Top Luar Quotes

Browse top 103 famous quotes and sayings about Luar by most favorite authors.

Favorite Luar Quotes

1. "Hanya dengan kerja keras dan keinginan kuat untuk berbuat yang terbaik dalam setiap bentuk pengabdian, kita bersama dengan komponen bangsa lainnya dapat menjadi patriot-patriot yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat. Bangsa Indonesia harus berani keluar dari "Comfort Zone", membangun kapasitas dirinya, sehingga siap untuk meraih segala peluang serta menjawab berbagai tantangan di abad 21 yang begitu kompleks dan penuh ketidakpastian."
Author: Agus Harimurti Yudhoyono
2. "Resep lainnya adalah tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di luar diri kalian. Oleh siapa pun, apa pun, dan suasana bagaimana pun. Artinya, jangan mau sedih, marah, kecewa, dan takut karena ada faktor luar. Kalianlah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar. Kalian punya pilihan di lapisan diri kalian paling dalam, dan itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar."
Author: Ahmad Fuadi
3. "Ada kalanya lelaki terkesan oleh perempuan lantaran dia sedang berada di luar lingkungan sehariannya, seperti yang terjadi pada para pekerja pengukur tanah itu. Ada kalanya lelaki tunduk kepada naluri pemberian alam; kecenderungan berpetualang. Ada kalanya pula seorang perempuan memang dibekali kelebihan-kelebihan tertentu sehingga kehidupan memberinya tempat pada wilayah perhatian lawan jenis."
Author: Ahmad Tohari
4. "Since they weren't sleepy and nothing had been left unsaid, they began to read poetry to each other, taking turns like children and enjoying it. Bachir had a lovely voice, one that was already that of a man. He knew many poems by heart. He lovingly recited Victor Hugo, with warmth Rimbaud's Le bateau ivre, and poems written by young people going into battle; he then moved on to the poets of liberty - Rimbaud again, Eluard, and Desnos."
Author: Assia Djebar
5. "Tapi semua itu saya kira hanya bisa kita pakai untuk mengenali cintakasih. Jika kita menggunakannya sebagai pedoman, maka yang terjadi adalah sebuah hukum baru yang datang dari luar tubuh manusia, yang tidak dialami melainkan diterapkan. Kesucian, bahkan kesederhanaan, yang dipaksakan sering kali malah menghasilkan inkuisitor yang menindas dan meninggalkan sejarah hitam. Karena itu saya percaya bahwa Tuhan tidak bekerja dengan memberi kita loh batu berisi ide-ide tentang dirinya dan manusia. Tuhan bekerja dengan memberi kita kapasitas untuk mencintai, dan itu menjadi tenaga yang kreatif dari dalam diri kita."
Author: Ayu Utami
6. "Saya sudah lupa apakah si kartunis bermaksud mengkritik atau memuja peran ganda. Untung menghibur diri, anggap saja dia mau memuja dwi-peran wanita. Belakangan, para feminis menyerang pengagungan superwoman ini karena menjebak wanita dalam idealisasi yang tak mungkin terpenuhi. Padahal, menjadi superman bagi kaum pria amat mudah: tinggal pakai celana dalam merah di luar."
Author: Ayu Utami
7. "Samalah juga apabila seseorang itu menjadi ADUN atau wakil rakyat, dia akan segera disebut "Yang Berhormat", dan yang lebih atas lagi "Yang Amat Berhormat" meskipun ada yang mungkin telah berkhianat kepada keluarga, budaya, alam, atau sejarah bangsanya."
Author: Baharuddin Zainal
8. "PANORAMA ALÉMNão sei que tempo faz, nem se é noite ou se é dia.Não sinto onde é que estou, nem se estou. Não sei de nada.Nem de ódio, nem amor. Tédio? Melancolia.-Existência parada. Existência acabada. Nem se pode saber do que outrora existia.A cegueira no olhar. Toda a noite caladano ouvido. Presa a voz. Gesto vão. Boca fria.A alma, um deserto branco: -o luar triste na geada...Silêncio. Eternidade. Infinito. Segredo.Onde, as almas irmãs? Onde, Deus? Que degredo!Ninguém.... O ermo atrás do ermo: - é a paisagem daqui.Tudo opaco... E sem luz... E sem treva... O ar absorto...Tudo em paz... Tudo só... Tudo irreal... Tudo morto...Por que foi que eu morri? Quando foi que eu morri?"
