Top Embun Quotes

Browse top 56 famous quotes and sayings about Embun by most favorite authors.

Favorite Embun Quotes

1. "Cinta pertama itu tetap unggul, mencakar-cakar kerinduan dan kenangan, menyembunyi dan merahsiakan sebahagian keanehannya, dan akhirnya menjadi sukar dimengerti, apalagi disambung. m/s 144"
Author: A. Samad Said
2. "Semua milikku kecil dan sederhana, kecuali hati dan kepercayaan diri yang menggelembung sebesar gajah"
Author: Ahmad Fuadi
3. "Lalu, apabila kematian adalah keperkasaan kodrati maka kehadirannya, bahkan baru gejalanya, sudah mampu membungkam segala gejolak rasa."
Author: Ahmad Tohari
4. "Gamal Abdul Nasir pernah berjanji kepada kita untuk melemparkan Israel ke dalam lautan, namun beliau malah menyerahkan Sinai kepada Israel, menghumban para ulama ke dalam penjara dan kemudian membunuh mereka di tali gantung.Saddam Hussein pernah berjanji akan membakar separuh bumi Israel dengan senjata kimianya, namun beliau malah membakar bumi Kuwait dan menyelamatkan bangsa Israel. Ahmadi Nejad sekarang telah mengucapkan talak tiga kepada Israel dan berjanji menghapus kewujudan negara Israel dari peta dunia, namun saya khuatir beliau malah membasmi kita dan membiarkan bangsa Israel tetap selamat!!...."
Author: Aidh Bin Abdullah Al Qarni
5. "Manusia dibebani harapan, cita-cita dan tanggungjawab dalam kehidupan. Sejak jejaka hingga tua, mereka berperanan mencipta, mengatur dan membina benda, yang dinamakan peradaban lahiriah. Mereka diasuh dan mengasuh, dalam proses pertumbuhan tamadun fikir. Tetapi mereka itu juga - semua lahir dari ibu - sudah, sedang dan masih akan jadi pemusnah benda dan berbunuhan sesama manusia, membunuh fauna dan menghancurkan flora."
Author: Arena Wati
6. "Ternyata memelihara cinta sebelah tangan itu seperti memelihara dinosurus. Dino kecil polos yang manis, tiba-tiba sudah tumbuh sangat besar, lebih besar daripada yang bisa kuukur. Ia sudah tumbuh menjadi monster yang bahkan bisa membunuh diriku sendiri, yang telah memeliharanya. Aku tidak bisa lagi memeliharanya, karena ia telah tumbuh di luar kendaliku. Sekarang, aku tidak bisa lagi membiarkannya tumbuh tanpa menyakitiku."
Author: Ayuwidya
7. "Aku membayangkan takdir menjebak kita dalam sekoci di tengah lautan. Kita tak memiliki apapun selain satu sama lain. Lalu kita akan saling bercerita, hingga kusadari aku membunuhmu dengan kebosanan, kisah yang sama yang selalu kuulang. Kuharap kita segera bertemu dengan daratan dan kutebus dosaku dengan kisah yang akan kutuliskan. Tentang kita yang pernah bertahan di lautan."
Author: Cit?a ?iZcha Maya
8. "Ketakutan membunuh segalanya. Akal, hati dan juga fantasi"
Author: Cornelia Funke
9. "Dia, yang tidak pernah kamu mengerti. Dia, racun yang membunuhmu perlahan. Dia, yang kamu reka dan kamu cipta. Sebelah darimu menginginkan agar dia datang, membencimu hingga muak dia mendekati gila, menertawakan segala kebodohannya, kehilafan untuk sampai jatuh hati kepadamu, menyesalkan magis yang hadir naluriah setiap kalian berjumpa. Akan kamu kirimkan lagi tiket bioskop, bon restoran, semua tulisannya --dari mulai nota sebaris sampai doa berbait-bait. Dan beceklah pipi-nya karena geli, karena asap dan abu dari benda-benda yang dia hanguskan--bukti bahwa kalian pernah saling tergila-gila--beterbangan masuk ke matanya. Semoga dia pergi dan tak pernah menoleh lagi. Hidupmu, hidupnya, pasti akan lebih mudah."
Author: Dee
