Top Deka Quotes

Browse top 71 famous quotes and sayings about Deka by most favorite authors.

Favorite Deka Quotes

1. "Anda,Tidak dapat menguatkan yang lemah dengan melemahkan yang kuatTidak dapat membantu orang-orang kecil dengan mencabik orang besarTidak dapat menolong orang miskin dengan menghancurkan orang kayaTidak dapat mengangkat penerima upah dengan menekan pembayar upahTidak dapat terhindar dari masalah dengan menghasilkan penghasilan lebih besarTidak dapat memajukan rasa persaudaraan dengan mendorong kebencian antar rasTidak dapat menciptakan keamanan di atas uang pinjamanTidak dapat membangun karakter dan semangat dengan merampas inisiatif dan kemerdekaan."
Author: Abraham Lincoln
2. "Mempelajari pengetahuan itu adalah sama dengan memuji Allah SWT.Menuntut pengetahuan adalah sama dengan melakukan perang di jalan Allah SWT.Mengajarkan pengetahuan adalah sama dengan bersedekah, dan dengan mengajarkan pengetahuan kita akan mendapat pahala."
Author: Abu Hamid Al Ghazali
3. "Justru karena cinta, kamu memelihara dirimu dan dirinya agar tetap mulia. Bila ia mendekat, tetaplah duduk. Karena itu yang menjaga emosi agar tak meletup. Bila ia menjauh, jangan dekati dia sebelum waktunya. Sabar itu jauh lebih istimewa. Atau kalau tak tahan lagi, segeralah datang ke rumah orang tuanya! Itu lebih mulia."
Author: Ahmad Fuady
4. "Ilmu terbaik adalah yang diamalkan. Waktu terbaik, yang dioptimalkan. Cinta terbaik, yang dihalalkan. Harta terbaik, yang disedekahkan. Manusia terbaik, yang bermanfaat bagi manusia lain."
Author: Ahmad Rifa'i Rif'an
5. "Demi kezaliman yang terjadi di Palestina, di Kashmir, di Afganistan, di Irak atau di manapun juga ... kenapa mereka rela menyengsarakan saudara-saudaranya yang sebangsa dan setanahair?Berarti ada yang salah dengan rasa kebangsaan mereka. Mereka merasa lebih dekat dengan warga asing, dengan negara asing, ketimbang dengan saudara-saudaranya sendiri, dengan bangsa dan negaranya sendiri. Bagi mereka, padang pasir dan pohon kurma menjadi lebih penting ketimbang bumi yang subur ini."
Author: Anand Krishna
6. "Jika hati kita tulus berada di dekat orang berilmu, kita akan disinari pancaran pencerahan, karena sesungguhnya kepintaran sangat mudah menjalar."
Author: Andrea Hirata
7. "Dia tahu, bahawa sultan dan pembesar negeri Melaka itu sudah maklum sejak tahun 1448, pasti Portugis akan datang kembali menyerang! Tetapi kenapa Melaka hanya sibuk menyediakan damak untuk racun pada anak panahnya, tetapi tidak menyediakan timah, untuk 38 pucuk meriam besarnya yang dibeli dari Turki? Kenapa Melaka mampu berbelanja untuk dayang-dayang istana, sultan dan pembesar negeri berlebihan waktu dan tenaga untuk menggiliri selir, tetapi tidak berbelanja membina armada? Kenapa Melaka begitu mudah beri gelar laksamana kepada pendekar silat, tetapi tidak membina kekuatan daya tempur angkatan laut?"
Author: Arena Wati
8. "Ada yang mengatakan saya ini gila menulis. Ini mendekati benar, karena kalau tidak menulis saya pastilah gila, dan karena gila makanya saya menulis."
Author: Arswendo Atmowiloto
9. "Perempuan, Kau pasti tahu sakitnya cinta yg tak terkatakan.Cinta yg hanya mampu didekap dlm bungkam, Kata orang bahkan diam berbicara. Tapi, menurutku hal itu tdk berlaku dlm cinta. Sebab cinta harus diekspresikan dan pantang dibawa diam. Sebab cinta harusnya dinyatakan, lalu dibuktikan dgn sikap.Bgtu seharusnya cinta.Tapi, aku memang tidak punya pilihan. Maafkan!"
