Top Menulis Quotes

Browse top 57 famous quotes and sayings about Menulis by most favorite authors.

Favorite Menulis Quotes

1. "Jika ingin menjadi seorang penulis pertama sekali kena membaca, kedua kena membaca, ketiga, membaca, keempat membaca dan kelima baru menulis."
Author: A. Samad Said
2. "Pada akhirnya menulis adalah menolong jiwa penulisnya sendiri dan menemukan apa yang terpendam dalam dirinya... sesuatu yang pernah ada namun telah menghilang karena waktu atau sesuatu yang telah lama ada namun tidak pernah dibangunkan."
Author: Adam Aksara
3. "Misi yang dimaksud adalah ketika kalian melakukan sesuatu hal positif dengan kualitas sangat tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya. Bila kalian merasakan sangat baik melakukan suatu hal dengan usaha yang minimum, mungkin itu adalah misi hidup yang diberikan Tuhan. Carilah misi kalian masing-masing. Mungkin misi kalian adalah belajar Al-Quran, mungkin menjadi orator, mungkin membaca puisi, mungkin menulis, mungkin apa saja. Temukan dan semoga kalian menjadi orang yang berbahagia."
Author: Ahmad Fuadi
4. "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing)"
Author: Ali
5. "Seperti permainan Sepak bola, menulis itu sangat rawan di menit-menit awal dan menit-menit akhir."
Author: Ali Zaenal
6. "Mereka yang disebut buta huruf (illiterate) di abad ke-21 bukanlah orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis, namun mereka yang tidak bisa belajar (learn), menanggalkan pelajaran sebelumnya (un-learn), dan belajar kembali (re-learn)."
Author: Alvin Toffler
7. "Empat puluh tahun usia pertama kita dihabiskan dengan menulis ratusan bahkan ribuan halaman buku teks, yang akan dibaca kelak di sisa usia."
Author: Arthur Schopenhauer
8. "Menulis itu, adalah menitipkan hatimelalui kata-kata"
Author: Cit?a ?iZcha Maya
9. "Memang sulit menulis puisi. Dan untuk apa mempersulit diri sendiri."
Author: Danarto
10. "Menurut survei: selain narik becak dan gali kubur, pekerjaan mengkhayal dan menulis ternyata juga butuh asupan kalori tinggi. (Perahu Kertas)"
Author: Dee
11. "Kau membuatku percaya bahwa keajaiban itu ada. Kau membuatku merasa bahwa tidak ada salahnya menulis puisi cinta dan menyimpannya dalam botol kaca. Aku datang hanya untuk mengatakan itu. Karena selanjutnya, aku akan selalu membencimu di sisa hidupku."
Author: Devania Annesya
12. "Menulis fiksi adalah menuangkan perasaan dan semangat hidup dalam untaian kata-kata di atas kertas-sebuah usaha tanpa akhir untuk mendapatkan makna-makna yang berbeda"
Author: Erskine Caldwell
13. "Menulis cerita pendek dan novel bukanlah sesuatu hal yang dapat aku lakukan dengan mudah dan menyenangkan."
Author: Erskine Caldwell
14. "Kegiatan fisik dalam menulis fiksi bertolak belakang dengan hasil yang didapat. Kegiatan tersebut adalah duduk tegang dan jenuh sepanjang siang atau malam di depan meja dan mesin ketik, pada saat aku ingin berdiri dan pergi ke suatu tempat untuk melihat sesuatu yang aku yakini lebih menarik dibanding apa yang sedang aku kerjakan."
Author: Erskine Caldwell
15. "Berbicara itu mudah namun sulit dipertanggungjawabkan. menulis lebih sulit namin lebih mudah dipertanggungjawabkan"
Author: Felix Y. Siauw
16. "Di sekolah, anak-anak belajar bahasa Indonesia, tetapi mereka tak pernah diajar berpidato, berdebat, menulis puisi tentang alam ataupun reportase tentang kehidupan. Mereka cuma disuruh menghafal : menghafal apa itu bunyi diftong, menghafal definisi tata bahasa, menghafal nama-nama penyair yang sajaknya tak pernah mereka baca."
Author: Goenawan Mohamad
17. "Menulis itu peduli. Menulis itu mencinta."
Author: Helvy Tiana Rosa
18. "Bagiku, sehari tanpa menulis adalah sehari hilang, terbuang."