10. "Sejarah memiliki tampuk istimewa dalam hidup manusia, tapi tidak lagi melekat utuh pada realitas. Sejarah seperti awan yang tampak padat berisi tapi ketika disentuh menjadi embun yang rampuh."
Author: Dee
11. "Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci.Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda."
Author: Dee
12. "Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan."
Author: Dee
13. "Tak ada cara untuk menggambarkannya dengan tepat. Tapi coba bayangkan ada sepuluh ribu ikan piranha yang menyergapmu langsung. Kau tak mungkin berpikir. Tak mungin mengucapkan kalimat perpisahan apalagi membacakan wasiat. Lupakan untuk berpisah dengan manis dan mesra seperti di film-film. Listrik membunuhmu dengan sensasi. Begitu dashyatnya. engkau hanya mampu terkulai lemas. Engkau mati tergoda"
Author: Dee
14. "Apakah penampilanku satu-satunya hal yang membuatku berharga? Jika begitu, jangan tatap aku. Wajahku bisa menyembunyikan hati yang palsu."
Author: Deepak Chopra
15. "Telah aku sisihkan namamusecara sembunyi di antara kelopakdan sari bunga lilas musim semiada yang jatuh di hijau rumputbeberapa masih bergayut di tangkai"
Author: Desi Puspitasari
16. "Tidak ada yang mencurigakan apapun darinya. Tidak tampak ada tanda – tanda bahwa dia punya perempuan lain. Tidak kelihatan sedang jatuh cinta. Tidak kelihatan sedang menyimpan dan menyembunyikan sesuatu. Jadi, aku bisa apa?"
Author: Dian Nafi
17. "Apalah yang lebih jahat dari manusia yang ingin membunuh jati diri bangsanya. Bila ia perlukan al-Qur'an dan undang-undang Islam seperti qazaf, ia akan menggunakan sekian ulama untuk menolongnya. Bila tiada perlu ia agama, ia akan mengelak-ngelak dan mendakwa agama dan siasah itu terpisah tiada kena-mengena. Ini jenis permaisuri celaka namanya."
Author: Faisal Tehrani
18. "Cinta mengungkapkan kualitaskualitas besar dan tersembunyi dari pencintanya--apa yang langka dan merupakan perkecualian dari dirinya: dalam artian bahwa cinta menyembunyikan apa yang biasabiasa saja"
Author: Friedrich Nietzsche
19. "Dari sekolah militer kehidupan: apa yang tidak membunuhku membuatku kuat"
Author: Friedrich Nietzsche
20. "Tiga hal yang tidak bisa lama tersembunyi : Matahari , bulan , dan kebenaran"
Author: Gautama Buddha
21. "Seseorang yang menafikan dunia seharusnya seorang yang membiarkan dunia dalam cacatnya. Bumi, "dunia ini", telah diabaikan. Maka ganjil bila orang itu pada saat yang sama juga ingin meluluhlantahkan apa yang buruk sekarang, seakan yakin bahwa dunia layak diperbaiki. Ganjil pula bila ia percaya kepada Tuhan yang mengatakan bahwa membunuh seseorang sama artinya dengan membinasakan seluruh umat manusia, sebab Tuhan itu adalah Tuhan yang tak menyesali apa yang ia ciptakan sendiri."
Author: Goenawan Mohamad
22. "Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Jika ia jatuh pada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji."
Author: Hamka
23. "Aku hanya mencemaskan kesehatan Anda. Anda tak berhak menilaiku berdasarkan tindakan yang kuperbuat jika itu semua kulakukan demi Anda. Anda tak tahu kan, berapa banyak peraturan tak tertulis di sini yang sudah aku langgar untuk melindungi Anda? Jadi, dengarkan ini baik-baik, aku sudah bunuh dokter itu karena dia mengenali Anda, titik. Tidak usah dipertanyakan lagi. Dan karena aku sudah susah payah mendatangkan dokter itu demi Anda, sekaligus membunuhnya juga demi Anda, jadi Anda tak berhak menolak makanan, minuman, dan obat yang sudah aku persiapkan demi Anda."
Author: Ida R. Yulia
24. "Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani."
