Top Kembali Quotes

Browse top 72 famous quotes and sayings about Kembali by most favorite authors.

Favorite Kembali Quotes

1. "Inilah yang dulu kukatakan, dalam hidup segala hal mestilah dilakukan pada batas kewajaran. Karena keselamatan berada di tengah antara dua hal yang saling berlawanan. Jadi keselamatan adalah jalan tengah, atau kewajaran atau keberimbangan. Yang kita saksikan akhir-akhir ini adalah kehidupan yang serba tidak wajar, melampaui batas. Dan kehidupan takkan kembali berimbang sebelum dia mengalami akibat ketidakwajaran itu. E, anakku, cucuku, kita sendiri telah ikut-ikutan lupa."
Author: Ahmad Tohari
2. "Mereka yang disebut buta huruf (illiterate) di abad ke-21 bukanlah orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis, namun mereka yang tidak bisa belajar (learn), menanggalkan pelajaran sebelumnya (un-learn), dan belajar kembali (re-learn)."
Author: Alvin Toffler
3. "-kalau aku susah, cukuplah kutangisi semalaman. semalam suntuk. esoknya aku tak mau lagi menangis. aku bangun dan tegak kembali-"
Author: Andrea Hirata
4. "On page 149 of 476 on From Beirut to Jerusalem : " Kumohon pada setiap burung yang lewat untuk mengatakan kerinduan dan rasa cintaku kepadamu, untuk kemudian kembali membawa berita tentang orang-orang yang kucintai"
Author: Ang Swee Chai
5. "Dia tahu, bahawa sultan dan pembesar negeri Melaka itu sudah maklum sejak tahun 1448, pasti Portugis akan datang kembali menyerang! Tetapi kenapa Melaka hanya sibuk menyediakan damak untuk racun pada anak panahnya, tetapi tidak menyediakan timah, untuk 38 pucuk meriam besarnya yang dibeli dari Turki? Kenapa Melaka mampu berbelanja untuk dayang-dayang istana, sultan dan pembesar negeri berlebihan waktu dan tenaga untuk menggiliri selir, tetapi tidak berbelanja membina armada? Kenapa Melaka begitu mudah beri gelar laksamana kepada pendekar silat, tetapi tidak membina kekuatan daya tempur angkatan laut?"
Author: Arena Wati
6. "Taman siswa menurunkan mutu pengadjaran dan membawa kita kembali sepuluh tahun ke belakang! Memang kita harus kembali beberapa puluh tahun, kita amat mengingini untuk menemukan "titik tolak" agar kita dapat berorientasi kembali: kita telah salah djalan - Ki Hadjar Dewantara dalam pidatonya di Yogyakarta 1938"
Author: Arif Saifudin Yudistira
7. "Tak ada kata sayang. Tak ada kata ‘Sampai bertemu kembali'. Tak ada harapan untuk kita berdua. Sesederhana itu. Kata ‘kita' diubah menjadi ‘Aku, dia, dan hujan'."
Author: Cindy Pricilla
8. "Buat apa dia kembali? buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?"
Author: Dee
9. "Aku hanya ingin kembali ke tempatku, di belakang sana. Menikmati apa yang kusanggup."
Author: Dee
10. "Entah apa yang membuat hubungan mereka lebih mirip musim mangga. Membeludak dalam satu waktu, lalu hilang kembali berbulan-bulan. Seperti ada tombol yang bisa dengan cepat mengubah mereka dari sepasang kekasih menjadi sahabat biasa."
Author: Dee
11. "Aku belum selesai bicara. Paris itu, baiklah, Paris sering dijuluki Kota Cinta. Sedangkan, Yogyakarta adalah kota tempat jatuh cinta dan patah hati. Lalu, jatuh cinta kembali."
Author: Desi Puspitasari
