Top Mata Hari Quotes

Browse top 35 famous quotes and sayings about Mata Hari by most favorite authors.

Favorite Mata Hari Quotes

1. "Pada setiap napasnyabunda membuat matahari barudalam jiwamu"
Author: Abdurahman Faiz
2. "Aku selalu bermimpimatahari melahirkan para gurudan guru melahirkan para matahari..."
Author: Abdurahman Faiz
3. "Dunia memang sudah semakin tua. Entah sudah berapa milyar kali dia mengelilingi matahari sampai membuat isinya berbolak-balik tidak karuan. Sampai manusia lupa bahwa apa yang seharusnya dikatakan dan dilakukan malah terlupa untuk dipraktikkan sendiri."
Author: Ahmad Fuady
4. "Bagaimana kita tahu bahwaTuhan bukanlah matahari?"
Author: Avianti Armand
5. "Mengubah rutinitas itu sama saja dengan menawar bumi agar berhenti mengedari matahari."
Author: Dee
6. "Ketika cinta membutakan mata hati, bagai gerhana menutupi matahari. Menutupi bulan. Ketika mungkin Nero tak mungkin dimiliki sebagai kekasih, Mayana mungkin rela menjadi apa saja untuknya. Sebagai teman, sahabat, saudara, apapun."
Author: Dian Nafi
7. "Saat khotbah wukuf dan doa dibacakan, seluruh tubuhku bergetar. Setelah bersimbah air mata semalam, masih ditambah lagi dengan banjir air mata hari ini. Diri ini menjadi begitu kerdil dengan segala kelemahan dan kehinaan diri."
Author: Dian Nafi
8. "Suara, nyanyian, musik, gunung, pantai, langit, padang pasir, laut yang membuat mereka indah sesungguhnya hal yang tidak kelihatan. Matahari juga tak bisa ditatap langsung oleh mata, tetapi yang membuatnya indah bukan hal yang bisa ditatap langsung oleh mata kan? Selalu ada sesuatu. Sesuatu yang misterius tetapi sangat bermakna. Itulah yang harus kau temukan… Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam hati."
Author: Fahd Djibran
9. "Anak perempuan tidak selalu harus bermain boneka dan anak lelaki tidak harus selalu bermain pistol. Menjadi maskulin bukan sesuatu yang membanggakan bagi rembulan, seperti halnya menjadi feminim tidaklah selalu memalukan bagi matahari."
Author: Fauzan Mukrim
10. "Tiga hal yang tidak bisa lama tersembunyi : Matahari , bulan , dan kebenaran"
Author: Gautama Buddha
11. "Orang yang periang bisa diibaratkan sinar matahari,Yang membuat orang-orang di sekelilingnya ikut riang pula.Keriangan hati memberi sayap pada kaki, otot pada tungkai dan lengan, serta keluwesan pada setiap gerakan."
Author: Henry Ward Beecher
12. "Jadilah sepertinya, sinar cahaya kepada semua, sumber tenaga segala, paksi untuk semesta, sinarnya sampai walau dalam gelita"-Matahari, Hilal Asyraf"
Author: Hilal Asyraf
13. "Sajak Musim GugurMalam-malam berguguran...Kenangan berguguran...Hanya sajak ini yang tumbuhKau selalu berdiri, ketika matahari mengoyak langitKetika panas, mengoyak-ngoyak hidup!Kau pernah ajak aku berjalanMelalui pagi dan senja, berbasah hujanMelalui kali. Luka dan suka mengalir di sanaTanpa jedaBertahan! Kau harus bertahan...Jangan gugur sebelum musim dingin tibaIni kuberikan napasku!"
Author: Iwan Setyawan
14. "Sebuah momen sederhana, momen masa kecil yang menggetarkan. Sebuah percik kehidupan yang akan menjadi kenangan. Kenangan yang bisa menyelamatkan Bayek dan saudara-saudaranya kelak dalam hidup selanjutnya. Sebuah kebersamaan yang akan mengikat mereka, ke mana pun mereka pergi. Hangat matahari pagi itu akan menemani hidup mereka. Selamanya."
Author: Iwan Setyawan
15. "Mengapa bulan di jendela makin lama makin redup sinarnya?Karena kehabisan minyak dan energi.Mimpi semakin mahal,hari esok semakin tak terbeli.Di bawah jendela bocah itu sedang suntukbelajar matematika. Ia menangis tanpa suara:butiran bensin meleleh dari kelopak matanya.Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah.Ibunya terbaring sakit di rumah.Malu pada guru dan teman-temannya,coba ia serahkan tubuhnya ke tali gantungan.Dadah Ayah, dadah Ibu..Ibucinta terlonjak bangkit dari sakitnya.Diraihnya tubuh kecil itu dan didekapnya.Berilah kami rejeki pada hari inidan ampunilah kemiskinan kami."
