Top Ilmu Quotes

Browse top 86 famous quotes and sayings about Ilmu by most favorite authors.

Favorite Ilmu Quotes

1. "Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, seorang pemikir yang dikenal cukup baik oleh dunia pemikiran Barat maupun Islam, memandang problem terberat yang dihadapi manusia dewasa ini adalah hegemoni dan dominasi keilmuan sekular Barat yang mengarah pada kehancuran umat manusia. (Kebingungan Liberalisme, hal.3)"
Author: Adian Husaini
2. "Anak-anakku, ilmu bagai nur, sinar. Dan sinar tidak bisa datang dan ada di tempat yang gelap. Karena itu, bersihkan hati dan kepalamu, supaya sinar itu bisa datang, menyentuh dan menerangi kalbu kalian semua."
Author: Ahmad Fuadi
3. "Imtihan nihai bukan hanya sekadar membuktikan seberapa banyak ilmu yang telah diserap otak, tapi seberapa kuat seorang siswa melawan tekanan waktu, kebosanan, psikologis dan fisik. Siapa yang bisa mengatasi semua faktor itu, maka dia adalah pemenang."
Author: Ahmad Fuadi
4. "Tuntutlah ilmu, karena jika Anda seorang kaya maka ilmu itu memperindah Anda dan jika Anda miskin maka ilmu memelihara Anda"
Author: Ali
5. "Jangan buat ilmumu menjadi kebodohan,dan keyakinan menjadi keraguan, jika engkau mempunyai pengetahuan, lakukanlah, jika engkau yakin majullah!"
Author: Ali
6. "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan."
Author: Ali Bin Abi Thalib Ra
7. "Darinya, aku mengambil filosofi bahwa belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan; bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seorang yang bukan penakut."
Author: Andrea Hirata
8. "Jika hati kita tulus berada di dekat orang berilmu, kita akan disinari pancaran pencerahan, karena sesungguhnya kepintaran sangat mudah menjalar."
Author: Andrea Hirata
9. "Itulah penyakit kalian, orang Melayu. Terlalu manja, banyak teori kiri kanan, ada sedikit harta, ada sedikit ilmu, sudah sibuk bersombong-sombong...."
Author: Andrea Hirata
10. "Man filmu žurnalistika ir pavisam nesaistoša blakus nodarbošanas. Es nenododos tai ne tuvu ar tadu profesionalu pamatigumu ka daudzi no maniem biedriem. Kad diena pavadita pie rakstammašinas, ir gluži patikami vakara aizbraukt uz kadu studiju un noskatities izradi. Es skatos caurmera divas, tris filmas nedela. Ziema vairak, vasaras menešos mazak. Telpas ir ertas un majigas. Skatitaji parastie, pazistamie laudis. Izrada vienmer tikai vienu filmu – lieki nenogurdinot. Preses izrades šad tad apmekle aktieri vai režisori, apsestas pedeja rinda un vero žurnalistu reakciju. Tuvojoties godalgošanas laikam, Holivuda specigi sasparojas. Vairojas preses konferences, vairojas pirmizrades ar druzmu, starmetejiem, ar premjeru piedališanos, fotografu bariem, televizijas kameru bidišanos. Savs raibums un spirgtums zinotaja – verotaja gaitam piemit, un tikai loti retais žurnalists maina savu profesiju pret kadu citu, mierigaku darbu"
Author: Anšlavs Eglitis
11. "Tulisan Ki Hadjar Dewantara mengandung greget dan bernafaskan perdjuangan. Bukan semata-mata sebagai beberan dan bahasan ilmu, tetapi ia djuga mengandung petundjuk memperdjuangkannya gagasan itu. Bukan hanja kupasan tanpa tudjuan, bukannja ilmu tanpa tjita-tjita jang dikemukakan dan dilengkapi dan dipersenjatai ilmu. Tulisan-tulisannja tidak sadja menjuruh orang untuk berfikir, tetapi ia mengadjak kita berbuat, berdjuang untuk tjita-tjita dengan pengetahuan sebagai sendjatanya - Pengantar Buku Pendidikan Karya Ki Hadjar Dewantara"
Author: Arif Saifudin Yudistira
12. "Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, seorang ilmuwan akan mencari pola, dan seorang beriman akan mencari Tuhan"
Author: Ayu Utami
13. "So they stood upon the shores of Faith and felt the old dogmas and certainties ebbing away rapidly under their feet and between their toes, sapping the foundations upon which they stood, a sensation both agreeably stilmulating and sightly unnerving"
Author: David Lodge
14. "Bi al-Lughoh na'rifu al-‘ilma wa bi duunihaa kunna fi adh-dhalaam. Dengan bahasa kita bisa menguasai ilmu dan tanpanya kita akan berada dalam kegelapan (kebodohan)"