12. "Stine bahkan tidak perlu menunduk membaca halaman buku. Dia menatapku sambil mengucapkan kalimat kesukaannya. "Koboi, angkat teleponmu. Rubi Tuesday sedang berbicara di jalur satu; aku merindukanmu." Stine terus saja menatapku."Aku juga merindukanmu, Rubi. Terima kasih. Itu saja, Pak Wili." Dia kembali duduk."
Author: Desi Puspitasari
13. "Kubisikkan pada Cairo, aku tak akan mengucapkan selamat tinggal, tetapi kukatakan aku akan kembali, menaklukkan indahmu dan kesempurnaanmu yang belum sempat kujelajahi."
Author: Dian Nafi
14. "Sakura menekan tombol teleponnya, menelepon orang yang sempat melintas dalam hidupnya itu. Meninggalkan jejak, meninggalkan bekas, tapi tidak pernah muncul kembali. Apakah ia hanya melintas, lalu pergi?"
Author: Fenny Wong
15. "Kedewasaan seseorang: setelah menemukan kembali keseriusaan yang pernah dimilikinya saat masih kanakkanak, saat sedang bermain."
Author: Friedrich Nietzsche
16. "Ia kembali teringat nasihat kiai Lukman saat masih di pesantren dulu, "Eling-Elingo yo Ngger, endahe wanojo iku sing dadi jalaran batale toponing poro santri lan satrio agung"
Author: Habiburrahman El Shirazy
17. "Andai Islam seperti sebuah bangunan usang yang hampir roboh,maka akan aku berjalan keseluruh dunia mencari jiwa-jiwa muda,aku tidak ingin mengutip dengan ramai bilangan mereka,tapi aku inginkan hati-hati yang ikhlas untuk membantuku dan bersama membina kembali bangunan usang itu menjadi sebuah bangunan yg tersergam indah."
Author: Hasan Al Banna
18. "Menulis kembali kenangan masa lalu butuh sebuah keberanian."
Author: Iwan Setyawan
19. "Kenangan itu, betapapun pahitnya, selalu bisa dikenang dan ditempatkan kembali di hati kita. Dan, biarlah memori beristirahat disana. Biarlah kita kunjungi suatu saat."
Author: Iwan Setyawan
20. "Menulis pun kadang bisa menusuk ulu hati seperti sekarang ini. Membuat detik-detik waktu yang berjalan di masa lalu berdetak lebih kencang. Lonceng waktu seakan berdentang kembali, membangunkan kesadaran dengan keras."
Author: Iwan Setyawan
21. "Peristiwa itu mengingatkan kembali bahwa maut itu bisa datang kapan saja, di mana saja. Bisa jadi ketika jauh dari orang-orang yang kita cintai. Tanpa berpamitan dulu."
Author: Iwan Setyawan
22. "Akan kulanjutkan kembali tulisan tentang Ibuk. Tentang kekokohan keluarga Bapak. Orang-orang yang melihat kemiskinan bukan sebagai penderitaan tapi titik awal sebuah perjuangan."
Author: Iwan Setyawan
23. "Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita, walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga. (Luna Lovegood)"
Author: J.K. Rowling
24. "Cinta bukanlah suatu persamaan. Cinta bukan suatu kontrak, dan bukan suatu akhir yang bahagia. Cinta adalah papan tulis di bawah kapur tulis, tanah dari mana gedung-gedung muncul, dan oksigen dalam udara. Cinta adalah tempat aku kembali, ke mana pun aku pergi."
Author: Jodi Picoult
25. "Mungkin ini salahku yang terlalu bergantung dengan kehadiran Tristan dan tidak pernah mempersiakpakn diri kalau suatu saat ia akan pergi. Dan ketika sosoknya sudah tidak ada, hanya aku yang kelelahan menunggunya, memikirkannya, dan memutar kembali kenangannya."
Author: Laili Muttamimah
26. "Saya pergi, kembali dan menetap bukan pada hari ini tapi hari esok dan misterinya."
Author: Layla R. Aprilyani
