Top Langit Quotes

Browse top 49 famous quotes and sayings about Langit by most favorite authors.

Favorite Langit Quotes

1. "Jannaah, dan Jahannam perbedzaannya antara langit dan bumi, begitu juga cinta dan murka; hidup dan mati, iblis dan manusia; Insaanul Kamiil dan Illaahi; Dia dan dunia, keni'matan dan kebas kaku; Nur, dan nokhta; Dzahir dan Bathin; mengenali diri empunya Diri, dan ilm' jasaad, Nafas & Usul Azali"
Author: AainaA Ridtz
2. "Karena yang membatasi kita atas dan bawah hanyalah tanah dan langit."
Author: Ahmad Fuadi
3. "Sesuatu yang paling agung yang turun dari langit adalah taufik, dan sesuatu yang paling agung yang naik dari bumi adalah ikhlas"
Author: Ali
4. "Tapi aku malah ngerasa angin malam beserta langit dan bintang adalah sahabatku yang sebenarnya. Mereka selalu ada dengerin aku dan nggak akan pernah ninggalin aku."
Author: Anastasia Ervina
5. "Langit adalah kitab yang terbentang" - Sang Pemimpi"
Author: Andrea Hirata
6. "Teman-temanmu akan heran melihat kamu tertawa sambil memandang langit. Maka akan kamu katakan kepada mereka, 'Ya, bintang-bintang selalu membuatku tertawa!' Dan mereka akan menganggap kamu gila."
Author: Antoine De Saint Exupéry
7. "Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar."
Author: Dee
8. "Langit begitu hitam sampai batasnya dengan Bumi hilang. Akibatnya, bintang dan lampu kota bersatu, seolah-olah berada di satu bidang. Indah, kan?"
Author: Dee
9. "Di dunia ini, manusia terlahir dalam dua spesies, yang pertama adalah manusia bersayap dan yang kedua manusia tanpa sayap. Manusia yang bersayap ditakdirkan untuk terbang tinggi menggapai langit tak terbatas. Sementara spesies yang kedua, kebalikannya, ia ditakdirkan untuk tetap menjejak bumi dan menjalani hidupnya dengan terus menyentuh tanah. Nggak ada yang buruk dengan spesies yang kedua, mereka hanya menjalani takdirnya. Begitu saja."
Author: Devania Annesya
10. "Mencintai itu perkara hati, maka dilapangkannya seluas langit dan bumi."
Author: Dian Nafi
11. "LangitBagaimana akan kueja asmaraJika membaca rasa saja aku masih tak cukup kuasaBagaimana aku harus menakar hatiJika hatinyapun tak pernah pastiLalu sepi selalu saja mengajakku berbagiMenyudutkan pada gerilya mimpi yang tak bertuanSendiriku kembali"
Author: Dian Nafi
12. "Bersamanya aku menjadi bidadari dan dirinya menjadi bersayap utk terbangkan aku ke batas mimpi di langit yang tinggi"
Author: Dian Nafi
13. "Di mana-mana terdapat rumput jelatang,Tapi rumput hijau yang lembut tetap lebih banyak,Kebiruan langit lebih luas daripada awan gelap."
Author: Elizabeth Barrett Browning
14. "Suara, nyanyian, musik, gunung, pantai, langit, padang pasir, laut yang membuat mereka indah sesungguhnya hal yang tidak kelihatan. Matahari juga tak bisa ditatap langsung oleh mata, tetapi yang membuatnya indah bukan hal yang bisa ditatap langsung oleh mata kan? Selalu ada sesuatu. Sesuatu yang misterius tetapi sangat bermakna. Itulah yang harus kau temukan… Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam hati."
Author: Fahd Djibran
15. "Orang-orang kuat ditempa oleh pelbagai tantangan, seperti layang-layang yang dilambungkan ke langit oleh terpaan angin."
Author: Frank Harris
16. "Gerisik angan dan deru lembut laju harapan.Waktu itu adalah menit-menit akhir menjelang malam di Bukit Angin. Daun-daun berwarna-warni dalam berbagai wujud melayang ke langit dan berkumpul mengelilingi puncak pusaran angin. Di sana, di balik awan, beradalah studio Sang Pelukis."
Author: Fredrik Nael
17. "Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Jika ia jatuh pada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji."
Author: Hamka
18. "Tentang kopi kesukaanmu, cappucino, kopi itu bukan dari italia. Aslinya berasal dari biji-biji kopi Turki yang tertinggal di medan perang di Kahlenberg. Hanya sebuah info pengetahuan kecil-kecilan. Assalamu'alaikum" — Fatma, 99 Cahaya di Langit Eropa hal. 50"
Author: Hanum Salsabiela Rais
19. "Melakar langit sejarah, membina awan impi, bila aku menjejak, ia menjadi pasti"
