Top Malam Quotes

Browse top 45 famous quotes and sayings about Malam by most favorite authors.

Favorite Malam Quotes

1. "Man thalabal 'ula sahiral layaliSiapa yang ingin mendapatkan kemuliaan maka bekerjalah sampai larut malam"
Author: Ahmad Fuadi
2. "Jika sebuah tali itu sudah sangat mengencang, itu tandanya akan putus. Jika malam sudah gelap gulita, itu tandanya bahwa kegelapan akan segera lenyap. Jika sebuah masalah itu sudah sangat menghimpit, itu tandanya akan ada jalan keluar."
Author: Aidh Bin Abdullah Al Qarni
3. "Tapi aku malah ngerasa angin malam beserta langit dan bintang adalah sahabatku yang sebenarnya. Mereka selalu ada dengerin aku dan nggak akan pernah ninggalin aku."
Author: Anastasia Ervina
4. "-kalau aku susah, cukuplah kutangisi semalaman. semalam suntuk. esoknya aku tak mau lagi menangis. aku bangun dan tegak kembali-"
Author: Andrea Hirata
5. "Sesungguhnya, kita telah lama jadi penghuni "waktu", sementara rumah telah menjelma menjadi sekadar "ruang transit". Rumah kehilangan batas definitifnya dan menjadi sangat elastis. Kita punya ruang duduk di kafe-kafe berinternet, tidur di jalan-jalan dalam perjalanan pulang dan pergi ke kantor, menerima tamu di lobi-lobi hotel berbintang, makan malam di restoran-restoran yang berganti setiap kali."
Author: Avianti Armand
6. "Pada malam ketika Tembok Tiongkok jadi, ke manakah para tukang batu pergi?"
Author: Bertolt Brecht
7. "Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci.Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda."
Author: Dee
8. "Waktu itu Minggu malam. Aku tersentak bangun pada pukul satu dini hari. Sayup-sayup terdengar dari jauh peluit kereta. Nguuuoooong. Dalam kondisi kesepian dan merasa seperti ada yang hilang, aku yang tetap tidur telentang tanpa bergerak-gerak mengeja puisi ‘Saddest Poem' milik Pablo Neruda dalam patahan-patahan bait yang tidak berlompatan."
Author: Desi Puspitasari
9. "Saat khotbah wukuf dan doa dibacakan, seluruh tubuhku bergetar. Setelah bersimbah air mata semalam, masih ditambah lagi dengan banjir air mata hari ini. Diri ini menjadi begitu kerdil dengan segala kelemahan dan kehinaan diri."
Author: Dian Nafi
10. "Hanya kepada sang malam ia selalu berbincang tentang sebuah rindu. Tarian aksara jiwa yang tak pernah bisa ia ungkapkan sekalipun beribu kesempatan kerapkali menyodorinya waktu untuk berbagi."
Author: Dian Nafi
11. "Siguro kaya naimbento ang salita't konseptong closure ay para sa mga tinatamad malaman ang magiging wakas. Yung mga atat na atat malaman ang ending. Yung mga naburyong na sa pagkainip sa dapat kahinatnan. Kesa nga naman maghintay sa pagkahaba-haba't pagkatagal-tagal ng ending, mabuti pang putulin nalang."
Author: Eros Atalia
12. "Kegiatan fisik dalam menulis fiksi bertolak belakang dengan hasil yang didapat. Kegiatan tersebut adalah duduk tegang dan jenuh sepanjang siang atau malam di depan meja dan mesin ketik, pada saat aku ingin berdiri dan pergi ke suatu tempat untuk melihat sesuatu yang aku yakini lebih menarik dibanding apa yang sedang aku kerjakan."
Author: Erskine Caldwell
13. "Dan menangis ada gunanya juga, ternyata. Menangis membuat tubuhmu sedikit lebih hangat hingga malam tidak perlu terasa terlalu dingin."
Author: Fauzan Mukrim
14. "Gerisik angan dan deru lembut laju harapan.Waktu itu adalah menit-menit akhir menjelang malam di Bukit Angin. Daun-daun berwarna-warni dalam berbagai wujud melayang ke langit dan berkumpul mengelilingi puncak pusaran angin. Di sana, di balik awan, beradalah studio Sang Pelukis."