27. "Di sebuah hari di bulan januarisudah lama sekali.. saya mencoba tidak lagi menyinggung ini padamutentag perasaanku yang tak pernah sampai..tentang hatiku yang tak pernah bisa beranjak darimutentang cintakunamun, kali ini..aku ternyata lelah sembunyiuntuk sesaat tak kuasa untuk meluapkankanpenuh harap, kau sudi membaca, memahaminya..telah lama kucoba melangkah maju, tak ingin lagi menengok ke belekangnamun slalu saja, hatiku selalu berhasil menuntunnya kembalikamu pasti sudah sadar, jatuh cinta bukanlah pengalaman pertama bagikuharusnya kutelah terbiasa melupakan, harusnya patah hati bisa kulalui dengan mudahtapi ntah mengapa, denganmu, semua berbeda..."
Author: Majdy
28. "Tuhanku Yang Maha Lembut,...Maafkanlah aku yang sering kesaldan memarahi diriku sendiriyang tak kunjung selesaimembuat kesalahan.Aku tahu,sulit bagiku untuk berlakusepenuhnya damai,jika hatiku masih menyembunyikansedikit keburukan.Tuhan,tenagailah ketegasanku untuk kembalike kesucian jiwaku,agar aku mematang dengan anggun.Aamiin"
Author: Mario Teguh
29. "Salah besar orang yang mengatakan revolusi kita belum selesai. Revolusi adalah letusan masyarakat sekonyong-konyong yang melaksanakan Umwertung aller Werte (penilaian kembali atas semua nilai). Revolusi mengguncang lantai dan sendi; pasak dan tiang longgar semuanya. Sebab itu saat revolusi tidak dapat berlaku terlalu lama, tidak lebih dari beberapa minggu, atau beberapa bulan. Sesudah itu harus dibendung, datang masa konsolidasi untuk merealisasi hasil daripada revolusi itu. Yang belum selesai bukanlah revolusi itu, melainkan usaha menyelenggarakan cita-citanya di dalam waktu, setelah fundamen dibentangkan."
Author: Mohammad Hatta
30. "Aku pernah mengalah di masa lalu. Dan kini, aku bisa saja menyerah kembali, agar ia dapat memilih lelaki yang terbaik baginya. Namun bagaimana mungkin aku melakukannya, jika ternyata lelaki terbaik itu adalah diriku sendiri - Forgotten"
Author: Nay Sharaya
31. "Saat mereka sudah sama-sama mengucapkan kata perpisahan, harusnya mereka bisa benar-benar berpisah dengan baik. Tidak ada penyesalan. Hidup semua orang akan kembali berjalan seperti seharusnya. Namun, harusnya ia tahu, hidup kadang tak berjalan sesuai yang mereka inginkan."
Author: Orizuka
32. "Revolusi, dia adalah guru. Dia adalah penderitaan. Tetapi dia pun adalah harapan. Jangan khianati revolusi! Kembali ia pandangi dua orang tua itu, yang mungkin beberapa tahun lagi tewas digulung maut. Namun mereka meletakkan harapannya pada revolusi. Betapa mereka mengagumi lembaran uang, perwujudan revolusi."
Author: Pramoedya Ananta Toer
33. "Dari bumi ini aku lahir. Dari bumi ini aku makan. Aku akan mati dan kembali di bumi ini juga - Muka Jawa (Wanita Jawa Yang Disumpah Ketua Adat Buru Agar Tidak Meninggalkan Mereka)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
34. "Waktu tak pernah melenyapkan perasaan. Ia hanya menyekapnya di dalam ruang. Menunggu saat yang tepat untuk kembali."
Author: Robin Wijaya
35. "Tak seorang pun bisa kembali secara utuh setelah kita membuat lubang yang dalam di hatinya."
Author: Robin Wijaya
36. "Nikmati nyanyian pagi sendu ini. Mari kembali ke masa yang hanya bisa kita kenang itu dengan menumpang rindu."