Author: Hilal Asyraf
20. "Kau… merindukannya?" tanya Zhang Mi, memecah keheningan di antara mereka."Mmm." Hyun Ki masih menatap langit. "Aku tahu cerita Gege tentang surga di atas langit, di mana eomma-ku tinggal dan mengawasiku dari sana tidak nyata, tapi….""Siapa bilang tidak nyata?" Zhang Mi kembali menoleh pada Hyun Ki.Hyun Ki menggerakkan bahu. "Aku."-Cerita 3: Angela, TMHOLT-"
Author: Ida R. Yulia
21. "Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit,kali lainnya hidup menghempaskanmu begitu keras ke bumi"
Author: Ilana Tan
22. "Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu. Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup menghempaskanmu begitu keras ke bumi. Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya orang yang tidak boleh kudapatkan."
Author: Ilana Tan
23. "Sajak Musim GugurMalam-malam berguguran...Kenangan berguguran...Hanya sajak ini yang tumbuhKau selalu berdiri, ketika matahari mengoyak langitKetika panas, mengoyak-ngoyak hidup!Kau pernah ajak aku berjalanMelalui pagi dan senja, berbasah hujanMelalui kali. Luka dan suka mengalir di sanaTanpa jedaBertahan! Kau harus bertahan...Jangan gugur sebelum musim dingin tibaIni kuberikan napasku!"
Author: Iwan Setyawan
24. "Di dunia ini terdapat begitu banyak kalimat seperti banyaknya bintang di langit sana."
Author: Jostein Gaarder
25. "Namun pada saat itupun aku tahu bahwa setiap kali membuka sebuah buku, aku akan bisa memandang sepetak langit. Dan jika aku membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku sendiri menjadi lebih besar dan lebih luas."
Author: Jostein Gaarder
26. "Aku terus belajar mengenai sastra. Semakin banyak aku membaca buku, semakin banyak arti lain langit yang terlihat, dan semakin banyak pula arti bumi yang terlihat."
Author: Jung Eun Gwol
27. "Peluru, kamu panas, dan kamu membawa kematian, tetapi bukankah kamu abdiku yang setia? Tanah hitam, kamu akan menyelimutiku, tetapi bukankah aku menginjakmu dengan kudaku? Kamu, maut, kamu dingin, tetapi akulah tuanmu.Tanah akan mengambil tubuhku, langit akan mengambil jiwaku."
Author: Leo Tolstoy
28. "Mungkin ini adalah saat konstelasi bintang dan benda langit berubah. Pada saat itu berlangsung, mungkin bumi mengerut menjadi sangat kecil, sehingga pepatah bahwa dunia itu sempit benar-benar terjadi."
Author: Nina Ardianti
29. "Semua yang terjadi d bawah kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir"
Author: Pramoedya Ananta Toer
30. "Ibu bapak tani—ibu bapak tanah air—akan meratapi putera-puterinya yang terkubur dalam udara terbuka di atas rumput hijau, di bawah naungan langit biru di mana awan putih berarak dan angin bersuling di rumpun bambu. Kemudian tinggallah tulang belulang putih yang bercerita pada musafir lalu, " Di sini pernah terjadi pertempuran. Dan aku mati di sini." (h. 22)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
31. "Dan dengan tidak terasa umur manusia pun lenyap sedetik demi sedetik ditelan siang dan malam. Tapi masalah-masalah manusia tetap muda seperti waktu, Di mana pun juga dia menyerbu ke dalam kepala dan dada manusia, kadang-kadang ia pergi lagi dan di tinggalkannya kepala dan dada itu kosong seperti langit. (Bukan Pasar Malam, 68)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
32. "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
Author: Pramoedya Ananta Toer
33. "Janganlah hanya faham erti kata-kata yang tertulis dalam Al-Qurankerna dibawah yang tertulis terdapat erti yang tersembunyidi bawah erti lapis kedua ada lagi erti baru,yang menyilaukan fikiran dan pandanganErti keempat, kecuali Nabi, tak ada yang pernah memahamikebesaran Tuhan, yang tiada tanding dalam Keghaibanhitunglah erti tersembunyi itu sampai tujuhkisah bermakna yang mengagumkan dari langitWahai kawan, janganlah memandang jilid Al-Quran.Bagi setan, manusia hanyalah sepotong daging.Bagaikan manusialah Al-Quran itu,Bentuk lahir diluar dengan ruh diam-diam didalamnya."
Author: Rumi
34. "Tabang, mga langit!" - Justin (Chapter 18)"
Author: Ryanne Salve