Author: Asma Nadia
10. "Rasa hangat ketika kedua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika kedua pasang mata menatap."
Author: Dee
11. "Ini cara terindah untuk merayakan hujan, berlari-lari di lapangan bola dekat rumah bersama anak laki-laki seusiaku, menari seperti kupu-kupu, dan terbang bebas ke alam lepas seperti capung dan burung"
Author: Dodi Prananda
12. "Keberanian sejati mengenal rasa takutDia tahu bagaimana takut kepada apa yang harus ditakutiOrang-orang yang tulus menghargai hidup dengan penuh kecintaanMereka mendekapnya sebagai permata yang berhargaDan mereka memilih waktu serta tempat yang tepat untuk menyerahkannyaMati dengan penuh kemuliaan"
Author: Eiji Yoshikawa
13. "Semoga Tuhan mendekatkan semua rahasia perasaan pada jawabannya."
Author: Fahd Djibran
14. "Dendam Sejarah...Aku tak mau kelak cucuku, atau orang-orang terdekatku, lebih mengenal siapa orang lain daripada kakeknya sendiri. Aku tahu apa yang dipikirkab Einstein muda, tetapi aku tak tau apa yang dipikirkan kakekku waktu ia masih muda. Kami tak sempat bertemu, kakekku meninggal sebelum ia sempat bercerita banyak padaku"
Author: Fahd Djibran
15. "Kemerdekaan yang diberi agama itu adalah memerdekakan manusia dari perangkap hawa nafsunya."
Author: Faisal Tehrani
16. "Dalam keadaan terbatas-bata, kita bersua dengan mitos. Ia bagian yang dekat dengan bawah sadar kita -- ada harapan, ada kengerian -- yang meluncur ke publik, tumbuh, berkembang biak. Ia menyajikan ambiguitas."
Author: Goenawan Mohamad
17. "Bagaimana bisa kau tidak menyukai hujan?Padahal hujan selalu mendekatkan kita.Oh, aku lupa. Kau mungkin tidak menganggapku sepenting itu.Aku bukan pemeran utama dalam lakon hidupmu.Aku hanya figuran yang hanya sesekali dibutuhkan."
Author: Jee
18. "Rachel anaknya jangkung, cantik, rambutnya pirang, dan tak kenal takut. Yah, jauh di dalam lubuk hati sih ia juga merasa tidak aman, cemas kalau-kalau ia tak bisa beradaptasi, dan tertekan karena harus hidup memenuhi standar tinggi yang ditentukannya sendiri. Tapi semua itu tersembunyi jauh di dalam. Jauh sekali, sehingga jika kau berusaha mencapainya, ia akan mencincangmu sebelum kau bahkan bisa mendekat."
Author: Katherine Applegate
19. "Aku tahu keadaan bisa berubah seiring berjalannya waktu, dan aku takut bila suatu hari takdir memutuskanku... agar aku nggak ada di dekatmu lagi."
Author: Laili Muttamimah
20. "Partai adalah alat publik untuk menyampaikan aspirasi politiknya karena itu sejauh tetap memperjuangkan kemerdekaan dan menjamin keamanan, pemerintah menyukai timbulnya partai-partai politik, karena dengan adanya partai-partai itulah dipimpin ke jalan yang teratur segala aliran paham yang ada di masyarakat."
Author: Mohammad Hatta
21. "Benang perak, benang baldu,Mari menekat atas paya;Pandang awak, hati rindu.Mari dekat pandang saya."
Author: Noor Suraya
22. "Lalu bapakmu akan berkata, bintang tak pernah secantik tampakannya, tak sedekat yang kita duga. Ia cuma penghias panas malam para pemimpi.Tapi aku mau terbang. Aku mau menyentuh bintang. Jika ujung jariku melepuh, akan kubelah lima. Dan pulang dengan sepasang tangan berjari lima puluh."
Author: Nukila Amal
23. "Ada ruang kosong di sela-sela sebuah kata. Ada banyak omong kosong di sela-sela bicara--tapi perlu. Adalah percakapan dengan teman yang selalu bisa menjaga kewarasan, menyelamatkanku dari jemu sempurna. Di tengah carut-marut fungsi mekanistik otomatik hampir robotik sebuah industri yang menyelubungi diri dengan judul keramah-tamahan manusia, ada teman-teman--manusia yang hidup dan dekat."
