Top Keluar Quotes

Browse top 49 famous quotes and sayings about Keluar by most favorite authors.

Favorite Keluar Quotes

1. "Hanya dengan kerja keras dan keinginan kuat untuk berbuat yang terbaik dalam setiap bentuk pengabdian, kita bersama dengan komponen bangsa lainnya dapat menjadi patriot-patriot yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat. Bangsa Indonesia harus berani keluar dari "Comfort Zone", membangun kapasitas dirinya, sehingga siap untuk meraih segala peluang serta menjawab berbagai tantangan di abad 21 yang begitu kompleks dan penuh ketidakpastian."
Author: Agus Harimurti Yudhoyono
2. "Jika sebuah tali itu sudah sangat mengencang, itu tandanya akan putus. Jika malam sudah gelap gulita, itu tandanya bahwa kegelapan akan segera lenyap. Jika sebuah masalah itu sudah sangat menghimpit, itu tandanya akan ada jalan keluar."
Author: Aidh Bin Abdullah Al Qarni
3. "Samalah juga apabila seseorang itu menjadi ADUN atau wakil rakyat, dia akan segera disebut "Yang Berhormat", dan yang lebih atas lagi "Yang Amat Berhormat" meskipun ada yang mungkin telah berkhianat kepada keluarga, budaya, alam, atau sejarah bangsanya."
Author: Baharuddin Zainal
4. "Semakin aku mengenal sistem, semakin aku yakin bahwa reformasi pendidikan adalah satu-satunya solusi bagi remaja bermasalah di luar sana. Tanpa keluarga yang stabil, tanpa prospek mendapatkan pekerjaan bergengsi yang akan membantu keuangan keluarga, pendidikan adalah harapan terbesar mereka."
Author: Barack Obama
5. "Keluar dari sini, aku berharap bisa berbahagia untuk Ibu. Untuk Pak Ridwan. Untuk Hara. Untuk diriku sendiri karena keluargaku sudah ada yang mengayomi. Namun, sejenak saja di sekat kecil wartel ini, aku ingin menangis untuk Ayah. Untuk ketiadaannya. Untuk rumah mungil kami yang sebentar lagi tidak berpenghuni. Untuk lembar lain sebuah masa."
Author: Dee
6. "Kamu hebat," decaknya, "itu memang keajaiban. Saya bisa merasakan, anak-anak tadi nyaman banget dengan diri mereka sendiri. Kamu berhasil memancing karakter mereka keluar. Mereka jadi percaya diri, punya harga diri. Punya kebanggaan"
Author: Dee
7. "Tidak ada yang tahu bagaimana kenangan bekerja. Keluar masuk ingatan seenaknya sendiri."
Author: Desi Puspitasari
8. "Seberkas cahaya menjadi begitu luar biasa bukan karena cahayanya, tetapi karena keadaan sekelilingnya. Semakin pekat, semakin bernilailah cahaya itu. Maka nilai itu bukan oleh apa yang di keluarkan, tetapi apa yang telah memberikannya. Karena hanya dengan memberikan dia akan menerima."
Author: Dian Nafi
9. "Sedikit demi sedikit akan ku kumpulkan air ini meskipun hanya setetes, untuk bisa bertahan hidup dan kelangsungan hidup lebih baik lagi, karena kita hidup di gurun padang pasir. dan takkan kusia-siakan air keringat yang keluar."
Author: DonaDevil
10. "Air mata yang keluar adalah salah satu bentuk kekuatan dari diri yang terlahir dalam kerinduan yang sangat besar."
Author: DonaDevil
11. "Semua persoalan di dunia pasti ada jalan keluarnya, tapi itu bukan dengan joget."
Author: Donny Dhirgantoro
12. "Bepergian pulang-pergi bekerja ternyata mengganggu kebahagiaan kita maupun kesehatan jasmani kita. Setiap menit yang dihabiskan di jalanan berarti satu menit lebih sedikit yang bisa kita manfaatkan bersama keluarga dan sahabat."
Author: Eric Weiner
13. "PESAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK LELAKI:Kau harus berani mengatakan "tidak" untuk yang salah dan "ya" untuk yang benar. Kau harus melindungi martabat rumahmu dengan menjaga saudara-saudara perempuanmu dan ibumu. Kau harus berani melindungi yang tertindas. Dan jika kau berkeluarga nanti, kau sudah mati sebagai lelaki, tapi kau berganti menjadi suami dan ayah. Kau harus selalu pulang ke rumah dan mengabdi kepada istri dan anak-anakmu. Kau harus bekerja dan menafkahi mereka. Kau harus jadi ayah dan suami yang bisa menjaga kehormatan mereka."