Author: Howard Fast
19. "Menulis Dahulu Membaca Kemudian."
Author: I. Made Iwan Darmawan
20. "Buku itu akan abadi, bersama dengan pesan yang disampaikan di dalamnya. Jadi semestinya, meskipun ragaku ini tidak akan abadi, aku bisa menulis untuk mengabadikan perasaanku padanya, bukan?"
Author: Irin Sintriana
21. "Menulislah karena kamu menyukainya. Dengan begitu, kamu akan memulai dan menyelesaikannya."
Author: Irin Sintriana
22. "Menulis pun kadang bisa menusuk ulu hati seperti sekarang ini. Membuat detik-detik waktu yang berjalan di masa lalu berdetak lebih kencang. Lonceng waktu seakan berdentang kembali, membangunkan kesadaran dengan keras."
Author: Iwan Setyawan
23. "Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani."
Author: Iwan Setyawan
24. "Aku melintasi kehidupan dan kala. Aku berlayar menembus senja. Kuberanikan diri menulis untuk mengabadikan momen hidup dalam lembaran kertas. Sekali lagi, dengan segala kemampuan yang aku punya. Kau lihat, betapa sederhana tulisanku. Sekali lagi, aku hanya ingin mengabadikan sebuah momen hidup dalam lembaran kertas ini. Sebagai suatu museum kehidupan."
Author: Iwan Setyawan
25. "Menulis membebaskanku. Membesarkanku. Memberanikanku. Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani. Menulis adalah meditasi."
Author: Iwan Setyawan
26. "Aku ingin menulis ini untuk Ibuk, Bapak, dan perjuangan mereka yang kokoh. Tangan kuat mereka telah membawa anak-anaknya ke tempat yang lebih indah."
Author: Iwan Setyawan
27. "Di kamar kecil ini. Di kota kecil ini. Aku tak hanya menemukan secuil kedamaian tapi juga kesegaran baru dalam hidupku. Menulis. Menulis dalam kesunyian."
Author: Iwan Setyawan
28. "Anda boleh menulis puisiuntuk atau kepada siapa sajaasal jangan sampai lupamenulis untuk atau kepada saya.Siapakan saya? Saya adalah Kata."
Author: Joko Pinurbo
29. "Kamu menulis: "Kita sudah mengatakan A, maka kita harus menyebutkan seluruh huruf." Namun masalah itu sekarang sudah sedemikian luar biasa hingga aku menjadi ragu. Maka, kukutipkan puisi singkat dari Jan Erik Vold mengenai hal itu:"Siapa yang mengatakan ATelah mengatakan A"Kamu mengerti yang kumaksud, kan? Kalau kamu telah mengatakan A, maka kamu telah mengatakan A dan harus menjalani segala resiko yang mengikutinya. Tapi, itu tak berarti bahwa kamu juga harus mengatakan B."
Author: Jostein Gaarder
30. "Apakah kita sudah harus mengambil jeda dalam perjalanan yang masih panjang ini. Saat menulis, aku tak suka titik. Aku gemar tanda koma. Tolong jangan perintahkan aku untuk berhenti dan tenggelam dalam stagnansi. Jangan."
Author: Leila S. Chudori
31. "Beza membaca karya sastera dengan karya pop adalah penggunaan akal untuk mentafsir.Karya sastera memerlukan ketajaman akal untuk mentafsir. Adakalanya terpaksa mengkaji latar belakang penulisnya semata-mata untuk meneka 'niat' sebenar beliau menulis karya tersebut.Cerpen Ragam Dunia adalah contohnya.Sementara karya pop tidak memerlukan akal berfikir, tetapi emosi yang melayang-layang."
Author: Muzaf Ahmad
32. "Dalam mengarang saya tidak pernah tergesa-gesa. Saya anggap pekerjaan mengarang adalah tugas yang santai, yang harus dikerjakan dengan senang hati. Kalau saya menulisnya dengan terburu-buru, berarti dengan hati yang kesal, maka dapat dipastikan bahwa si pembaca pun akan merasakannya."
Author: Nh. Dini
33. "Hidup ku persembahkan pada tiga hal. Pertama, hidup untuk menulis. Kedua, hidup untuk menulis. Dan ketiga, hidup menulis."
Author: Nurul Fajri
34. "Menulis itu menemukan dan ditemukan, pada takdir"
Author: Nurul Fajri
35. "Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
36. "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
