Top Keluarga Quotes

Browse top 30 famous quotes and sayings about Keluarga by most favorite authors.

Favorite Keluarga Quotes

1. "Samalah juga apabila seseorang itu menjadi ADUN atau wakil rakyat, dia akan segera disebut "Yang Berhormat", dan yang lebih atas lagi "Yang Amat Berhormat" meskipun ada yang mungkin telah berkhianat kepada keluarga, budaya, alam, atau sejarah bangsanya."
Author: Baharuddin Zainal
2. "Semakin aku mengenal sistem, semakin aku yakin bahwa reformasi pendidikan adalah satu-satunya solusi bagi remaja bermasalah di luar sana. Tanpa keluarga yang stabil, tanpa prospek mendapatkan pekerjaan bergengsi yang akan membantu keuangan keluarga, pendidikan adalah harapan terbesar mereka."
Author: Barack Obama
3. "Keluar dari sini, aku berharap bisa berbahagia untuk Ibu. Untuk Pak Ridwan. Untuk Hara. Untuk diriku sendiri karena keluargaku sudah ada yang mengayomi. Namun, sejenak saja di sekat kecil wartel ini, aku ingin menangis untuk Ayah. Untuk ketiadaannya. Untuk rumah mungil kami yang sebentar lagi tidak berpenghuni. Untuk lembar lain sebuah masa."
Author: Dee
4. "Bepergian pulang-pergi bekerja ternyata mengganggu kebahagiaan kita maupun kesehatan jasmani kita. Setiap menit yang dihabiskan di jalanan berarti satu menit lebih sedikit yang bisa kita manfaatkan bersama keluarga dan sahabat."
Author: Eric Weiner
5. "PESAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK LELAKI:Kau harus berani mengatakan "tidak" untuk yang salah dan "ya" untuk yang benar. Kau harus melindungi martabat rumahmu dengan menjaga saudara-saudara perempuanmu dan ibumu. Kau harus berani melindungi yang tertindas. Dan jika kau berkeluarga nanti, kau sudah mati sebagai lelaki, tapi kau berganti menjadi suami dan ayah. Kau harus selalu pulang ke rumah dan mengabdi kepada istri dan anak-anakmu. Kau harus bekerja dan menafkahi mereka. Kau harus jadi ayah dan suami yang bisa menjaga kehormatan mereka."
Author: Gola Gong
6. "Kawal rasa cinta itu. kalau betul cinta, cinta biar ke syurga. maka apa persediaan kau untuk bawa keluarga kau ke syurga? adakah dinamakan cinta kalau kita sekadar melemparkan pasangan kita ke neraka?: muka surat 148"
Author: Hilal Asyraf
7. "Selama ini kulihat hidup semakin rumit. Banyak orang tega membunuh hati nurani dengan tangan mereka sendiri. Kusaksikan tangan-tangan politik semakin kotor, meraih kemenangan demi kepentingan sendiri. Pemimpin saling berebut nasi. Pemimpin yang bahkan tak bisa memimpin hidup mereka sendiri. Lumpur menggenangi ratusan rumah, mesjid, sekolah, warung nasi, juga kenangan. Lumpur panas yang tumpah karena uang dan ketidakpedulian. Bahkan ada juga yang membunuh dengan mengatasnamakan agama. Beberapa orang dilarang beribadah di tempat ibadah mereka sendiri. Di mana ada proyek sosial, di sana cenderung ada penipuan. Banyak orang kehilangan hati mereka sendiri. Keluarga merindukan kehangatan."
Author: Iwan Setyawan
8. "Ah, semuanya. Semuanya. Hidup penuh dengan keprihatinan. Tidak mudah dimengerti oleh anak-anak tapi Ibuk ingin menyelamatkan mereka. Hidup dengan kesederhanaan untuk masa depan keluarga."
Author: Iwan Setyawan
9. "Ketika kesederhanaan dan cinta keluarga menyelamatkannya."