Author: Nukila Amal
24. "Kamu yang menjauh cuma mendekatkan aku pada kesepian.aku, selalu disini.di persimpangan jalan ini dan ketika kamu dengannya menemui akhir, kembalilah.aku masih melambaikan tangan dingin inikepada kamu, yang telah lama pergi."
Author: Oka @landakgaul
25. "Kalau kau berkonsentrasi untuk tetap waras terlalu keras, itu hanya akan membuatmu jadi tambah dekat pada kegilaan. Tetapi, kalau kau mencoba mempertahankan kewarasan tanpa berkonsentrasi, pikiranmu justru akan mengembara memikirkan hal-hal yang aneh dan gila, sehingga membuatmu nyaris stres. Triknya adalah mencoba menjaga keseimbangan di antara keduanya; membuat jarak dengan dirimu, berusaha netral."
Author: Pittacus Lore
26. "Mengapa membuka ladang sejauh ini?Kalau deka(t) kampon(g) habis dimakan(g) babi sendiri. Di sini babi hutan(g) yang ditunggu. Orang kampon(g) bikin ladan(g) sambil cari daging."
Author: Pramoedya Ananta Toer
27. "Mereka berjabat tangan, seperti gunung berjabatan dengan samudera. Mereka hanya dua gumpal daging kecil, tetapi jiwanya lebih besar dari gunung, lebih luas dari laut, karena kereka ikut melahirkan sesuatu yang nenek-moyangnya dan bangsa-bangsa lain tidak atau belum melahirkannya: kemerdekaan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
28. "Jalan setapak memasuki hutan gempol itu sedikit berair. Anggrek bulan dengan bunga birunya yang sedang mekar menggelantung dibuai angin pagi. Juga jenis anggrek bulan lain dan anggrek merpati ramai bergelantungan pada pohon gempol. Malah serumpun anggrek harimau tenang-tenang mendekam diketinggian cabang. Bunganya yang kuning berbelang coklat serasa hendak meloncat untuk menerkam. Sayang sekali keindahan alam itu masih belum dapat dinikmati orang buangan ini. Juga tidak oleh penghuni kampung-kampung di gunung. Mereka baru bisa bicara tentang lapar."
Author: Pramoedya Ananta Toer
29. "Ternyata, orang yang akan menjadi pasangan hidupnya sedekat lilin yang selalu menemaninya hingga terlelap. -Yuki Akihara"
Author: Prisca Primasari
30. "Zaman modern telah membawa geografi bumi ke dekat kita,tetapi membuat kita kesulitan untuk saling berhubungan dengan manusia"
Author: Rabindranath Tagore
31. "Sebagai republik yang merdeka, Indonesia berusia lima puluh tahun, tetapi kedengaran lebih mirip sebuah kekaisaran tak terkendali daripada sebuah negara bangsa modern."
Author: Richard Lloyd Parry
32. "Dua dekad kemudiankubuka pintu kalbukukata-kata puitiskubertukar jadi debu."
Author: Ridzuan Harun
33. "Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan."
Author: Salim Akhukum Fillah
34. "Dalam dekapan ukhuwah, kelembutan nurani menuntun kita untuk menjadi anak Adam sejati; memiliki kesalahan, mengakuinya, memperbaikinya, dan memaafkan sesama yang juga tak luput dari khilaf dan lupa..."
Author: Salim Akhukum Fillah
35. "Tidak perlu gentar hadapi masa depan jika kita tetap menjaga idealisme, berbuat yang terbaik dan selalu dekat dengan Tuhan."
Author: SBYudhoyono
36. "Kemerdekaan adalah warisan pejuang. Kita memikulnya dengan tanggung jawab sejahterakan masa depan anak cucu."
Author: SBYudhoyono
37. "Hanya politik sosialisme yang akan dapat menggerakkan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaannya untuk memerintah negaranya sendiri dan membagi secara adil pendapatan negara."