Author: Fredrik Nael
15. "Setelah begitu banyak kebaikan yang Allah curahkan kepada manusia, sedikit sahaja yang mahu berterima kasih kepada-Nya.Maka, bagaimana pula kita, hamba Allah yang kerdil ini, boleh tidak lena malam hanya kerana jasanya tidak dikenang seseorang.JANGAN KECIL HATI. Kita kan hamba!(Di Hamparan Shamrock, Kuseru NamaMu: 341)"
Author: Hasrizal Abdul Jamil
16. "Sama juga kalau untuk contoh lelaki. Kalau baca Al - Quran hari-hari, tapi main bola nampak kepala lutut,tak cukup balik lagi.Atau kalau solat lima waktu sehari semalam tapi pegang tangan anak dara orang bukan mahram sesuka hati, tu belum cukup baik lagi."
Author: Hlovate
17. "Tuhan, aku tahu aku brengsek, tapi kumohon... malam ini, cukup malam ini, tolong berpihaklah padaku."
Author: Ida R. Yulia
18. "Dalam Genggamanmu, IbukBuku baru. Sepatu baru. Sekolah baruUntuk anak-anakmuAgar mereka merekahKau bangun jembatan agar mereka tak melalui kali yang keruhKau gendong jiwa mereka agar selalu hangatKau nyalakan lentera hati mereka...Malam minggu kemarin. Kau tak hanya berjanji.Kau berikan napasmuKau genggam anak-anakmu. Kau genggam erat.Di tanganmu yang halus, kau pastikanMereka tidak terjatuh..."
Author: Iwan Setyawan
19. "Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani."
Author: Iwan Setyawan
20. "Menulis membebaskanku. Membesarkanku. Memberanikanku. Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani. Menulis adalah meditasi."
Author: Iwan Setyawan
21. "Aku menyimpan beberapa rahasia besar dan hanya pada malam yang sepi dan panjang, aku bisa membebaskan mereka."
Author: Iwan Setyawan
22. "Sajak Musim GugurMalam-malam berguguran...Kenangan berguguran...Hanya sajak ini yang tumbuhKau selalu berdiri, ketika matahari mengoyak langitKetika panas, mengoyak-ngoyak hidup!Kau pernah ajak aku berjalanMelalui pagi dan senja, berbasah hujanMelalui kali. Luka dan suka mengalir di sanaTanpa jedaBertahan! Kau harus bertahan...Jangan gugur sebelum musim dingin tibaIni kuberikan napasku!"
Author: Iwan Setyawan
23. "Tulisan membuatku semakin berani. Dan bukankah hidup ini terasa bermakna ketika ada keberanian untuk melalui badai kehidupan. Keberanian untuk menembus batas ketakutan. Keberanian untuk melalui malam yang panjang. Keberanian untuk bertanya, untuk apa kita di sini?Untuk apa?"
Author: Iwan Setyawan
24. "Minsan, ang buhay pag-ibig ng isang tao ay parang balon. Ibibigay mo ang lahat. Kapag natuyo ka na at walang pakinabang, hindi ka na nila papansinin. At malamang mauwi ka bilang isang wishing well, na tatapunan ng barya o gagawing props sa isang pelikula kung saan mula sayo lilitaw si Sadako."
Author: Jayson G. Benedicto
25. "Sesudah itu semuanya reda.Musim mengendap di kaca jendela.Tinggal ranting dan dedaunan keringberserakan di atas ranjang. Hening.Waktu itu tengah malam. Kau menangis.Tapi ranjang mendengarkan suaramu sebagai nyanyian. (Tengah Malam, 1989)"
Author: Joko Pinurbo
26. "Pada malam-malam insomnia, aku melakukan perjalanan nokturnal"
Author: Kim Dong Hwa
27. "Mungkin pada akhirnya ini adalah jalan untuk menciptakan dunia tanpamudaya magis darimu perlahan memudarsemuanya akan menjadi biasa dan mungkin akan lenyap tak berbekasdi mulai dari tatapan.. tak lagi mampu merona hatikukemudian senyuman.. tak lagi terbayang saat ku jemput malamkujuga baumu.. tak lagi memerbak anggunmunamunsemua itu bukan akhir, juga bukan sebuah permulaanakhir penutup kisah antara kau dan akupun permulaan hidupku yang tidak ada lagi kamu di situhanya sebuah permainan takdirtega membolak balik perasaan kalbukuyang kali ini sesaat buatku normalyang tanpa terkira kembali jerumuskan aku dalam pedih"