35. "JARAKdan Adam turun di hutan-hutanmengabur dalam dongengandan kita tiba-tiba di sinitengadah ke langit; kosong sepi"
Author: Sapardi Djoko Damono
36. "Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama….Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, dimana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet.Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi dan tak pernah mengalami siang.Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan.Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. Kebahagiaan terus-menerus bertebaran di Negeri Senja seolah-olah tidak akan pernah berubah lagi…."
Author: Seno Gumira Ajidarma
37. "Junjungan Kasih ku di langit cinta, dikala siang daku meraba kepada malam aku meneka. Mengapa mencari pada yang tiada?When the past has become part of the future, what does the present really holds?"
Author: Shahrizad Shafian
38. "Hanya pemuda sederhana. Yang kecemerlangannya muncul lewat senandung yang ia hafalkan, terlihat dalam cahaya yang terpancarkan dari sepasang mata. Kecemerlangan yang terlihat bagai matahari perlahan muncul, atau menghilang di kaki langit"
Author: Sinta Yudisia
39. "Matahari kalah terang dengan hatinya,Bulan kalah indah dengan senyumannya,Air kalah jernih dengan jiwanya,Bumi kalah subur dengan amalnya,Langit kalah cerah dengan akhlaknya,Batu kalah keras dengan imannya,Dan aku pun kalah hati kepadanya."
Author: Siti Khadijah Bashir 2010
40. "Milikilah hati yang luas, seluas langit biru. Di dalam hati yang luas, kamu akan menampung rasa memaafkan yang besar, kekuatan untuk berpikir dan bertindak positif, serta semangat untuk menjelang hari esok yang tidak pernah pudar. Jadilah langit itu"
Author: Sitta Karina
41. "Sekali waktu bocahcilik tak lagisedih karena layang-layangnyarobek atau hilang- Lihat, Bu, aku tak menangissebab aku bisa terbang sendiridengan sayapke langit -"
Author: Subagio Sastrowardoyo
42. "Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita"
Author: Sukarno
43. "Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan."
Author: Tere Liye
44. "Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah."
Author: Tere Liye
45. "Jika dia memutuskan untuk pergi menjauh, itu berarti sudah saatnya kau memulai kesempatan baru. Percayalah, jika dia memang cinta sejati kau, mau semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus dilalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang."
Author: Tere Liye
46. "Ada banyakcara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. saat melihat gumpalan awan di angkasa. saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. saat menyimak tampias air yang membuat bekas di langit-langit kamar. dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. memberikan kebahagiaan utuh -yang jarang disadari- atas makna detik demi detik kehidupan."
Author: Tere Liye
47. "Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati2an, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga."
Author: Tere Liye
48. "Kemarin dan esokadalah hari inibencana dan keberuntungansama sajaLangit di luar,Langit di badan,Bersatu dalam jiwa"
Author: W.S. Rendra
49. "Bagi yang sayang dan menyokong, sumbangan biasa dan sederhana tokoh tersebut akan ditiup ke langit; kelemahan sebesar gunung akan cuba ditutup walau dengan sehelai benang. Bagi yang benci dan menentang tokoh berkenaan pula, sumbangan sebesar gunung akan cuba ditutup, dan kekurangannya - sebagai manusia biasa - akan diperbesarkan; kedua-dua kejahatan ini biasanya dilaksanakan dengan meniup kepolan asap-asap fitnah tentang diri dan keluarga tokoh berkenaan, dan dengan memberikan tempat kepada suara-suara yang berlawanan dengan suara tokoh tersebut."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud

Langit Quotes Pictures

Quotes About Langit
Quotes About Langit
Quotes About Langit

Today's Quote

Makes you feel all warm and fuzzy inside, doesn't it?" Michelle said dryly. "That the boy most likely to become the next Unabomber has a crush on you?"
Author: Carla Cassidy

Famous Authors

Popular Topics