukan dan jawatan strategis dunia melalui saluran pemikiran, ilmu dan pendidikan. Justeru idea dan pengaruh Barat menjadi satu cabaran amat besar terhadap bangsa-bangsa yang lain. Cabaran ilmu dan pengetahuan ini hanya mampu dipecahkan sekiranya kita memiliki universiti-universiti sendiri yang sekali gus bercirikan Islam dan moden."
Author: Mohd Sani Badron
30. "Kau hanya perlu melakukan satu hal, Ries. Cukup merindukanku sekali saja, karena dengan begitu aku akan punya alasan untuk datang dan mencintaimu sebanyak yang aku mau."
Author: Nay Sharaya
31. "Serius, Dyt? Kamu nunggu apa lagi? Kalau dia cukup peduli untuk membantu tanpa perlu kamu minta, he seems worthy enough to be chased."
Author: Nina Ardianti
32. "Dunia tengah berangkat gila, dan di zaman ini hanya orang gila yang berkeinginan mengubah atau menyelamatkan dunia. Seandainya tiap manusia cukup rendah hati untuk menyelamatkan sebuah dunianya terlebih dulu (Cala Ibi, h.151)"
Author: Nukila Amal
33. "Sering kulihat wanita dibebani barang bawaan cukup berat, menggendong, menyunggi, masih mendukung bocah, dan suaminya enak-enak jalan dengan berjual tampang hanya membawa tombak. Ait, terlalu. Pernah kutegur seorang diantara mereka, dan suaminya memang mau membantu. Tetapi pada kesempatan lain tetap juga membiarkan istrinya menjadi kuda beban. Kau tidak boleh begitu, Putih."
Author: Pramoedya Ananta Toer
34. "Setiap pejuang bisa kalah dan terus-menerus kalah tanpa kemenangan, dan kekalahan itulah gurunya yang terlalu mahal dibayarnya. Tetapi biarpun kalah, selama seseorang itu bisa dinamai pejuang dia tidak akan menyerah. Bahasa Indonesia cukup kaya untuk membedakan kalah daripada menyerah (Prahara Budaya, h. 187)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
35. "Aku boleh seorang pelacur! Aku boleh seorang sampah masyarakat! Aku seorang bintang film gagal! Tapi beradat! Tidak. Aku juga punya tanah air. Aku Larasati, bintang ara. Sedang sebutan Miss pun aku tak pernah pakai. Ara! Cukup Ara. Mengapa mesti dengan Miss? Sebutan itu akan membuat aku berkulit putih. Apakah sebutan itu tantangan kaum pria, kalau aku milik siapa saja?"
Author: Pramoedya Ananta Toer
36. "Bagaimanapun baik yang telah kalian peroleh dari kehidupan ini, masih ada saja yang kalian rasa kurang. Yang berada dalam kekurangan ingin terbebas dari kekurangan itu, ingin mendapatkan kemakmuran yang melimpah. Yang telah berada dalam kecukupan ingin lebih cukup lagi. Dari perasaan kurang itu, dari keinginan mendapatkan yang lebih baik itu, timbullah impian. Dan impian itu bisa menjadi padat, menjadi cita-cita. Dan cita-cita itu menjadi pola yang menjadi dasar dan petunjuk dari perbuatan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
37. "Pada ketika kita merasakan tidak punya sesiapa, yakinlah ALLAH itu sudah mencukupi segala-galanya"
Author: Ramlee Awang Murshid
38. "Hasil yang saya dapatkan tidaklah begitu besar, tapi setidaknya sudah cukup membuat saya bahagia"
Author: Rasarab
39. "Penegakan sistem Islam dan pemberlakuan syariat Islam tidak dapat dilakukan dengan cara merebut kekuasaan yang datang dari lapisan atas. Akan tetapi, melalui perubahan masyarakat secara keseluruhan—atau pemahaman beberapa kelompok masyarakat dalam jumlah yang mencukupi untuk mengarahkan seluruh masyarakat—pada pemikirannya, nilai-nilainya, akhlaknya, dan komitmennya dengan Islam. Sehingga tumbuh kesadaran dalam jiwa mereka, bahwa menegakkan sistem dan syariat Islam itu merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan."