Author: Iwan Setyawan
10. "Dari hutan bambu itu, hidup Bayek tak akan sama lagi. Janji untuk Ibuk. Janji untuk Bapak. Janji untuk saudara-saudaranya terpatri dalam hidupnya. Janji untuk keluarga."
Author: Iwan Setyawan
11. "Ia mulai belajar menata hidupnya, hidup suaminya. Hidup anak-anaknya kelak. Hidup keluarganya kelak."
Author: Iwan Setyawan
12. "Sing tabah Le. Kamu kuliah yang pinter. Nggak apa-apa jauh dari keluarga sebentar. Biar kamu nanti dapat kerja bagus. Yang penting, jangan pernah telat makan. Jangan takut, Le. Coba dulu," nasihat Ibuk lewat telepon."
Author: Iwan Setyawan
13. "Akan kulanjutkan kembali tulisan tentang Ibuk. Tentang kekokohan keluarga Bapak. Orang-orang yang melihat kemiskinan bukan sebagai penderitaan tapi titik awal sebuah perjuangan."
Author: Iwan Setyawan
14. "Cinta Ibuk selalu segar untuk keluarga. Cinta Ibuk selalu terang untuk Bapak."
Author: Iwan Setyawan
15. "Bagaimana Ibu bahagia dengan seorang putri yang pada akhirnya akan meninggalkan Ibu untuk menyatu dengan keluarga suaminya?--Meskipun seorang putra akan tinggal bersamaku sampai aku meninggal dunia, aku takkan pernah dapat mengatakan kepadanya segala sesuatu yang kukatakan padamu. Aku takkan pernah bisa mengungkapkan kerapuhanku kepada seorang putra."
Author: Kim Dong Hwa
16. "Mungkin aja lo pikir, anak-anak dari keluarga miskin itu menderita. Tapi siapa tahu, mereka justru lebih bahagia daripada kita karena mereka nggak terikat materi."
Author: Lexie Xu
17. "Wahai Tuhanku Yang Maha Lembut,Aku tahu Engkau tak perlu kuingatkan,tapi untuk kedamaian hatiku,ijinkanlah aku mengingatkan-Mu,...aku ini hanya berharap kepada-Mu.Aku mohon agar engkau menjauhkankudari gurauan kehidupan,yang mempermainkankuantara harapan dan kekecewaan.Perlakukanlah aku dengan lembutdan penuh kasih, damaikanlah hatiku,bahagiakanlah keluargaku,dan sejahterakanlah hidupku.Aamiin"
Author: Mario Teguh
18. "Uhanku Yang Maha Penyayang,Engkau memerintahkanagar aku memuliakan orang tuadan keluargaku,...dan agar aku memungkinkanpencapaian impian hati mereka.Aku tahu bahwa aku tak mungkinmenyembunyikan dari pengetahuan Mu,tentang kerinduan hatikuuntuk mampu melakukanyang Kau perintahkan itu.Tuhan,aku mohon Engkau membuka tabiryang selama ini menutupi rezekiku.Mampukanlah aku membahagiakan keluargaku.Aamiin"
Author: Mario Teguh
19. "Orang-orang asing adalah keluarga yang belum kau kenal."
Author: Mitch Albom
20. "Ya Tuhan. Kenapa sih, aku mempunyai keluarga yang rasa penasaran dan ingin tahunya ngalahin anak tiga tahun ngeliat colokan listrik? --Edyta"
Author: Nina Ardianti
21. "Boleh tak awak fikirkan sekali lagi?""Saya masih ada keluarga, Cik Anwar. Lain kali Cik Anwar, bukankah elok kalau hal begini disampaikan terus kepada orang tua. Beradat. Lagipun seorang gadis tu, tetap ada walinya."
Author: Noor Suraya
22. "Bagaimana cantik, bijak, kaya dan datang dari keluarga yang bagus sekalipun, jika perempuan itu bukan seorang yang beragama dan solehah, maka nilainya kosong"
Author: Norhayati Berahim
23. "... kehidupan tak lain adalah sebuah pengabdian. Pengabdian pada janjinya, pada keluarga, pada kerabat, pada kebenaran yang dipegangnya, pada kehidupan, dan pada Sang Pencipta."
