Top Kampung Quotes

Browse top 14 famous quotes and sayings about Kampung by most favorite authors.

Favorite Kampung Quotes

1. "Kawan, di kampung kami kebenaran harganya hanya seribu lima ratus perak. Warnanya hitam, bergenang di dalam gelas, saban pagi."
Author: Andrea Hirata
2. "Alam dan manusia telah membikinnya tidak brdaya dalam umur yang baru setengah abad. Sejak meninggalkan kampung halaman dan keluarga ia hanya mengenal penderitaan, tindasan, dan aniaya. Kami hanya dapat menangis dalam hati. Dan itupun tidak berguna. Orang-orang Jepang yang telah menindasnya sampai ia jadi begitu sekarang mungkin hidup senang di tengah keluargaya. Ya, sejak 1950, mungkin sudah sejak 1945."
Author: Pramoedya Ananta Toer
3. "Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi."
Author: Pramoedya Ananta Toer
4. "Pernah kudengar orang kampung bilang : sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya(Anak Semua Bangsa, h. 98)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
5. "Ia menyimpan dendam. Dendam yang terus menyala sebelum pembunuhan menutupnya. Dan dendam itu bisa menjalar jadi perang kampung."
Author: Pramoedya Ananta Toer
6. "Dia sangat cinta pada republik, revolusi, dia mencintai kampung halamannya, biarpun busuk-busuk membumbungkan gas lumpur dan kotorannya sendiri."
Author: Pramoedya Ananta Toer
7. "Tak akan ada kampung sebersih ini di atas gunung kalau tak ada kerukunan di antara para penghuni."
Author: Pramoedya Ananta Toer
8. "Adat kampung tidak membenarkan seorang anak menyebut nama orang tuanya selagi ia masih bergantung pada mereka - Pembicaraan Dengan Nait, Seorang Wanita Alfuru, Wai Lo"
Author: Pramoedya Ananta Toer
9. "Orang kampung seperti sahaya ini, bendoro muda, kelahirannya sendiri sudah suatu kecelakaan. Tak ada sesuatu yang lebih celaka dari nasib orang kampung."
Author: Pramoedya Ananta Toer
10. "Jalan setapak memasuki hutan gempol itu sedikit berair. Anggrek bulan dengan bunga birunya yang sedang mekar menggelantung dibuai angin pagi. Juga jenis anggrek bulan lain dan anggrek merpati ramai bergelantungan pada pohon gempol. Malah serumpun anggrek harimau tenang-tenang mendekam diketinggian cabang. Bunganya yang kuning berbelang coklat serasa hendak meloncat untuk menerkam. Sayang sekali keindahan alam itu masih belum dapat dinikmati orang buangan ini. Juga tidak oleh penghuni kampung-kampung di gunung. Mereka baru bisa bicara tentang lapar."
Author: Pramoedya Ananta Toer
11. "Adat itu bikin orang jadi bodo. Adat larang orang kampung belajar menulis, membaca, bikin gambar."
Author: Pramoedya Ananta Toer
12. "Persaudaraan yang diikat oleh sesuatu. Dengan ikatan itu mereka saling menjaga, saling membantu bila ada keperluan, merupakan saudara seperti satu keluarga sendiri, dalam fam atau marga yang sama. Ikatan ini merupakan dan mempunyai ketentuan hukum, disamoing hukum perkawinan yang eksogamis; mereka tidak dibenarkan kawin dengan orang sekampung atau semarga."
Author: Pramoedya Ananta Toer
13. "Kami baru pulang dari tanah kuburanyang menanam kampung kami."
Author: Suhaimi Haji Muhammad
14. "Nah, walau tiga suku bangsa ini punya kampung sendiri, kampung Cina, kampung Dayak, dan kampung Melayu, kehidupan di Pontianak berjalan damai. Cobalah datang ke salah satu rumah makan terkenal di kota Pontianak, kalian dengan mudah akan menemukan tiga suku ini sibuk berbual, berdebat, lantas tertawa bersama—bahkan saling traktir. "Siapa di sini yang berani bilang Koh Acong bukan penduduk asli Pontianak?" demikian Pak Tua bertanya takzim."
Author: Tere Liye

Kampung Quotes Pictures

Quotes About Kampung
Quotes About Kampung
Quotes About Kampung

Today's Quote

Eureka! - I have found it!"
Author: Archimedes

Famous Authors

Popular Topics