Author: Semaoen
38. "Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung."
Author: Soe Hok Gie
39. "Hanya ada 2 pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk jadi manusia merdeka"
Author: Soe Hok Gie
40. "Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia."
Author: Soe Hok Gie
41. "Ketuaan adalah sebuah proses, bukan lompat tinggi. Dan kalau kita bertambah tua, dan bertambah dekat dengan liang lahat, mengapa harus dirayakan dengan nyanyian panjang umurnya?"
Author: Soe Tjen Marching
42. "Akhirnya mereka semua diam bukan karena tidak mau ribut-ribut di depan orang mati, tapi karena ada makhluk di dekat yang tak bernyawa, yang bisa sesenggukan."
Author: Soe Tjen Marching
43. "Kulihat kepulan hidupku yang terakhir, mendekati. Inilah kelebihan orang mati--ia bisa melihat wujud hidup."
Author: Soe Tjen Marching
44. "Berdekatan dengan mereka selalu mengingatkanku pada kejaran pertanyaan "Mana suaminya? Mana anaknya?". Aku sendiri tidak penting. Bagi mereka, mempunyai suami dan anak jauh lebih penting dari diriku. Aku memang sudah mati sebelum mati."
Author: Soe Tjen Marching
45. "Carilah tiga tipe teman yang harus didekati dan miliki, kegembiraan, ketenangan dan semangat yang tinggi. Tiga musuh yang engkau harus jauhi, yaitu sifat pesimis, bimbang dan putus asa."
Author: Syeikh Aidh Al Qarni
46. "Revolusi Indonesia, bukanlah Revolusi Nasional SEMATA-MATA, seperti diciptakan beberapa gelitir orang Indonesia, yang maksudnya cuma membela atau merebut kursi buat dirinya saja, dan bersiap sedia menyerahkan semua sumber pencaharian yang terpenting kepada SEMUANYA bangsa Asing, baik MUSUH atau sahabat. Revolusi Indonesia, mau tak mau terpaksa mengambil tindakan ekonomi dan sosial serentak dengan tindakan merebut dan membela kemerdekaan 100%. Revolusi kemerdekaan Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan dibungkusi dengan revolusi-nasional saja. Perang kemerdekaan Indonesia harus DI-ISI dengan jaminan sosial dan ekonomi sekaligus."
Author: Tan Malaka
47. "Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa."
Author: Tere Liye
48. "Perlu diingatkan bahawa oleh kerana al-Quran datangnya daripada Allah dan ilmu dan hikmah-Nya yang disampaikan dalam al-Quran tidak terbatas kepada atau dihabiskan oleh sesuatu masyarakat dan sejarahnya, maka tujuan pendekatan sosiologi bukanlah untuk mengaitkan hikmah Ilahi dan menghadkannya kepada detik-detik sosiosejarah yang khusus. Tujuanya ialah untuk memperakui kebijaksanaan-Nya mengendalikan makhluk-Nya yang wujud dan bertindak tanpa peralatan yang terdapat dalam dunia perseptual dan konseptual."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
49. "Kekaguman lebih baik hanya tetap sebagai kekaguman. Kalau terlalu dekat.. Bisa seperti ikarus yang jatuh ke bumi karena sayapnya terbakar matahari.."
Author: Yuko Arisawa
50. "Sejarah yang difalsifikasi akan membebani para sejarawan sendiri kerana mereka harus membersihkan sejarah dari berbagai deviasi, intervensi dan manipulasi supaya lebih mendekati realitas objektif."
Author: Yusri Abdul Ghani Abdullah

Deka Quotes Pictures

Quotes About Deka
Quotes About Deka
Quotes About Deka

Today's Quote

Desire is suffering. A simple equation, and a nice catchphrase. But flipped around, it is more troubling: suffering is desire."
Author: Charles Yu

Famous Authors

Popular Topics