Author: Dian Nafi
15. "Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?"
Author: Emha Ainun Nadjib
16. "Semua perempuan yang baik menemukan bahwa ilmu pengetahuan adalah bertentangan dengan kesopanan mereka. Ia membuat mereka merasa seakanakan ada orang yang ingin melihat dibalik kulit mereka--atau yang lebih parah! Dibalik pakaian dan kosmetik mereka..."
Author: Friedrich Nietzsche
17. "Wahai anakku! dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaaNya yg tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dg menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalannanmu dan sabar sebagai jangkar dlm setiap badai dan cobaan (Ali bin Abi thalib ra)"
Author: Hanum Salsabiela Rais
18. "Ilmu pengetahuan itu pahit pada awalnya, tetapi manis melebihi madu pada akhirnya"
Author: Hanum Salsabiela Rais
19. "Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi…dari amal (action) yang keluar dari setiap desah nafas kita"
Author: Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah
20. "E ora sapte si jumatate, nu mi-e foame si filmul începe abia la noua; ce-as putea face? Trebuie sa merg repede, ca sa ma încalzesc. Ezit: în spatele meu bulevardul duce în inima orasului, catre podoabele de foc ale strazilor centrale, la Palatul Paramount, la Imperial, la Marile Magazine Jahan. Nu ma atrage deloc: e ora aperitivului; fiintele, cânii, oamenii, toate aceste mase moi care se mlsca spontan, le-am vazut destul pentru moment."
Author: Jean Paul Sartre
21. "Hari ini memanggil-manggilmu, mencoba mendapatkan perhatianmu, tapi kau terpaku pada hari esok dan hari ini pun berlalu tetes demi tetes seperti air di dalam talang."
Author: Jerry Spinelli
22. "? Acum, de fapt, nici nu ma mai intereseaza filmul. ? De ce?? Pentru ca începe filmul... nostru."
Author: Mihail Drumeş
23. "Ilmu itu tumpang menumpang, murid menumpang ilmu guru, guru juga turut menumpang kebijaksanaan muridnya. Itulah dia 'taawun' iaitu saling mengambil manfaat antara satu sama lain."
Author: Nik Abdul Aziz Nik Mat
24. "Dengan wang kamu hanya boleh membeli buku tetapi tidak boleh membeli ilmu."
Author: Pahrol Mohamad Juoi
25. "Tidak ada kesalah-pahaman mengenai ilmuwan yang lebih besar daripada kepercayaan yang berkembang bahwa mereka adalah individu-individu yang dingin, keras, dan tak berjiwa."
Author: Paul Davies
26. "Guru Sejati tak pernah mengabarkan bahwa dia memiliki ilmu dia juga tak pernah berkehendak mengumpulkan murid-murid sebagai tempat berbagi kesaktian justru para murid itu yang datang dengan sukarela untuk menimba pengetahuan…"
Author: Pitoyo Amrih
27. "Melawan pada yang berilmu dan pengetahuan adalah menyerahkan diri pada maut dan kehinaan"
Author: Pramoedya Ananta Toer
28. "Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. Kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannya—kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya.(Anak Semua Bangsa, h. 77)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
29. "Tak ada brahmana angkuh. Mereka hanya lebih mengerti, lebih tahu daripada orang yang menganggap pengetahuan dan ilmu sebagai keangkuhan."
Author: Pramoedya Ananta Toer
30. "Semakin banyak anda membaca,semakin banyak ilmu yang akan anda perolehi"
Author: Sara Shepard
31. "Bukan banyaknya harta dan ilmu yang membuat seseorang bisa memberi, tapi kemauan untuk berbagi"
Author: Satria Nova
32. "Kita bangun manusia yg miliki karakter, bukan sekedar kuasai ilmu pengetahuan, tapi jg tangguh kepribadiannya & berbudi luhur"
Author: SBYudhoyono
33. "Orang yang mengerti ilmu jiwa adalah yang paling sempurna perilakunya"("
Author: Sinta Yudisia
34. "Ibarat manusia tanpa keperibadian, universiti moden tidak mempunyai pusat yang sangat penting dan tetap, tidak ada prinsip-prinsip utama yang tetap, yang menjelaskan tujuan akhirnya. Ia tetap menganggap dirinya memikirkan hal-hal universal dan bahkan menyatakan memiliki fakulti dan jurusan sebagaimana layaknya tubuh suatu organ - tetapi ia tidak memiliki otak, jangan akal (intellect) dan jiwa, kecuali oleh dalam suatu fungsi pengurusan murni untuk pemeliharaan dan perkembangan jasmani. Perkembangannya tidak dibimbing oleh suatu prinsip yang akhir dan tujuan yang jelas, kecuali oleh prinsip nisbi yang mendorong mengejar ilmu tanpa henti dan tujuan yang jelas."
