Top Makan Quotes

Browse top 55 famous quotes and sayings about Makan by most favorite authors.

Favorite Makan Quotes

1. "Surga mungkin sebuah perpustakaan raksasa yang semua isinya terbuat dari coklat. Kau bisa membaca lalu memakan semuanya."
Author: Abdurahman Faiz
2. "Manusia dibebani harapan, cita-cita dan tanggungjawab dalam kehidupan. Sejak jejaka hingga tua, mereka berperanan mencipta, mengatur dan membina benda, yang dinamakan peradaban lahiriah. Mereka diasuh dan mengasuh, dalam proses pertumbuhan tamadun fikir. Tetapi mereka itu juga - semua lahir dari ibu - sudah, sedang dan masih akan jadi pemusnah benda dan berbunuhan sesama manusia, membunuh fauna dan menghancurkan flora."
Author: Arena Wati
3. "Puisi yang ditulis dengan hati tak pernah mati, puisi yang ditulis dengan peristiwa kelak jadi kenangan atau bahkan hilang dari ingatan, puisi yang ditulis dengan cinta ia akan mencipta, tercipta dan juga menjadi kata-kata yang tak lapuk dimakan usia~~"
Author: Arif Saifudin Yudistira
4. "Ada yang mengatakan saya ini gila menulis. Ini mendekati benar, karena kalau tidak menulis saya pastilah gila, dan karena gila makanya saya menulis."
Author: Arswendo Atmowiloto
5. "Sesungguhnya, kita telah lama jadi penghuni "waktu", sementara rumah telah menjelma menjadi sekadar "ruang transit". Rumah kehilangan batas definitifnya dan menjadi sangat elastis. Kita punya ruang duduk di kafe-kafe berinternet, tidur di jalan-jalan dalam perjalanan pulang dan pergi ke kantor, menerima tamu di lobi-lobi hotel berbintang, makan malam di restoran-restoran yang berganti setiap kali."
Author: Avianti Armand
6. "Ada di dunia ini yang merupakan teka-teki, ada yang merupakan misteri. Dan beda keduanya adalah ini: teka-teki adalah rahasia yang jawabannya tetap dan pasti. Tetapi misteri adalah rahasia yang jawabannya tak pernah kita tahu adakah ia tetap dan pasti. Sesuatu samar-samar menampakkan diri, tapi kita tak akan pernah bisa memegangnya. Misteri menjelmakan suasana kepedihan dan harapan. Dan suasana itu, anehnya, indah."
Author: Ayu Utami
7. "Jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang."
Author: Dee
8. "Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan."
Author: Dee
9. "Telepati itu bualan, umpatnya, makanya Alexander Graham Bell ditakdirkan jadi penemu telepon."
Author: Dee
10. "Seberapa berat amanah seorang ibu|berat banget seberat nyawa lo kali|ngeri dong|banget, makanya gw selalu berharap kalian hati2~"
Author: Dian Nafi
11. "It's okay, yang pertama selalu full of shit, kok. Itulah makanya lebih baik kita menikah dengan cinta terakhir daripada cinta pertama."
Author: Dwitasari
12. "Seorang samurai tidak bekerja sekadar untuk mengisi perut. Dia bukan budak makanan. Dia hidup untuk memenuhi panggilannya, untuk kewajiban dan pengabdian. Makanan hanyalah tambahan, sebuah berkah dari surga. Jangan menjadi laki-laki yang, karena terlalu sibuk mencari makan, menghabiskan hidupnya dalam kebimbangan."
Author: Eiji Yoshikawa
13. "Jangan pernah menyamakan karakter saya dengan tingkah laku saya. Karakter adalah jati diri saya yang sesungguhnya, yang menunjukkan siapa saya. Sementara tingkah laku saya terhadap Anda menunjukkan bagaimana tingkah laku Anda terhadap saya."
Author: Eka Prasetyani
14. "Kita umumnya gampang termakan desas-desus karena kita hidup bertahun-tahun tak terlatih untuk menganalisis dan berpikir empiris. Dan berkibarlah sumber pengetahuan kita lewat dogma, desas-desus, dan dukun."