Author: Cecília Meireles
9. "Kur njerëzit humbasin spontanitetin, atëherë kanë filluar të plaken."
Author: Christine Grän
10. "Kamu hebat," decaknya, "itu memang keajaiban. Saya bisa merasakan, anak-anak tadi nyaman banget dengan diri mereka sendiri. Kamu berhasil memancing karakter mereka keluar. Mereka jadi percaya diri, punya harga diri. Punya kebanggaan"
Author: Dee
11. "Kau luar biasa, karena kau diciptakan untuk dicintai."
Author: Deepak Chopra
12. "Tidak ada yang tahu bagaimana kenangan bekerja. Keluar masuk ingatan seenaknya sendiri."
Author: Desi Puspitasari
13. "Seberkas cahaya menjadi begitu luar biasa bukan karena cahayanya, tetapi karena keadaan sekelilingnya. Semakin pekat, semakin bernilailah cahaya itu. Maka nilai itu bukan oleh apa yang di keluarkan, tetapi apa yang telah memberikannya. Karena hanya dengan memberikan dia akan menerima."
Author: Dian Nafi
14. "Menulis memang bukan mengeluarkan, tetapi aktivitas membobol berbagai sekat dalam diri dengan di luar dirinya, dengan apa yang menggelisahkannya sehingga mencapai kemapanan rasa untuk digelisahkan kembali."
Author: Dian Nafi
15. "Semua persoalan di dunia pasti ada jalan keluarnya, tapi itu bukan dengan joget."
Author: Donny Dhirgantoro
16. "- Com mil raios! - exclamou de repente o Cruges, saltando de dentro da manta, com um berro que emudeceu o poeta, fez voltar Carlos na almofada, assustou o trintanário.O break parara, todos o olhavam suspensos; e, no vasto silêncio da charneca, sob a paz do luar, Cruges, sucumbindo, exclamou:- Esqueceram-me as queijadas!"
Author: Eça De Queirós
17. "Bepergian pulang-pergi bekerja ternyata mengganggu kebahagiaan kita maupun kesehatan jasmani kita. Setiap menit yang dihabiskan di jalanan berarti satu menit lebih sedikit yang bisa kita manfaatkan bersama keluarga dan sahabat."
Author: Eric Weiner
18. "Kau akan mengerti bahwa sebuah keinginan yang amat kuat bisa membuat kekuatan yang luar biasa."
Author: Fenny Wong
19. "Apa yang dilakukan demi cinta, selalu terjadi diluar kebaikan dan kejahatan"
Author: Friedrich Nietzsche
20. "Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai. Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan. Semuanya teka-teki."
Author: Goenawan Mohamad
21. "Buku adalah jendelaSukma kita melihat dunia luar lewat jendela iniRumah tanpa buku bagaikan ruangan tak berjendela."
Author: Henry Ward Beecher
22. "Mungkin kau kehilangan sosok yang berharga bagimu, tapi itu bukan berarti kau tidak bisa bahagia lagi. Seperti kaulihat di luar sana, bisa saja hujan salju terus menerus sepanjang hari, tapi tidak akan selamanya kita akan dihadapkan pada hujan salju. Musim akanberganti, begitu juga hidupmu. Ya, Hyung tahu, hidup kita tampak sangat kacau sekarang, tapi akan selalu ada jalan untuk melewati semuanya. Bisa jadi kita terluka lebih lama dari yang kita inginkan, tapi Tuhan akan selalu membantu kita mencari jalan untuk bertahan."
Author: Ida R. Yulia
23. "People are human, not some machine we can control. Main rule-nya: jangan jadiin differences itu alasan untuk ngeluarin emosi dan starting a conflict."
Author: Ika Natassa