Author: Syed Muhammad Naquib Al Attas
35. "Definisi epistemologis yang paling tepat untuk ilmu, dengan Allah Subhanallahu wa Ta'ala sebagai sumbernya, ialah tibanya (husul) makna (ma'na) sesuatu benda atau objek ilmu ke dalam jiwa. Dengan memandang jiwa sebagai penafsir maka ilmu adalah tibanya (wusul) diri (jiwa) kepada makna sesuatu hal atau suatu objek ilmu."
Author: Syed Muhammad Naquib Al Attas
36. "Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah."
Author: Tere Liye
37. "Dalam urusan apapun, penting sekali memiliki ilmunya. Maka, tuntutlah ilmu setinggi mungkin, rengkuh dia dari tempat-tempat jauh, kumpulkan dia dari sumber-sumber terbaik, guru-guru yang tulus, agar terang cahaya kalian, terang oleh ilmu itu."
Author: Tere Liye
38. "Jangan berasa malu apabila kita tidak tahu tentang sesuatu. Membaca, mengkaji dan rajinlah bertanya. Sungguh kita tidak akan pernah rugi. Allah mengurniakan kehendak pada diri kita untuk menimba ilmu. Maknanya, Peluang sentiasa terbuka untuk kita menerokanya," Fidae'i Al Humaidi"
Author: Thoyba Mursyidah
39. "Perkembangan ilmu bisa dicapai dengan melakukan perubahan pola pikir dan pendefinisian lengkap komunikasi berantai dalam struktur piramida rantai makanan yang tersusun rapi."
Author: Toba Beta
40. "Penekanan al-Quran terhadap hubungan intim antara epistemologi dan aksiologi dan kerohanian bukan bertujuan untuk merubah keobjektifan data dan fakta yang telah disahkan dengan betul. Sebaliknya ia bertujuan untuk memberi petunjuk yang sempurna, hikmah dan makna berhubung pelbagai dimensi usaha-usaha epistemologi. Justeru itu konsep ilmu dalam Islam mempunyai tujuan, yang ekoran daripadanya pula sejajar secara idealnya dengan keperluan-keperluan weltanshauungnya. Pendapat kesemua sarjana Islam adalah tepat bahawa tujuan utama ilmu adalah untuk mengenali Allah. Walaupun mereka berselisih tentang darjah-darjah ilmu ini."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
41. "Walaupun orang Yahudi yang berpengaruh tidak mengamalkan agama Yahudi, malah, seperti Einstein, mungkin menolak agama itu sama sekali, namun kesetiaan kepada nasib dan masa hadapan bangsa Yahudi amat mendalam. Mereka mempunyai tradisi ilmu yang lama, berpunca dari kitab Taurat dan tulisan Rabbi dan cendekiawan mereka. Mereka menghayati apa yang disebut oleh Eban sebagai "satu keghairahan mencari makna" (passion for meaning) yang telah membuat mereka berusaha mengharungi segala kesusahan sepanjang sejarah."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
42. "Penekanan kepada ilmu sebagai satu kuasa (knowledge is power) membuat pemimpin dan pentadbir merancang dan melaksanakan dasar yang boleh mengembangkan ilmu, dan sekali gus mendapat kekuatan baru dalam hal tersebut. Kuasa Barat yang menjajah negara lain semuanya meletakkan peranan besar ilmu terutama dari segi memahami bahasa, pemikiran, budaya dan tradisi jajahan takluknya. Penekanan ini telah berjalan dengan teratur dengan gigih sehinggalah menimbulkan bidang pengajian baru, yang mengenai dunia Asia-Afrika disebut "Orientalisme"."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
43. "Masyarakat berbudaya ilmu tidak akan boleh, dan tidak akan redha ditipu oleh pemimpin mereka di setiap lapangan kehidupan."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
44. "Saifuddin al-Amidi (1233 Masihi) dalam kitabnya yang terkenal Abkar al-Afkar telah mengumpul dan menganalisis semua takrif ilmu yang terdapat pada zamannya secara terperinci. Beliau mendapati bahawa takrif yang dikemukakan oleh Fakhruddin al-Razi (meninggal dunia 1209 Masihi) adalah yang terbaik. Takrif itu, yang diketengahkan semula dan diperbaiki lagi oleh Profesor Syed Muhammad Naquib al-Attas ialah seperti yang berikut:Merujuk kepada Allah sebagai asal segala ilmu, ia (ilmu) adalah ketibaan makna sesuatu ke dalam diri seseorang. Apabila merujuk kepada diri sebagai pentafsir, ilmu adalah ketibaan diri seseorang kepada makna tentang sesuatu."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