Author: Rohmatikal Maskur
37. "Sementara pena hampir kering untuk tinggalkan rasa.Untaian frasa memori masih saja mampu merasuk. Hidupkan kembali impian sang lelaki mimpian."
Author: Rohmatikal Maskur
38. "Makhluk kecil kembalilah. Dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu."
Author: Soe Hok Gie
39. "Mereka begitu sibuk mengecat kembali rumah-rumah yang warnanya telah pias dan mewarnai kain dengan sumba yang kental. Baju-baju yang warnanya pudar dibuang, diganti dengan yang lebih mencerang. Mungkin kepiasan mengingatkan mereka pada kematian. Karena itu, ia harus dihindari."
Author: Soe Tjen Marching
40. "Apa yang berubah bisa berubah kembali"
Author: Stephenie Meyer
41. "Mengetahui bisa menjadi kutukan dalam hidup seseorang..begitu kau mengetahui yang sebenarnya, kau tidak akan pernah kembali untuk mengambil koper kebohonganmu. Lebih berat atau tidak, kebenaran menjadi milikmu sekarang."
Author: Sue Monk Kidd
42. "Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku."
Author: Tere Liye
43. "Cinta bukan sekedar memaafkan. cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. cinta adalah harga diri. cinta adalah rasionalitas sempurna.Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. tidak lebih, tidak kurang"
Author: Tere Liye
44. "NOSTALGI = TRANSENDENSINostalgi sama dengan transendensi betul, ini permainan kata lagi-lagi kata asing tapi apa sih yang tidak asing tapi itu hanya ilusi kembali pada nostalgi berarti kehilangan yang dulu-dulu dibayangkan hanya tidak mencekam lagi, karena lembut dengan ironi saat kini yang berkilas balik siapa tahu nanti … kini — dulu — nanti, teratasi bukankah itu transendensi?"
Author: Toeti Heraty
45. "Bagaimana mata ini dapat tertutup rapat dan tenteram sedangkan ia tak tahu di mana kelak ia akan kembali di antara dua tempat"
Author: Umar Abd Aziz
46. "Kau, berbahagialah. Jangan menengok kembali kenangan kau-aku itu. Itu bukan lagi tentang kita. Itu hanyalah tentang kau-aku. Kau bisa melihat perbedaannya, bukan?"
Author: Widyawati Oktavia
47. "Menunggu cinta bukan sesuatu yang sia-sia. Menunggu seseorang yang tidak mungkin kembali, itu baru sia-sia."
Author: Windry Ramadhina
48. "Saat kita sudah lebih dewasa, saat ambisi dan harga diri tidak ada lagi di antara kita, apakah kita bisa kembali bersama?"
Author: Windry Ramadhina
49. "Seandainya memori seperti kaset yang dapat berulang-ulang diputar kembali."
Author: Winna Efendi
50. "Namun itu berarti bahwa telah tumbuhlah benih-benih pengakuan, bahwa yang benar-benar penting dalam sejarah justru adalah hidup sehari-hari, yang normal yang biasa, dan bukan pertama-tama kehidupan serba luar biasa dari kaum ekstravagan serba mewah tapi kosong konsumtif. Dengan kata lain, kita mulai belajar, bahwa tokoh sejarah dan pahlawan sejati harus kita temukan kembali di antara kaum rakyat biasa yang sehari-hari, yang barangkali kecil dalam harta maupun kuasa, namun besar dalam kesetiaannya demi kehidupan.[Impian dari Yogyakarta, hlm. 38]"
Author: Y.B. Mangunwijaya

Kembali Quotes Pictures

Quotes About Kembali
Quotes About Kembali
Quotes About Kembali

Today's Quote

Vampire hours of rest between dawn and noon."
Author: Amy Tan

Famous Authors

Popular Topics