Author: Gola Gong
14. "Kawal rasa cinta itu. kalau betul cinta, cinta biar ke syurga. maka apa persediaan kau untuk bawa keluarga kau ke syurga? adakah dinamakan cinta kalau kita sekadar melemparkan pasangan kita ke neraka?: muka surat 148"
Author: Hilal Asyraf
15. "Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi…dari amal (action) yang keluar dari setiap desah nafas kita"
Author: Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah
16. "Selama ini kulihat hidup semakin rumit. Banyak orang tega membunuh hati nurani dengan tangan mereka sendiri. Kusaksikan tangan-tangan politik semakin kotor, meraih kemenangan demi kepentingan sendiri. Pemimpin saling berebut nasi. Pemimpin yang bahkan tak bisa memimpin hidup mereka sendiri. Lumpur menggenangi ratusan rumah, mesjid, sekolah, warung nasi, juga kenangan. Lumpur panas yang tumpah karena uang dan ketidakpedulian. Bahkan ada juga yang membunuh dengan mengatasnamakan agama. Beberapa orang dilarang beribadah di tempat ibadah mereka sendiri. Di mana ada proyek sosial, di sana cenderung ada penipuan. Banyak orang kehilangan hati mereka sendiri. Keluarga merindukan kehangatan."
Author: Iwan Setyawan
17. "Ah, semuanya. Semuanya. Hidup penuh dengan keprihatinan. Tidak mudah dimengerti oleh anak-anak tapi Ibuk ingin menyelamatkan mereka. Hidup dengan kesederhanaan untuk masa depan keluarga."
Author: Iwan Setyawan
18. "Ketika kesederhanaan dan cinta keluarga menyelamatkannya."
Author: Iwan Setyawan
19. "Dari hutan bambu itu, hidup Bayek tak akan sama lagi. Janji untuk Ibuk. Janji untuk Bapak. Janji untuk saudara-saudaranya terpatri dalam hidupnya. Janji untuk keluarga."
Author: Iwan Setyawan
20. "Ia mulai belajar menata hidupnya, hidup suaminya. Hidup anak-anaknya kelak. Hidup keluarganya kelak."
Author: Iwan Setyawan
21. "Dapur ini penuh dengan jelaga. Hidup ini mungkin akan penuh jelaga juga. Tapi anak-anakkulah yang akan memberi warna terang dalam hidupku. Ini hartaku. Dan kini saatnya, semua yang telah keluar dari rahimku bisa hidup bahagia. Tanpa jelaga, lanjutnya."
Author: Iwan Setyawan
22. "Sing tabah Le. Kamu kuliah yang pinter. Nggak apa-apa jauh dari keluarga sebentar. Biar kamu nanti dapat kerja bagus. Yang penting, jangan pernah telat makan. Jangan takut, Le. Coba dulu," nasihat Ibuk lewat telepon."
Author: Iwan Setyawan
23. "Akan kulanjutkan kembali tulisan tentang Ibuk. Tentang kekokohan keluarga Bapak. Orang-orang yang melihat kemiskinan bukan sebagai penderitaan tapi titik awal sebuah perjuangan."
Author: Iwan Setyawan
24. "Cinta Ibuk selalu segar untuk keluarga. Cinta Ibuk selalu terang untuk Bapak."
Author: Iwan Setyawan
25. "Seol : "Kenapa Nona tidak mengantarkannya keluar? Kenapa Nona hanya duduk di sini? Kenapa?(Wol tersneyum menjawab tanpa ekspresi)Wol : "Setiap kali ujung pakaiannya menyapu gerimis yang membawanya kesini, dan setiap kali gerimis yang beristirahat di atas rumput, beristirahat di atas tanah, dan beristirahat bersama embusan angin membasahi setiap bagian pakaiannya, maka itu berarti aku sedang mengiringinya sampai ke istana..."
Author: Jung Eun Gwol
26. "Bagaimana Ibu bahagia dengan seorang putri yang pada akhirnya akan meninggalkan Ibu untuk menyatu dengan keluarga suaminya?--Meskipun seorang putra akan tinggal bersamaku sampai aku meninggal dunia, aku takkan pernah dapat mengatakan kepadanya segala sesuatu yang kukatakan padamu. Aku takkan pernah bisa mengungkapkan kerapuhanku kepada seorang putra."
Author: Kim Dong Hwa