Author: Pitoyo Amrih
24. "Alam dan manusia telah membikinnya tidak brdaya dalam umur yang baru setengah abad. Sejak meninggalkan kampung halaman dan keluarga ia hanya mengenal penderitaan, tindasan, dan aniaya. Kami hanya dapat menangis dalam hati. Dan itupun tidak berguna. Orang-orang Jepang yang telah menindasnya sampai ia jadi begitu sekarang mungkin hidup senang di tengah keluargaya. Ya, sejak 1950, mungkin sudah sejak 1945."
Author: Pramoedya Ananta Toer
25. "Dia tidak beranak, tidak berbini. Kalau perjuangannya menang, mungkin dia telah tewas, dan kemenangannya itu tidak dinikmati apapun di antara keluarganya sendiri, tetapi buat orang-orang lain."
Author: Pramoedya Ananta Toer
26. "Persaudaraan yang diikat oleh sesuatu. Dengan ikatan itu mereka saling menjaga, saling membantu bila ada keperluan, merupakan saudara seperti satu keluarga sendiri, dalam fam atau marga yang sama. Ikatan ini merupakan dan mempunyai ketentuan hukum, disamoing hukum perkawinan yang eksogamis; mereka tidak dibenarkan kawin dengan orang sekampung atau semarga."
Author: Pramoedya Ananta Toer
27. "Mari endapkan yg sdh kita kerjakan seminggu kmrn. Ramu dg kebahagiaan kumpul keluarga. Semoga kita jadi umat-Nya yg lebih baik"
Author: SBYudhoyono
28. "Untuk membuat hati kita lapang dan dalam, tidak cukup dengan membaca novel, membaca buku-buku, mendengar petuah, nasihat, atau ceramah. Para sufi dan orang-orang berbahagia di dunia harus bekerja keras, membangun benteng, menjauh dari dunia, melatih hati siang dan malam. Hidup sederhana, apa adanya, adalah jalan tercepat untuk melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan hari ini. Percayalah, memiliki hati yang lapang dan dalam adalah konkret dan menyenangkan, ketika kita bisa berdiri dengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan sekitar, dan melewati kebahagiaan hidup, bersama keluarga tercinta."
Author: Tere Liye
29. "Bagi yang sayang dan menyokong, sumbangan biasa dan sederhana tokoh tersebut akan ditiup ke langit; kelemahan sebesar gunung akan cuba ditutup walau dengan sehelai benang. Bagi yang benci dan menentang tokoh berkenaan pula, sumbangan sebesar gunung akan cuba ditutup, dan kekurangannya - sebagai manusia biasa - akan diperbesarkan; kedua-dua kejahatan ini biasanya dilaksanakan dengan meniup kepolan asap-asap fitnah tentang diri dan keluarga tokoh berkenaan, dan dengan memberikan tempat kepada suara-suara yang berlawanan dengan suara tokoh tersebut."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
30. "Kompromi tidak akan membunuhmu, Mahoni. Kau tidak akan kehilangan jati dirimu hanya gara-gara mendesain kolam dengan pancuran air bertingkat.''Ya, aku tahu.''Sebaliknya kau bisa mewujudkan impian seseorang dengan kompromi. Itu sesuatu yang kita lakukan setiap saat tanpa sadar. Di rumah. Dengan keluarga kita.''Aku tidak punya keluarga, ingat?'Simon - Mahoni"
Author: Windry Ramadhina

Keluarga Quotes Pictures

Quotes About Keluarga
Quotes About Keluarga
Quotes About Keluarga

Today's Quote

We must become reacquainted with our true human selves."
Author: Bryant McGill

Famous Authors

Popular Topics