Author: Pramoedya Ananta Toer
37. "Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi."
Author: Pramoedya Ananta Toer
38. "Adat itu bikin orang jadi bodo. Adat larang orang kampung belajar menulis, membaca, bikin gambar."
Author: Pramoedya Ananta Toer
39. "Rahasiaku produktif menulis? Hanya satu kata: NIAT."
Author: Primadonna Angela
40. "Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang."
Author: Seno Gumira Ajidarma
41. "Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia."
Author: Seno Gumira Ajidarma
42. "Membacalah empat jam sehari dan menulislah empat jam sehari. Kalau kau tidak bisa meluangkan waktu untuk itu, jangan harap kau bisa menjadi penulis yang baik."
Author: Stephen King
43. "Ia, Tan Malaka, orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia... Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya."
Author: Tan Malaka
44. "Aku belajar menulis, karena tahu dia suka membaca."
Author: Tasaro G.K.
45. "Jangan pernah mau jadi kritikus buku, tapi tidak pernah menulis buku."
Author: Tere Liye
46. "Dalam lawatan itu, saya menyatakan kebimbangan tentang aliran-aliran extremism yang sedang menular di kalangan beberapa kelompok aktivis Islam pada waktu itu. Fazlur Rahman menasihati bahawa intelektual dan pemikir Muslim tidak harus pasif. Harus kerja kuat, menulis dan menjelaskan kepada masyarakat dengan mendalam dan integriti. Tanpa gerakan intelektualisme yang mendalam, kebangkitan Islam akan gagal dan kecewa."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
47. "Budaya ilmu juga bermakna ilmu dituntut dengan berbagai-bagai cara seperti pembacaan dan pendengaran atau pengalaman. Walaupun Islam menekankan kebolehan menulis dan membaca, tetapi dalam masyarakat Islam dahulu buta huruf tidak bermakna buta ilmu."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
48. "Satu kekuatan kursus tamadun Islam di IPT Barat - jika kita ketepikan sikap prejudis dan perkiraan strategiknya - ialah kesungguhan ilmiahnya.... Setiap pelajar diwajibkan membaca keseluruhan terjemahan al-Qur'an, berpuluh-puluh hadits pilihan daripada pelbagai kitab-kitab hadits, terjemahan sirah Ibn Ishaq, serta terjemahan karya-karya agung Islam yang lain. Setiap pelajar diwajibkan membaca hampir 50 mukasurat setiap hari dan diwajibkan menulis kertas kerja serta ujian yang meletihkan. Kita juga diberikan peta dunia lama yang kosong di mana pelajar diwajibkan menanda nama bandar, sungai, laut, teluk, gunung, dan daerah, negara yang kini sudah tiada lagi atau sudah berubah nama!!! Ini perlu kerana apabila pelajar membaca karya-karya terdahulu, mereka boleh memastikan tempat dan kawasan yang dimaksudkan itu dengan tepat dan lebih bermakna."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
49. "Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing......(menyanyi) itulah Indonesia. Menulis kolooom selesai.["Fenomena PRD dll," dalam Politik Hati Nurani, hlm. 28]."
Author: Y.B. Mangunwijaya
50. "Dulu sebelum saya memulai menulis buku, seorang penulis buku senior pernah berkata di sebuah acara bedah buku, 'sudah berapa banyak kalian membaca buku? Belasan, puluhan atau ratusan? Lalu apa sesuatu yang berlebihan kalau kita membuat satu buku saja, yang kemudian dibaca orang?"
Author: Yudhi Herwibowo

Menulis Quotes Pictures

Quotes About Menulis
Quotes About Menulis
Quotes About Menulis

Today's Quote

Do not despair. I know you will not despair. You have a manly and a proud heart. A proud heart can survive a general failure because such a failure does not prick its pride. It is more difficult and more bitter when a man fails alone."
Author: Chinua Achebe

Famous Authors

Popular Topics