Author: Goenawan Mohamad
15. "Tidak makan kerana tiada makanan, itu bukan pelajaran.Tidak minum kerana tiada minuman, itu bukan latihan.ketika kita ada segalanya untuk dimakan, namun kita memilih untuk tidak makan, kerana mentaati Allah, itulah latihan. Ia adalah latihan untuk berkata TIDAK kepada sesetangah kenahuan diri, supaya kita dapat tingkatkan daya kawalan diri!"
Author: Hasrizal Abdul Jamil
16. "Kawal rasa cinta itu. kalau betul cinta, cinta biar ke syurga. maka apa persediaan kau untuk bawa keluarga kau ke syurga? adakah dinamakan cinta kalau kita sekadar melemparkan pasangan kita ke neraka?: muka surat 148"
Author: Hilal Asyraf
17. "Aku hanya mencemaskan kesehatan Anda. Anda tak berhak menilaiku berdasarkan tindakan yang kuperbuat jika itu semua kulakukan demi Anda. Anda tak tahu kan, berapa banyak peraturan tak tertulis di sini yang sudah aku langgar untuk melindungi Anda? Jadi, dengarkan ini baik-baik, aku sudah bunuh dokter itu karena dia mengenali Anda, titik. Tidak usah dipertanyakan lagi. Dan karena aku sudah susah payah mendatangkan dokter itu demi Anda, sekaligus membunuhnya juga demi Anda, jadi Anda tak berhak menolak makanan, minuman, dan obat yang sudah aku persiapkan demi Anda."
Author: Ida R. Yulia
18. "Selama ini kulihat hidup semakin rumit. Banyak orang tega membunuh hati nurani dengan tangan mereka sendiri. Kusaksikan tangan-tangan politik semakin kotor, meraih kemenangan demi kepentingan sendiri. Pemimpin saling berebut nasi. Pemimpin yang bahkan tak bisa memimpin hidup mereka sendiri. Lumpur menggenangi ratusan rumah, mesjid, sekolah, warung nasi, juga kenangan. Lumpur panas yang tumpah karena uang dan ketidakpedulian. Bahkan ada juga yang membunuh dengan mengatasnamakan agama. Beberapa orang dilarang beribadah di tempat ibadah mereka sendiri. Di mana ada proyek sosial, di sana cenderung ada penipuan. Banyak orang kehilangan hati mereka sendiri. Keluarga merindukan kehangatan."
Author: Iwan Setyawan
19. ".... Makanya semoga ada rejeki ya. Jadi kita bisa makan empat sehat lima sempurna tiap hari," tutur Ibuk."
Author: Iwan Setyawan
20. "Meskipun banyak kebocoran di sana-sini, kita mesti bersyukur. Kita ada di rumah sendiri. Ada tempat untuk makan pisang goreng bersama-sama," kata Ibuk."
Author: Iwan Setyawan
21. "Sing tabah Le. Kamu kuliah yang pinter. Nggak apa-apa jauh dari keluarga sebentar. Biar kamu nanti dapat kerja bagus. Yang penting, jangan pernah telat makan. Jangan takut, Le. Coba dulu," nasihat Ibuk lewat telepon."
Author: Iwan Setyawan
22. "Sing sabar ae. Rejeki nggak datang hari ini tapi insya Allah akan datang besok," kata Ibuk sambil mengunci lemari makan di dapur."
Author: Iwan Setyawan
23. "Tuhan memberikan makanan kepada setiap burung, tetapi tidak melemparkannya ke sarang mereka masing-masing."
Author: J.G. Holland
24. "Albus Severus," kata Harry pelan, sehingga tak ada orang lain kecuali Ginny yang bisa mendengarnya, dan Ginny cukup bijaksana untuk berpura-pura melambai kepada Rose, yang sekarang sudah di atas kereta, "kau dinamakan seperti dua kepala sekolah Hogwarts. Salah satunya adalah Slytherin dan dia barangkali orang paling berani yang pernah kutemui."
Author: J.K. Rowling