Author: Majdy
28. "A: Tsk! Ano ba naman 'tong araw na 'to? Ang ineeeht! Hwooh!B: Natural! Ano gusto mo? Malamig s'ya? E 'di dedbol na tayo n'un! Hwaha!A: Tangek! All I'm saying is... tsk! 'Wag na tayo dito sa labas... Kanina pa tayo nasa araw eh! D'un na --B: Huwow! And all this time akala ko nasa earth tayo!! Hwow! Teka lang! Huwow!"
Author: Manix Abrera
29. "Pikirkan 'nihareem' padang pasir, bidadari-bidadari iblis ini membingungkan pelancong yanh letih, membelokannya dari jalannya dengan lampu-lampu terang mereka pada malam hari. Tertipu, mengira dia telah menemukan sebuah kota atau penginapan, pasir yang luas, mati kehausan atau tenggelam dalam pasir hisap - Hakim Mehdad"
Author: Mike Carey
30. "Bangunlah malam, ia membantu untuk lulus ujian yang lain. Jangan sekali-kali membesarkan tidur."
Author: Muhd Kamil Ibrahim
31. "Bulan Merahlalu ditenggak darah bulan merahlolongnya yang serigala hingga ujung benuasebayang lindap sebayang lindap melayar-layarbulan merah mengucur airmatadengusnya yang api memunahkan negeri-negerisebusur waktu sebusur waktu meluncur-luncurtatap bulan merah di waktu malam merapat di ubun-ubunhingga purnamanya penuh sempurna sebugil bulat sebugil bulan menggigil-gigilo, bulan merah di puncak sunyi geliat sepi amuknya!"
Author: Nanang Suryadi
32. "Apabila Alang bertanya bagaimana untuk mengubat hati tadi, secara berbisik Aqmar menjawab... ubat hati ada lima caranya. Bunyinya macam senang aja, baca Al-Qur'an dengan memahami maknanya sekali. Selain itu mendirikan solat malam dan berkawan dengan orang soleh. Yang keempat dan kelima ialah puasa dan zikir yang berpanjangan."
Author: Noor Suraya
33. "Lalu bapakmu akan berkata, bintang tak pernah secantik tampakannya, tak sedekat yang kita duga. Ia cuma penghias panas malam para pemimpi.Tapi aku mau terbang. Aku mau menyentuh bintang. Jika ujung jariku melepuh, akan kubelah lima. Dan pulang dengan sepasang tangan berjari lima puluh."
Author: Nukila Amal
34. "Cooper's tremendous love and energy and unchained freedom had captured life itself. Now, as the last shovelful covered him forever, I knew I would always carry a big piece of Cooper Half Malamute with me until I too was covered by the earth."
Author: Peter Jenkins
35. "Dan kini, Adikku, kini terasa betul oleh kita, pahit sungguh hidup di dunia ini, bila kita selalu ingat pada kejahatan orang lain. Tapi untuk kita sendiri, Adikku, bukankah kita tidak perlu menjahati orang lain? (Bukan Pasarmalam, h. 62)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
36. "Dan dengan tidak terasa umur manusia pun lenyap sedetik demi sedetik ditelan siang dan malam. Tapi masalah-masalah manusia tetap muda seperti waktu, Di mana pun juga dia menyerbu ke dalam kepala dan dada manusia, kadang-kadang ia pergi lagi dan di tinggalkannya kepala dan dada itu kosong seperti langit. (Bukan Pasar Malam, 68)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