Author: Iwan Setyawan
25. "Selama ini kulihat hidup semakin rumit. Banyak orang tega membunuh hati nurani dengan tangan mereka sendiri. Kusaksikan tangan-tangan politik semakin kotor, meraih kemenangan demi kepentingan sendiri. Pemimpin saling berebut nasi. Pemimpin yang bahkan tak bisa memimpin hidup mereka sendiri. Lumpur menggenangi ratusan rumah, mesjid, sekolah, warung nasi, juga kenangan. Lumpur panas yang tumpah karena uang dan ketidakpedulian. Bahkan ada juga yang membunuh dengan mengatasnamakan agama. Beberapa orang dilarang beribadah di tempat ibadah mereka sendiri. Di mana ada proyek sosial, di sana cenderung ada penipuan. Banyak orang kehilangan hati mereka sendiri. Keluarga merindukan kehangatan."
Author: Iwan Setyawan
26. "Menulis membebaskanku. Membesarkanku. Memberanikanku. Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani. Menulis adalah meditasi."
Author: Iwan Setyawan
27. "Aku lebih senang memilih opsi tidak menyembunyikan apa pun dari pasanganku meskipun harus berkonflik selama beberapa saat dengannya karena masalah itu, daripada harus menyembunyikan sesuatu yang akan membebaniku seumur hidup."
Author: Karla M. Nashar
28. "Rachel anaknya jangkung, cantik, rambutnya pirang, dan tak kenal takut. Yah, jauh di dalam lubuk hati sih ia juga merasa tidak aman, cemas kalau-kalau ia tak bisa beradaptasi, dan tertekan karena harus hidup memenuhi standar tinggi yang ditentukannya sendiri. Tapi semua itu tersembunyi jauh di dalam. Jauh sekali, sehingga jika kau berusaha mencapainya, ia akan mencincangmu sebelum kau bahkan bisa mendekat."
Author: Katherine Applegate
29. "Tegar dan pandai menyembunyikan perasaan adalah ciri-ciri orang yang sangat rapuh."
Author: Layla R. Aprilyani
30. "Di sebuah hari di bulan januarisudah lama sekali.. saya mencoba tidak lagi menyinggung ini padamutentag perasaanku yang tak pernah sampai..tentang hatiku yang tak pernah bisa beranjak darimutentang cintakunamun, kali ini..aku ternyata lelah sembunyiuntuk sesaat tak kuasa untuk meluapkankanpenuh harap, kau sudi membaca, memahaminya..telah lama kucoba melangkah maju, tak ingin lagi menengok ke belekangnamun slalu saja, hatiku selalu berhasil menuntunnya kembalikamu pasti sudah sadar, jatuh cinta bukanlah pengalaman pertama bagikuharusnya kutelah terbiasa melupakan, harusnya patah hati bisa kulalui dengan mudahtapi ntah mengapa, denganmu, semua berbeda..."
Author: Majdy
31. "Uhanku Yang Maha Penyayang,Engkau memerintahkanagar aku memuliakan orang tuadan keluargaku,...dan agar aku memungkinkanpencapaian impian hati mereka.Aku tahu bahwa aku tak mungkinmenyembunyikan dari pengetahuan Mu,tentang kerinduan hatikuuntuk mampu melakukanyang Kau perintahkan itu.Tuhan,aku mohon Engkau membuka tabiryang selama ini menutupi rezekiku.Mampukanlah aku membahagiakan keluargaku.Aamiin"
Author: Mario Teguh
32. "Kamera, video, telepon, dan internet membuat bersembunyi semakin sulit dilakukan sekarang ini" - Nicholas Flamel"
Author: Michael Scott
33. "Setiap orang bisa membunuh dengan darah panas, tanpa akal sehat. Tapi akal sehat adalah yang diminta sang raja pembunuh. Akal sehat mengatakan kepada Zulaika bahwa ia tidak mungkin berhasil dalam dua serangan melawan laki-laki yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari padanya."
Author: Mike Carey
34. "Jika kau membunuh kerbau, kau tidak akan memerah susunya setelah itu - Zulaika"
Author: Mike Carey