Author: Joko Pinurbo
16. "Senyum bagi manusia adalah ibarat cahaya matahari bagi bunga.Kelihatannya sepele, tetapi apabila disebarkan sepanjang hidup, manfaatnya tidak bisa dihitung."
Author: Joseph Addison
17. "Kitalah planet yang hidup itu, Sophie! Kitalah kapal besar yang berlayar mengelilingi matahari yang membakar alam raya. Tapi kita masing-masing adalah juga sebuah kapal bermuatan gen-gen yang melayari kehidupan. Jika kita sudah membawa muatan ini dengan selamat ke pelabuhan berikut --berarti hidup kita tidak sia-sia."
Author: Jostein Gaarder
18. "Kau masih matahari pagi yang mengakhiri yelda-ku."
Author: Khaled Hosseini
19. "Biar!tak kau ingat lampu-lampu yang menyihir kita menjadi orang yang mentertawakan dunia. tak kau ingat keringat meleleh di langkah kaki, di punggung, kening, menantang matahari! menunggingkan pantat ke muka-muka orang-orang yang dipuja sebagai dewa! o, engkau telah membunuh kenangan demikian cepat. seperti kulindas kecoak dengan ujung sepatuku. perutnya yang memburai, putih, mata yang keluar dari kepala, masih bergerak-gerak. aku menjadi pembunuh. seperti dirimu. demikian telengas. tanpa belas. kepada kenangan. biar. jika kau tak mau temani. biar kurasakan nyeri sendiri. di puncak sepiku sendiri!"
Author: Nanang Suryadi
20. "Allah tidak menjanjikan hari-hari yang kita lalui tanpa diduga. Bahkan kita tahu juga, Allah tidak pernah menjanjikan yang siang mataharinya terus bersinar, bahkan Allah tidak pernah berjanji yang hujan tidak akan turun di siang hari. Tetapi Allah menjanjikan kekuatan dan ketabahan buat kita semua. Allah sudah menetapkan segala ganjaran."
Author: Norhayati Berahim
21. "Ya, aku memang seorang pemimpi. karena pemimpi adalah orang yang dapat menemukan jalannya dengan diterangi cahaya bulan, dan orang pertama yang melihat matahari terbit sebelum seluruh dunia melihatnya."
Author: Oscar Wilde
22. "Negeri Matahari Terbit, negeri Kaisar Meiji itu berseru pada para perantaunya, menganjurkan: Belajar berdiri sendiri! Jangan hanya jual tenaga pada siapa pun! Ubah kedudukan kuli jadi pengusaha, biar kecil seperti apa pun; tak ada modal? berserikat, bentuk modal! belajar kerja sama! bertekun dalam pekerjaan!"
Author: Pramoedya Ananta Toer
23. "Ibuku tinggal di sarang. Ini bukan rumah. Di negeri matahari ini, bahkan sinar matahari dia tidak kebagian!"
Author: Pramoedya Ananta Toer
24. "So when you left Hex Hall after Holly died, that wasn't because you were the grief-stricken fiance. You were going to The Eye.""Yeah. I told them that I thought Elodie and her coven had raised a demon, so we decided I should get close to her,see what was really going on.""And you decided to get really close to her."He laughed softly. "I can't see you, but I have a feeling you're cute when you're jealous,Mercer."Crossing my arms over my chest, I said, "It's not jealousy you're hearing, it's digust. You dated a girl you didn't even like just to get information out of her."His laughter died, and his voice sounded weary when he said, "Trust me, a lot of my brothers have done much worse."There was so much I wanted to ask him, but it's not like we could sit out here all night passing the sharing stick or whatever.Time to cut to the chase."So did The Eye tell you to get all Mata Hari on me too?"
Author: Rachel Hawkins
25. "Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan."