27. "Karena ia tidak mempunyai hak untuk memintaku tinggal, ditaruhnya sebelah sepatu menghadap keluar. Dan karena ia tidak ingin aku pergi, ia menaruh yang sebelah lagi menghadap ke dalam. Begitu melihat sepatu, langsung kusadari hatinya yang galau"
Author: Kim Dong Hwa
28. "Mungkin aja lo pikir, anak-anak dari keluarga miskin itu menderita. Tapi siapa tahu, mereka justru lebih bahagia daripada kita karena mereka nggak terikat materi."
Author: Lexie Xu
29. "Wahai Tuhanku Yang Maha Lembut,Aku tahu Engkau tak perlu kuingatkan,tapi untuk kedamaian hatiku,ijinkanlah aku mengingatkan-Mu,...aku ini hanya berharap kepada-Mu.Aku mohon agar engkau menjauhkankudari gurauan kehidupan,yang mempermainkankuantara harapan dan kekecewaan.Perlakukanlah aku dengan lembutdan penuh kasih, damaikanlah hatiku,bahagiakanlah keluargaku,dan sejahterakanlah hidupku.Aamiin"
Author: Mario Teguh
30. "Uhanku Yang Maha Penyayang,Engkau memerintahkanagar aku memuliakan orang tuadan keluargaku,...dan agar aku memungkinkanpencapaian impian hati mereka.Aku tahu bahwa aku tak mungkinmenyembunyikan dari pengetahuan Mu,tentang kerinduan hatikuuntuk mampu melakukanyang Kau perintahkan itu.Tuhan,aku mohon Engkau membuka tabiryang selama ini menutupi rezekiku.Mampukanlah aku membahagiakan keluargaku.Aamiin"
Author: Mario Teguh
31. "Para pembunuh tidak sepintar itu. Mereka, pada kenyataannya orang-orang yang sangat bodoh. Itu sebabnya mereka membunuh: Kecerdasan mereka begitu terbatas, sehingga mereka tidak bisa melihat jalan keluar yang lain."
Author: Meg Cabot
32. "Orang-orang asing adalah keluarga yang belum kau kenal."
Author: Mitch Albom
33. "Biar!tak kau ingat lampu-lampu yang menyihir kita menjadi orang yang mentertawakan dunia. tak kau ingat keringat meleleh di langkah kaki, di punggung, kening, menantang matahari! menunggingkan pantat ke muka-muka orang-orang yang dipuja sebagai dewa! o, engkau telah membunuh kenangan demikian cepat. seperti kulindas kecoak dengan ujung sepatuku. perutnya yang memburai, putih, mata yang keluar dari kepala, masih bergerak-gerak. aku menjadi pembunuh. seperti dirimu. demikian telengas. tanpa belas. kepada kenangan. biar. jika kau tak mau temani. biar kurasakan nyeri sendiri. di puncak sepiku sendiri!"
Author: Nanang Suryadi
34. "Ya Tuhan. Kenapa sih, aku mempunyai keluarga yang rasa penasaran dan ingin tahunya ngalahin anak tiga tahun ngeliat colokan listrik? --Edyta"
Author: Nina Ardianti
35. "Boleh tak awak fikirkan sekali lagi?""Saya masih ada keluarga, Cik Anwar. Lain kali Cik Anwar, bukankah elok kalau hal begini disampaikan terus kepada orang tua. Beradat. Lagipun seorang gadis tu, tetap ada walinya."
Author: Noor Suraya
36. "Bagaimana cantik, bijak, kaya dan datang dari keluarga yang bagus sekalipun, jika perempuan itu bukan seorang yang beragama dan solehah, maka nilainya kosong"
Author: Norhayati Berahim
37. "Saya berpikir, "Kenapa gue bisa optimis? Hmmmm..."Terus terang saya bingung karena pertanyaan itu mengesankan: yang aneh itu saya. Bukan justru mereka yang pesimis terhadap Indonesia.Saya, seperti jadi minoritas. Sebuah anomali.Maka yang keluar dari mulut saya sambil menatap wartawan itu kebingungan adalah.."Kalau orang-orang tahu apa yang saya tahu tentang Indonesia, mereka juga akan optimis..."
Author: Pandji Pragiwaksono
38. "... kehidupan tak lain adalah sebuah pengabdian. Pengabdian pada janjinya, pada keluarga, pada kerabat, pada kebenaran yang dipegangnya, pada kehidupan, dan pada Sang Pencipta."
Author: Pitoyo Amrih
39. "Tak pernah ada perang untuk perang. Ada banyak bangsa yang berperang bukan hendak keluar sebagai pemenang. Mereka turun ke medan perang dan berguguran berkeping-keping seperti bangsa Aceh sekarang ini...ada sesuatu yang dibela, sesuatu yang lebih berharga daripada hanya mati, hidup atau kalah-menang."