25. "Kukira yang paling kusukai dari dirinya adalah bahwa dia membuat kesederhanaan jadi indah. Kedengarannya mudah, tapi hal besar pada saat itu. Sekarang juga masih. Berapa kali kau berada di restoran yang seharusnya bagus tapi kau bahkan tidak bisa merasakan makanannya karena terselubung dalam... inovasi?"
Author: Kate Klise
26. "Aku tidak suka makan ramen kalau dia sudah dingin. Jadi tidak perlu kujawab ya Bee. Biarkan kamu saja yang menilai, apakah aku sungguh-sungguh mencintaimu atau tidak. "Rendy ~ Her Footprints on His Heart"
Author: Lea Agustina Citra
27. "Mental kita itu juga seperti otot tangan atau kaki.Jika terlatih dengan baik, otot kita menjadi kuat,...cepat, dan bisa bertahan lama.Mental yang jarang digunakan,memang akan melemah, dan mengutamakan istirahat.Yang penting, bukan kerasnya upaya belajar,tapi teraturnya waktu belajar.Sedikit-sedikit tapi teratur,lebih baik daripada masif tapi dadakan."
Author: Mario Teguh
28. "Jika kita mengelami krisis bahan makanan bukanlah disebabkan oleh daya produktifitas alam yang tidak mencukupi, melainkan oleh keinginan manusia yang berlebih-lebihan"
Author: Masanobu Fukuoka
29. "Orang sekarang ini makan dengan pikiran mereka, tidak dengan tubuh mereka"
Author: Masanobu Fukuoka
30. ".... kamu tahu sempurna itu apa? .... Sempurna adalah Sylvester makan Tweety. Begitu Sylvester nyantap si burung kuning itu, maka semua perjuangan selesai, dan usahanya itu berakhir seempurna .... saat semuanya berakhir sempurna, serial Tweety-nya tamat."
Author: Moemoe Rizal
31. "Lalu, kenapa menikah itu jadi kewajiban?" tanyaku setelah menelan suapan makanan pertamaku."Asli, gue jadi beneran nggak nafsu makan. Makasih lho, Nin." Agnes mengerucutkan bibir, menatap makanannya tanpa selera."Ya udah, maaf. Makan lagi deh, gue diem." Kataku geli."Karena menikah itu takdirnya manusia? Manusia kan konon diciptakan berpasang-pasangan." kata Agnes. Klise."
Author: Okke Sepatumerah
32. "Binatang itu bicara, makan -- tapi tak mengerti dirinya sendiri. Dan aku begitu juga."
Author: Pramoedya Ananta Toer
33. "Mengapa membuka ladang sejauh ini?Kalau deka(t) kampon(g) habis dimakan(g) babi sendiri. Di sini babi hutan(g) yang ditunggu. Orang kampon(g) bikin ladan(g) sambil cari daging."
Author: Pramoedya Ananta Toer
34. "Kami memang orang miskin. Di mata orang kota kemiskinan itu kesalahan. Lupa mereka lauk yg dimakannya itu kerja kami."
Author: Pramoedya Ananta Toer
35. "Dari bumi ini aku lahir. Dari bumi ini aku makan. Aku akan mati dan kembali di bumi ini juga - Muka Jawa (Wanita Jawa Yang Disumpah Ketua Adat Buru Agar Tidak Meninggalkan Mereka)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
36. "Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas(Bumi Manusia, h. 138)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
37. "Wajar bagi anak burung dan binatang lain diberi makan oleh ibu mereka, tapi raja dan ratu tampaknya tak pernah dewasa, mereka menuntut diberi makan oleh yang lain seumur hidup. Kemandirian adalah sesuatu yang tak pernah mereka lakukan atau pelajari"
Author: Samarpan
38. "Politik tidak didasarkan pada untung rugi. Harus mengutamakan kepentingan rakyat & masa depan bangsa"
Author: SBYudhoyono
39. "Indonesia adlh bangsa majemuk yg berciri perbedaan. Utamakan dialog & saling menahan diri, agar benturan & kekerasan bisa diselesaikan."
Author: SBYudhoyono
40. "Makhluk bernama andjing diburu untuk menjambung hidup penjual maupun pembelinja yang tak tahu lagi apa yang masih bisa dimakan; Makhluk bernama manusia diburu sesama manusia untuk diakhiri hidupnja, entah demi apa. Tuhan, selamatkanlah bangsa kami!"