35. "Biar!tak kau ingat lampu-lampu yang menyihir kita menjadi orang yang mentertawakan dunia. tak kau ingat keringat meleleh di langkah kaki, di punggung, kening, menantang matahari! menunggingkan pantat ke muka-muka orang-orang yang dipuja sebagai dewa! o, engkau telah membunuh kenangan demikian cepat. seperti kulindas kecoak dengan ujung sepatuku. perutnya yang memburai, putih, mata yang keluar dari kepala, masih bergerak-gerak. aku menjadi pembunuh. seperti dirimu. demikian telengas. tanpa belas. kepada kenangan. biar. jika kau tak mau temani. biar kurasakan nyeri sendiri. di puncak sepiku sendiri!"
Author: Nanang Suryadi
36. "Hai Si Jebat, berpada-padalah engkau membunuh orang beribu-ribu ini, kerana engkau pun akan mati - Laksamana Hang Tuah."
Author: Noor Suraya
37. "Berani tanpa disertai kesabaran akan membunuh anda.Ambisius tanpa kesabaran dapat memusnahkan karier yang paling menjanjikan.Berjuang meraih harta tanpa kesabaran akan mengamblaskan milik yang sudah ada."
Author: Og Mandino
38. "..babak sinthesis sedang di ambang pintu. Yang jelas, semua yang telah terjadi akan abadi dalam ingatan bangsa ini dan umat manusia sepanjang abad, tak peduli orang suka atau tidak. Para pengarang akan menghidupkannya lebih jelas dalam karya-karyanya. Para pembunuh dan terbunuh akan menjadi abadi di dalamnya daripada sebagai pelaku sejarah saja. Topeng dan jubah suci akan berserakan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
39. "Ia menyimpan dendam. Dendam yang terus menyala sebelum pembunuhan menutupnya. Dan dendam itu bisa menjalar jadi perang kampung."
Author: Pramoedya Ananta Toer
40. "Ada yang membunuh. Ada yang dibunuh. Ada peraturan. Ada undang-undang. Ada pembesar, polisi, dan militer. Hanya satu yang tidak ada: keadilan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
41. "Kami antarsaudara terpaksa saling bunuh hanya karena kekuasaan. Itulah yang nyaris terjadi di setiap negara. Demokrasi yang sekarang menggejala, apakah benar akan mengantarkan manusia pada kesadaran untuk berhenti saling membunuh? Tidak juga. Di negeri seberang, di mana kudengar demokrasi diberikan begitu leluasa, malah kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan terhadap perempuan, saling fitnah, saling rebut kekuasaan hampir terjadi setiap hari."
Author: Putu Fajar Arcana
42. "PERCAKAPAN DUA RANTINGkalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani munculkan diri, dan kau tinggal untuk menanti? cari. andai bumi sembunyi saat kau berlari? mimpi. lalu malam menyer-gapmu dalam pandang tiada tepi? hati.baik...aku tak lagi memberimu mungkin? kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari kalbumu? sampai. akankah kau patahkan tubuhmu hingga musim tiada berganti? mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari.juga kau benamkan yang lain dalam jurang di matamu? aku. katakan bahwa kau mene-rimamu seperti aku memberimu?...kau? ya. kau?...aku.Besancon, oktober sebelas 1997."
Author: Radhar Panca Dahana
43. "Janganlah hanya faham erti kata-kata yang tertulis dalam Al-Qurankerna dibawah yang tertulis terdapat erti yang tersembunyidi bawah erti lapis kedua ada lagi erti baru,yang menyilaukan fikiran dan pandanganErti keempat, kecuali Nabi, tak ada yang pernah memahamikebesaran Tuhan, yang tiada tanding dalam Keghaibanhitunglah erti tersembunyi itu sampai tujuhkisah bermakna yang mengagumkan dari langitWahai kawan, janganlah memandang jilid Al-Quran.Bagi setan, manusia hanyalah sepotong daging.Bagaikan manusialah Al-Quran itu,Bentuk lahir diluar dengan ruh diam-diam didalamnya."