45. "Perlu diingatkan bahawa oleh kerana al-Quran datangnya daripada Allah dan ilmu dan hikmah-Nya yang disampaikan dalam al-Quran tidak terbatas kepada atau dihabiskan oleh sesuatu masyarakat dan sejarahnya, maka tujuan pendekatan sosiologi bukanlah untuk mengaitkan hikmah Ilahi dan menghadkannya kepada detik-detik sosiosejarah yang khusus. Tujuanya ialah untuk memperakui kebijaksanaan-Nya mengendalikan makhluk-Nya yang wujud dan bertindak tanpa peralatan yang terdapat dalam dunia perseptual dan konseptual."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
46. "Budaya ilmu juga bermakna ilmu dituntut dengan berbagai-bagai cara seperti pembacaan dan pendengaran atau pengalaman. Walaupun Islam menekankan kebolehan menulis dan membaca, tetapi dalam masyarakat Islam dahulu buta huruf tidak bermakna buta ilmu."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
47. "Kesamaran yang jelas terdapat berkaitan perhubungan yaqin dan zann pada tahap ilmu manusia, walaupun jika ia berdasarkan sumber Ilahi, sepatutnya dilayani dan dihargai sebagai satu keresahan positif. Di sebelah pihak iaitu, pihak yang berkeyakinan, menekankan kemungkinan keputusan-keputusan yang dibuat oleh manusia dan mengelakkan keraguan yang tekal dan buruk padahnya amatlah penting. Pada pihak yang lain pula, aspek keraguan akan keresahan itu mesti sentiasa diingati demi mencegah kefanatikan dan kesombongan yang melampau sama ada berbentuk teologis, saintifik atau sejarah, yang telah mengakibatkan banyak penderitaan manusia, di samping menggalakkan penyelidikan lanjut dalam semangat ijtihad dan shura. Sikap ini akan menggalakkan kerjasama dan akan memajukan perkembangan sains, kemanusiaan dan tamadun bukan sahaja di kalangan orang Islam, tetapi seluruh kemanusiaan."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
48. "Al-Quran juga mengisyaratkan bahawa terdapat sumber-sumber ilmu yang lain yang jika diiringi dengan kajian dan orientasi yang betul akan dapat menyempurnakan kebenaran ilmu wahyu; sebab pada akhirnya ia berasal daripada sumber yang sama: Allah, tempat asal semua perkara. Walau bagaimanapun oleh kerana ilmu bukan wahyu (aqli) tidak dianugerahkan oleh Allah secara langsung kepada manusia dan ia terdedah kepada begitu banyak batasan-batasan metodologi dan sistem nilai, maka ia tidak mendokong status yang sama seperti wahyu."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
49. "Komunitas yang bangkit ini tidak berasal dari kalangan militer atau politikus kerana kedua kelompok ini sedang berada dalam bayang-bayang cobaan sehingga tidak mampu berperan lagi di persimpangan sejarah yang kritis ini. Kerana itu hampir semua sisi kesejarahan meniscayakan tanggungjawab dan menawarkan peran bagi kalangan intelektual untuk merekonstruksi khazanah ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang diluluhlantakkan serbuan Mongol di Timur dan Sepanyol di Barat. Mereka harus membangun kedua modal itu sehingga kejayaan ilmiah dapat menggantikan kejayaan politik yang hilang akibat bencana perpecahan dan fanatisme golongan yang akut. Keduanya juga diperlukan guna membangun jaring ruhani dan pemikiran yang memelihara eksistensi dan identitas umat Islam dari keruntuhan, erosi dan perpecahan."
Author: Yusri Abdul Ghani Abdullah
50. "Penyakit orang-orang 'muda' yang baru menapakkan kakinya beberapa langkah di dunia ilmu keislaman adalah mereka tidak mengetahui kecuali satu pendapat dan satu sudut pandang yang mereka dapatkan dari satu orang syaikh. Mereka membatasi diri dalam satu madrasah dan tidak bersedia mendengar pendapat lainnya atau mendiskusikan pendapat-pendapat lain yang berbeda dengannya.."
Author: Yusuf Al Qaradawi

Ilmu Quotes Pictures

Quotes About Ilmu
Quotes About Ilmu
Quotes About Ilmu

Today's Quote

The only measurement I understand is perfection."
Author: Amit Kalantri

Famous Authors

Popular Topics