Author: Salim Akhukum Fillah
26. "Waktu berjalan ke Barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang.Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan.Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang,aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan."
Author: Sapardi Djoko Damono
27. "Persoalan datang dan pergi, seperti hadirnya bulan dan matahari. Yang penting jalani hidup dengan ikhtiar dan solusi"
Author: SBYudhoyono
28. "Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama….Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, dimana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet.Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi dan tak pernah mengalami siang.Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan.Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. Kebahagiaan terus-menerus bertebaran di Negeri Senja seolah-olah tidak akan pernah berubah lagi…."
Author: Seno Gumira Ajidarma
29. "Hanya pemuda sederhana. Yang kecemerlangannya muncul lewat senandung yang ia hafalkan, terlihat dalam cahaya yang terpancarkan dari sepasang mata. Kecemerlangan yang terlihat bagai matahari perlahan muncul, atau menghilang di kaki langit"
Author: Sinta Yudisia
30. "Matahari kalah terang dengan hatinya,Bulan kalah indah dengan senyumannya,Air kalah jernih dengan jiwanya,Bumi kalah subur dengan amalnya,Langit kalah cerah dengan akhlaknya,Batu kalah keras dengan imannya,Dan aku pun kalah hati kepadanya."
Author: Siti Khadijah Bashir 2010
31. "Revolusi Indonesia, bukanlah Revolusi Nasional SEMATA-MATA, seperti diciptakan beberapa gelitir orang Indonesia, yang maksudnya cuma membela atau merebut kursi buat dirinya saja, dan bersiap sedia menyerahkan semua sumber pencaharian yang terpenting kepada SEMUANYA bangsa Asing, baik MUSUH atau sahabat. Revolusi Indonesia, mau tak mau terpaksa mengambil tindakan ekonomi dan sosial serentak dengan tindakan merebut dan membela kemerdekaan 100%. Revolusi kemerdekaan Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan dibungkusi dengan revolusi-nasional saja. Perang kemerdekaan Indonesia harus DI-ISI dengan jaminan sosial dan ekonomi sekaligus."
Author: Tan Malaka
32. "Saat senja datang,Apakah Bumi yang pergi meninggalkanAtau Matahari yang mengucapkan selamat tinggal?Saat purnama tinggi,Apakah Bumi yang menatap rinduAtau Rembulan yang menatap kangen?Saat hujan turun,Apakah awan yang berlarian tak sabarAtau Bumi yang menyambut riang?Entahlah.Saat dua sahabat lama bertemuSiapa yang menunggu, siapa yang datangJika dua-duanya berpelukan eratSaat dua musuh berperangSiapa yang memulai, siapa yang mengakhiriJika dua-duanya sama-sama binasaPun, saat sebuah hubungan terputusSiapa yang pergi, siapa yang ditinggalJika dua-duanya sama2 terlukaEntahlah."
Author: Tere Liye
33. "Tawa ceria adalah laksana cahaya matahari di dalam rumah."
Author: William Makepeace Thackeray
34. "Bahkan waktu juga membatasi matahari untuk tetap terlihat"
Author: Yora
35. "Kekaguman lebih baik hanya tetap sebagai kekaguman. Kalau terlalu dekat.. Bisa seperti ikarus yang jatuh ke bumi karena sayapnya terbakar matahari.."
Author: Yuko Arisawa

Mata Hari Quotes Pictures

Quotes About Mata Hari
Quotes About Mata Hari
Quotes About Mata Hari

Today's Quote

Connor swooped her into his arms. "Damn it, girl." He kissed her, curling his body around hers. "What kind of crazy stunt was that? Don't ever try to save me again.""You were about to sacrifice yourself to protect me." She smiled up at him. "There was no way I was going to let you get out of our relationship that easily."
Author: Andrea Cremer

Famous Authors

Popular Topics