Author: Rumi
44. "Saya mimpi tentang sebuah dunia dimana ulama, buruh, dan pemuda bangkit dan berkata, "stop semua kemunafikan ! Stop semua pembunuhan atas nama apapun.. dan para politisi di PBB, sibuk mengatur pengangkatan gandum, susu, dan beras buat anak-anak yang lapar di 3 benua, dan lupa akan diplomasi.Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apapun, ras apapun, dan bangsa apapun..dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik."
Author: Soe Hok Gie
45. "Ciri-ciri kesan Islam pada sejarah sesuatu bangsa harus dicari bukan pada perkara-perkara atau sesuatu yang zahir mudah ternampak oleh mata kepala, akan tetapi lebih pada perkara-perkara yang terselip tersembunyi dari pandangan biasa, seperti pemikiran sesuatu bangsa yang biasa terkandung dalam bahasa."
Author: Syed Muhammad Naquib Al Attas
46. "Jika kisahmu diulang seribu tahun setelah kepergianmu, maka mereka yang mencintaimu akan merasakan kehilangan yang sama dengan para sahabat yang menyaksikan hari terakhirmu, wahai Lelaki yang Cintanya Tak Pernah Berakhir. Mereka membaca kisahmu, ikut tersenyum bersamamu, bersedih karena penderitaanmu, membuncah bangga oleh keberhasilanmu, dan berair mata ketika mendengar berita kepergiamnmu. Seolah engkau kemarin ada di sisi, dan esok tiada lagi. (Muhammad - Para Pengeja Hujan)"
Author: Tasaro G.K.
47. "Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya…. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik."
Author: Tere Liye
48. "Seorang alim masih boleh menghidupkan ekonomi bangsanya walaupun setelah ratusan tahun meninggal dunia; ramai ahli politik membunuh ekonomi bangsa walau memerintah satu penggal."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
49. "Kematian selalu membuntuti Kehidupan dengan begitu dekat, bukanlah karena keharusan biologis, melainkan karena rasa iri. Kehidupan ini begitu indah, sehingga maut pun jatuh cinta padanya. Cinta yang pencemburu dan posesif, yang menyambar apapun yang bisa diambilnya"
Author: Yann Martel
50. "Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikan 1001 kisah.Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah.Bulir-bulir yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan.Sejuk, mirip embun.Hidup seperti ini.Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan.Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna homogen indah.Dentingan sisa-sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata.Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu.Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apa pun."
Author: Yoana Dianika

Embun Quotes Pictures

Quotes About Embun
Quotes About Embun
Quotes About Embun

Today's Quote

Loki started to speak, but his knees gave out. He pitched forward, and I rushed to catch him. He fell into my arms, and I lowered him to the floor."Loki?" I brushed the hair back from his eyes, and they fluttered open."Wendy." He smiled up at me, but the smile was weak. "If I'd known that this is what it would take to get you to hold me, I would've collapsed a long time ago.""What is going on, Loki?" I asked gently. If he hadn't been so obviously distressed, I would've swatted him for that comment, but he grimaced in pain when I touched his face."Amnesty," he said thickly, and his eyes closed. "I need amnesty, Princess." His head tilted to the side, and his body relaxed. He'd passed out."
Author: Amanda Hocking

Famous Authors

Popular Topics