37. "Di sini tak ada rumah yang terkunci pintunya, siang ataupun malam. Di sini pintu bukanlah dibuat untuk menolak manusia, tapi menahan angin. Di sini semua orang tidur di ambin pada malam atau siang hari, termasuk para tamu yang tak pernah dipedulikan dari mana datangnya. Ia mendengar sekali lagi. Di kota setiap orang baru selalu ditetak dengan tanya: Siapa nama? Dari mana? Di sini orang tak peduli Mak Pin datang dari mana. Tak peduli Mak Pin gagu. Tak peduli sekalipun dia kelahiran neraka."
Author: Pramoedya Ananta Toer
38. "PERCAKAPAN DUA RANTINGkalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani munculkan diri, dan kau tinggal untuk menanti? cari. andai bumi sembunyi saat kau berlari? mimpi. lalu malam menyer-gapmu dalam pandang tiada tepi? hati.baik...aku tak lagi memberimu mungkin? kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari kalbumu? sampai. akankah kau patahkan tubuhmu hingga musim tiada berganti? mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari.juga kau benamkan yang lain dalam jurang di matamu? aku. katakan bahwa kau mene-rimamu seperti aku memberimu?...kau? ya. kau?...aku.Besancon, oktober sebelas 1997."
Author: Radhar Panca Dahana
39. "Rerumputan turut membius jiwa bersama dingin malam. Mengikuti beku diamku mencoba berbicara, merangkai sebait sajak alam."
Author: Rohmatikal Maskur
40. "SEMENTRA KITA SALING BERBISIKSementara kita saling berbisikUntuk lebih lama tinggalPada debu, cinta yang tinggal berupaBunga kertas dan lintasan angka-anglaKetika kita saling berbisikDi luar semakin sengit malam hariMemadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun apiSebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.(1966)"
Author: Sapardi Djoko Damono
41. "Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama….Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, dimana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet.Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi dan tak pernah mengalami siang.Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan.Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. Kebahagiaan terus-menerus bertebaran di Negeri Senja seolah-olah tidak akan pernah berubah lagi…."
Author: Seno Gumira Ajidarma
42. "Junjungan Kasih ku di langit cinta, dikala siang daku meraba kepada malam aku meneka. Mengapa mencari pada yang tiada?When the past has become part of the future, what does the present really holds?"
Author: Shahrizad Shafian
43. "Modal bisa memenjarakan manusia, membuat manusia bekerja tanpa henti dari jam 5 subuh sampai jam 8 malam untuk kekayaan oranglain."
Author: Tan Malaka
44. "Untuk membuat hati kita lapang dan dalam, tidak cukup dengan membaca novel, membaca buku-buku, mendengar petuah, nasihat, atau ceramah. Para sufi dan orang-orang berbahagia di dunia harus bekerja keras, membangun benteng, menjauh dari dunia, melatih hati siang dan malam. Hidup sederhana, apa adanya, adalah jalan tercepat untuk melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan hari ini. Percayalah, memiliki hati yang lapang dan dalam adalah konkret dan menyenangkan, ketika kita bisa berdiri dengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan sekitar, dan melewati kebahagiaan hidup, bersama keluarga tercinta."
Author: Tere Liye
45. "Masa lalu terlalu pahit dan terlalu dingin untuk disugguhkan pada malam musim penghujan."
Author: Widyawati Oktavia

Malam Quotes Pictures

Quotes About Malam
Quotes About Malam
Quotes About Malam

Today's Quote

Caminante, no hay camino. Se hace camino al andar.(Walker, there is no road. The road is made as you walk.)"
Author: Antonio Machado

Famous Authors

Popular Topics