24. "Selama ini kulihat hidup semakin rumit. Banyak orang tega membunuh hati nurani dengan tangan mereka sendiri. Kusaksikan tangan-tangan politik semakin kotor, meraih kemenangan demi kepentingan sendiri. Pemimpin saling berebut nasi. Pemimpin yang bahkan tak bisa memimpin hidup mereka sendiri. Lumpur menggenangi ratusan rumah, mesjid, sekolah, warung nasi, juga kenangan. Lumpur panas yang tumpah karena uang dan ketidakpedulian. Bahkan ada juga yang membunuh dengan mengatasnamakan agama. Beberapa orang dilarang beribadah di tempat ibadah mereka sendiri. Di mana ada proyek sosial, di sana cenderung ada penipuan. Banyak orang kehilangan hati mereka sendiri. Keluarga merindukan kehangatan."
Author: Iwan Setyawan
25. "Dari kejauhan, aku menemukan diriku. Aku menemukan sedikit makna perjuangan hidup yang pernah kutakuti. Di luar sana, aku mencoba menembus batas ketakutan."
Author: Iwan Setyawan
26. "Ah, semuanya. Semuanya. Hidup penuh dengan keprihatinan. Tidak mudah dimengerti oleh anak-anak tapi Ibuk ingin menyelamatkan mereka. Hidup dengan kesederhanaan untuk masa depan keluarga."
Author: Iwan Setyawan
27. "Dari hutan bambu itu, hidup Bayek tak akan sama lagi. Janji untuk Ibuk. Janji untuk Bapak. Janji untuk saudara-saudaranya terpatri dalam hidupnya. Janji untuk keluarga."
Author: Iwan Setyawan
28. "Sing tabah Le. Kamu kuliah yang pinter. Nggak apa-apa jauh dari keluarga sebentar. Biar kamu nanti dapat kerja bagus. Yang penting, jangan pernah telat makan. Jangan takut, Le. Coba dulu," nasihat Ibuk lewat telepon."
Author: Iwan Setyawan
29. "Akan kulanjutkan kembali tulisan tentang Ibuk. Tentang kekokohan keluarga Bapak. Orang-orang yang melihat kemiskinan bukan sebagai penderitaan tapi titik awal sebuah perjuangan."
Author: Iwan Setyawan
30. "Cinta Ibuk selalu segar untuk keluarga. Cinta Ibuk selalu terang untuk Bapak."
Author: Iwan Setyawan
31. "Karena ia tidak mempunyai hak untuk memintaku tinggal, ditaruhnya sebelah sepatu menghadap keluar. Dan karena ia tidak ingin aku pergi, ia menaruh yang sebelah lagi menghadap ke dalam. Begitu melihat sepatu, langsung kusadari hatinya yang galau"
Author: Kim Dong Hwa
32. "Mungkin aja lo pikir, anak-anak dari keluarga miskin itu menderita. Tapi siapa tahu, mereka justru lebih bahagia daripada kita karena mereka nggak terikat materi."
Author: Lexie Xu
33. "Para pembunuh tidak sepintar itu. Mereka, pada kenyataannya orang-orang yang sangat bodoh. Itu sebabnya mereka membunuh: Kecerdasan mereka begitu terbatas, sehingga mereka tidak bisa melihat jalan keluar yang lain."
Author: Meg Cabot
34. "Orang-orang asing adalah keluarga yang belum kau kenal."
Author: Mitch Albom
35. "Biar!tak kau ingat lampu-lampu yang menyihir kita menjadi orang yang mentertawakan dunia. tak kau ingat keringat meleleh di langkah kaki, di punggung, kening, menantang matahari! menunggingkan pantat ke muka-muka orang-orang yang dipuja sebagai dewa! o, engkau telah membunuh kenangan demikian cepat. seperti kulindas kecoak dengan ujung sepatuku. perutnya yang memburai, putih, mata yang keluar dari kepala, masih bergerak-gerak. aku menjadi pembunuh. seperti dirimu. demikian telengas. tanpa belas. kepada kenangan. biar. jika kau tak mau temani. biar kurasakan nyeri sendiri. di puncak sepiku sendiri!"
Author: Nanang Suryadi
36. "Duha bukannya pesimis kalau dilihat dari luar, tetapi dalam hatinya tiada siapa yang tahu. Hatinya dia bungkus kejap-kejap, sampai tiada siapa yang dapat menekanya."
Author: Noor Suraya
37. "Bagaimana cantik, bijak, kaya dan datang dari keluarga yang bagus sekalipun, jika perempuan itu bukan seorang yang beragama dan solehah, maka nilainya kosong"
Author: Norhayati Berahim
38. "Um sonhador é aquele que só consegue encontrar o seu caminho ao luar e que, por castigo, vê o alvorecer antes do resto do mundo."
Author: Oscar Wilde