Author: Sayyid Qutb
40. "Orang mengatakan enough is not good enough, blm cukup, msh harus lebih giat lagi, must do more, berbuat lebih banyak lagi."
Author: SBYudhoyono
41. "Bagiku, El, omong kosong jika para petinggi agama mengatakan bahwa agama tidak ada urusannya dengan akal. Buat apa manusia dianugerahi otak jika untuk mengenali Pencipta Otak itu, dia tidak boleh menggunakan otaknya? Menurutku, agama selalu memberi kesempatan kepada para pemeluknya untuk memilah mana yang harus dia pastikan dengan akalnya, mana yang cukup dipercaya begitu saja. (Kashva to Elyas, MLPH: 126)"
Author: Tasaro G.K.
42. "Kutipan dari novel yang paling berkesan: "Aku baik-baik saja, ceroboh. Aku senang mendengarnya. Amat senang. Tetapi aku tidak membutuhkan itu, yang. Rumah besar, mobil, berlian, pakaian yang indah. Bagiku kau ikhlas dengan semua yang kulakukan untukmu. Ridha atas perlakuanmu padamu itu sudah cukup."
Author: Tere Liye
43. "Kebahagiaan adalah kesetiaan.. setia atas indahnya merasa cukup.. setia atas indahnya berbagi.. setia atas indahnya ketulusan berbuat baik.."
Author: Tere Liye
44. "Untuk membuat hati kita lapang dan dalam, tidak cukup dengan membaca novel, membaca buku-buku, mendengar petuah, nasihat, atau ceramah. Para sufi dan orang-orang berbahagia di dunia harus bekerja keras, membangun benteng, menjauh dari dunia, melatih hati siang dan malam. Hidup sederhana, apa adanya, adalah jalan tercepat untuk melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan hari ini. Percayalah, memiliki hati yang lapang dan dalam adalah konkret dan menyenangkan, ketika kita bisa berdiri dengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan sekitar, dan melewati kebahagiaan hidup, bersama keluarga tercinta."
Author: Tere Liye
45. "Jangan pernah percaya 100% dengan janji siapapun! Tagih dan dapat 90% saja pun sudah lebih dari cukup."
Author: Toba Beta
46. "Ada orang bilang bahwa cinta pasti dapat menyelesaikan segala problema yang ada.Padahal mungkin hanya dengan suguhan tulus kopi nikmat di pagi hari sudah cukup mengatasinya."
Author: Toba Beta
47. "Bahwa hidup ini penuh misteri dan tidak sesederhana yang kamu bayangkan. Perbuatan terkadang tidak selalu cukup untuk mewakili perasaan, dalam beberapa hal kamu harus mengatakannya."
Author: Windhy Puspitadewi
48. "Pria sejati selalu membayar, bahkan walau si wanita yang mengajak.""Aku tidak perlu jadi pria sejati, cukup menjadi pria dengan posisi tawar tinggi."
Author: Windhy Puspitadewi
49. "Tak pernah ada cara yang tepat untuk mencintai. Yang disebut tepat adalah ketika aku dan kamu saling mencintai dengan cukup"
Author: Windy Ariestanty
50. "Sebesar itulah cinta. Tak pernah sangat besar, tidak juga terlalu kecil. Cinta itu cukup"
Author: Windy Ariestanty

Cukup Quotes Pictures

Quotes About Cukup
Quotes About Cukup
Quotes About Cukup

Today's Quote

I don't have a warm personal enemy left. They've all died off. I miss them terribly because they helped define me."
Author: Clare Boothe Luce

Famous Authors

Popular Topics