Author: Pramoedya Ananta Toer
40. "Alam dan manusia telah membikinnya tidak brdaya dalam umur yang baru setengah abad. Sejak meninggalkan kampung halaman dan keluarga ia hanya mengenal penderitaan, tindasan, dan aniaya. Kami hanya dapat menangis dalam hati. Dan itupun tidak berguna. Orang-orang Jepang yang telah menindasnya sampai ia jadi begitu sekarang mungkin hidup senang di tengah keluargaya. Ya, sejak 1950, mungkin sudah sejak 1945."
Author: Pramoedya Ananta Toer
41. "Dia tidak beranak, tidak berbini. Kalau perjuangannya menang, mungkin dia telah tewas, dan kemenangannya itu tidak dinikmati apapun di antara keluarganya sendiri, tetapi buat orang-orang lain."
Author: Pramoedya Ananta Toer
42. "Persaudaraan yang diikat oleh sesuatu. Dengan ikatan itu mereka saling menjaga, saling membantu bila ada keperluan, merupakan saudara seperti satu keluarga sendiri, dalam fam atau marga yang sama. Ikatan ini merupakan dan mempunyai ketentuan hukum, disamoing hukum perkawinan yang eksogamis; mereka tidak dibenarkan kawin dengan orang sekampung atau semarga."
Author: Pramoedya Ananta Toer
43. "Semua manusia bersaudara satu sama lain. Karena itu tiap orang yang membutuhkan pertolongan harus meeroleh pertolongan. Tiap orang keluar dari satu turunan, karena itu satu sama lain adalah saudara."
Author: Pramoedya Ananta Toer
44. "Mari endapkan yg sdh kita kerjakan seminggu kmrn. Ramu dg kebahagiaan kumpul keluarga. Semoga kita jadi umat-Nya yg lebih baik"
Author: SBYudhoyono
45. "Setiap masalah ada jalan keluarnya, setiap konflik ada solusinya, setiap krisis mengandung peluang"
Author: Susilo Bambang Yudhoyono
46. "Untuk membuat hati kita lapang dan dalam, tidak cukup dengan membaca novel, membaca buku-buku, mendengar petuah, nasihat, atau ceramah. Para sufi dan orang-orang berbahagia di dunia harus bekerja keras, membangun benteng, menjauh dari dunia, melatih hati siang dan malam. Hidup sederhana, apa adanya, adalah jalan tercepat untuk melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan hari ini. Percayalah, memiliki hati yang lapang dan dalam adalah konkret dan menyenangkan, ketika kita bisa berdiri dengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan sekitar, dan melewati kebahagiaan hidup, bersama keluarga tercinta."
Author: Tere Liye
47. "Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati2an, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga."
Author: Tere Liye
48. "Bagi yang sayang dan menyokong, sumbangan biasa dan sederhana tokoh tersebut akan ditiup ke langit; kelemahan sebesar gunung akan cuba ditutup walau dengan sehelai benang. Bagi yang benci dan menentang tokoh berkenaan pula, sumbangan sebesar gunung akan cuba ditutup, dan kekurangannya - sebagai manusia biasa - akan diperbesarkan; kedua-dua kejahatan ini biasanya dilaksanakan dengan meniup kepolan asap-asap fitnah tentang diri dan keluarga tokoh berkenaan, dan dengan memberikan tempat kepada suara-suara yang berlawanan dengan suara tokoh tersebut."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
49. "Kompromi tidak akan membunuhmu, Mahoni. Kau tidak akan kehilangan jati dirimu hanya gara-gara mendesain kolam dengan pancuran air bertingkat.''Ya, aku tahu.''Sebaliknya kau bisa mewujudkan impian seseorang dengan kompromi. Itu sesuatu yang kita lakukan setiap saat tanpa sadar. Di rumah. Dengan keluarga kita.''Aku tidak punya keluarga, ingat?'Simon - Mahoni"
Author: Windry Ramadhina

Keluar Quotes Pictures

Quotes About Keluar
Quotes About Keluar
Quotes About Keluar

Today's Quote

Is it possible to love forever, she asked. Don't you know what forever means? It means now, he answered. Oh then we are in love forever."
Author: Anushka Bhartiya

Famous Authors

Popular Topics