39. "His name was Paul Eluard, and he said this thing once: There is another world, but it is in this one...It's like, you know, inside every stove there's a fire. Well, inside every grass blade there's a grass blade, that's just like burning up with being a grass blade. And inside every tree, there's a tree, and inside every person there's a person, and inside this world that seems so boring and ordinary, if you look hard enough, there's a totally magical beautiful world. And anything you would want to know, or anything you would want to happen, all the answers are right there where you are right now. In your life."
Author: Paul Murray
40. "Dia tidak beranak, tidak berbini. Kalau perjuangannya menang, mungkin dia telah tewas, dan kemenangannya itu tidak dinikmati apapun di antara keluarganya sendiri, tetapi buat orang-orang lain."
Author: Pramoedya Ananta Toer
41. "Persaudaraan yang diikat oleh sesuatu. Dengan ikatan itu mereka saling menjaga, saling membantu bila ada keperluan, merupakan saudara seperti satu keluarga sendiri, dalam fam atau marga yang sama. Ikatan ini merupakan dan mempunyai ketentuan hukum, disamoing hukum perkawinan yang eksogamis; mereka tidak dibenarkan kawin dengan orang sekampung atau semarga."
Author: Pramoedya Ananta Toer
42. "Semua manusia bersaudara satu sama lain. Karena itu tiap orang yang membutuhkan pertolongan harus meeroleh pertolongan. Tiap orang keluar dari satu turunan, karena itu satu sama lain adalah saudara."
Author: Pramoedya Ananta Toer
43. "Dunia luar tak ada yang tahu tentang mereka, tak ada yang memperhatikan nasib mereka,"
Author: Pramoedya Ananta Toer
44. "Yang membelenggu kita bukan kekuatan-kekuatan luar, entah itu negara agresor, industrialis global, kapitalis tamak, merek ternama atau Hollywood, tapi justru jiwa yang sempit, pikiran yang kerdil, dan imajinasi yang pendek."
Author: Radhar Panca Dahana
45. "Pekerja keraslah yang akan memenangkan hari ini.Jadi, jangan kikir mengeluarkan daya!Kerahkanlah ketabahan, karena begitu mudah untuk menyerah,Begitu sulit untuk mempertahankan kegigihan."
Author: Robert W. Service
46. "SEMENTRA KITA SALING BERBISIKSementara kita saling berbisikUntuk lebih lama tinggalPada debu, cinta yang tinggal berupaBunga kertas dan lintasan angka-anglaKetika kita saling berbisikDi luar semakin sengit malam hariMemadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun apiSebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.(1966)"
Author: Sapardi Djoko Damono
47. "Berkata tidak mungkin, itu biasa. Membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, itu baru luar biasa."
Author: SBYudhoyono
48. "Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa."
Author: Tere Liye
49. "Apakah sekarang semuanya mulai jelas? Apakah sekarang kau mulai yakin atas hubungan ini? Apakah kau sudah punya jawabannya? Kalau sudah, bisakah kau segera memberitahuku? Kemajuan sedikit saja di hati kau akan memberikan rasa tenteram yang luar biasa bagiku. Bukan sebaliknya, hingga hari ini aku hanya berkutat dengan harapa-harapan---karena itulah yang tersisa."
Author: Tere Liye
50. "Kompromi tidak akan membunuhmu, Mahoni. Kau tidak akan kehilangan jati dirimu hanya gara-gara mendesain kolam dengan pancuran air bertingkat.''Ya, aku tahu.''Sebaliknya kau bisa mewujudkan impian seseorang dengan kompromi. Itu sesuatu yang kita lakukan setiap saat tanpa sadar. Di rumah. Dengan keluarga kita.''Aku tidak punya keluarga, ingat?'Simon - Mahoni"
Author: Windry Ramadhina

Luar Quotes Pictures

Quotes About Luar
Quotes About Luar
Quotes About Luar

Today's Quote

Many legitimate forms of ownership, mainly cooperative and communal, had not been used to any effective extent mainly because of the imposition of Stalinist restrictions."
Author: Alexander Dubcek

Famous Authors

Popular Topics