Author: Seno Gumira Ajidarma
41. "Ia menceritakan kisah tentang surga, di mana para manusia yang saleh dapat hidup dengan nikmat, senikmat-nikmatnya. Mereka bisa mendapat makanan dan minuman berlimpah, bidadari yang cantik-cantik (jadi, para bidadari tidak bisa menikmati surga karena mereka cuma budak seks di sana)."
Author: Soe Tjen Marching
42. "Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gilau kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita bersarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan."
Author: Tere Liye
43. "Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat, hebat sekali benda bernama perasaan itu, dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang"
Author: Tere Liye
44. "Kakek, apakah cinta itu memberi, seperti yang selalu Kakek lakukan saat memberi makan ayam - ayam?""Tidak. Karena kau selalu bisa memberi tanpa sedikitpun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi."
Author: Tere Liye
45. "Nah, walau tiga suku bangsa ini punya kampung sendiri, kampung Cina, kampung Dayak, dan kampung Melayu, kehidupan di Pontianak berjalan damai. Cobalah datang ke salah satu rumah makan terkenal di kota Pontianak, kalian dengan mudah akan menemukan tiga suku ini sibuk berbual, berdebat, lantas tertawa bersama—bahkan saling traktir. "Siapa di sini yang berani bilang Koh Acong bukan penduduk asli Pontianak?" demikian Pak Tua bertanya takzim."
Author: Tere Liye
46. "Perkembangan ilmu bisa dicapai dengan melakukan perubahan pola pikir dan pendefinisian lengkap komunikasi berantai dalam struktur piramida rantai makanan yang tersusun rapi."
Author: Toba Beta
47. "Yang lebih penting lagi untuk difahami dan diperhatikan ialah perbezaan hakiki yang tidak dapat dipersamakan. Jika hakikat ini tidak difahami dan dasar-dasar serta usaha mempersamakan antara pelbagai hakikat tersebut dilancarkan, akan berlakulah persamaan-persamaan palsu yang menzalimi kesemua hakikat-hakikat tersebut. Segala usaha untuk memberi tafsiran bertujuan melenyapkan perbezaan-perbezaan itu akan menimbulkan kemarahan, kebencian dan persengketaan."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
48. "Perlembagaan ibarat batangnya yang teguh tegap itu yang mengandungi seluruh peruntukan dan perkara di dalamnya. Tetapi batang pohon itu dikukuhkan juga oleh dua kekuatan lain, yakni pembuluh kayu dan dapat kita samakan dengan Penerimaan dan teras kayu yang boleh kita ertikan dengan Keadilan Sosial."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
49. "Aku seorang pekerja sejati,Aku makan dari hasil kerjaku,Membeli pakaian dengan uang sendiri,Aku tidak membenci orang lain,Tidak iri pada kebahagiaan orang lain,dan senang menyaksikan kesejahteraan orang lain."
Author: William Shakespeare
50. "Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing......(menyanyi) itulah Indonesia. Menulis kolooom selesai.["Fenomena PRD dll," dalam Politik Hati Nurani, hlm. 28]."
Author: Y.B. Mangunwijaya

Makan Quotes Pictures

Quotes About Makan
Quotes About Makan
Quotes About Makan

Today's Quote

Girls took to dressing like boys, and though women had obtained the vote, we had swiftly moved on to pursuing flashier freedoms: necking in cars and smoking cigarettes and walking down city streets in flesh colored stockings."
Author: Anna Godbersen

Famous Authors

Popular Topics