Top Merah Quotes

Browse top 19 famous quotes and sayings about Merah by most favorite authors.

Favorite Merah Quotes

1. "Cinta pertama itu tetap unggul, mencakar-cakar kerinduan dan kenangan, menyembunyi dan merahsiakan sebahagian keanehannya, dan akhirnya menjadi sukar dimengerti, apalagi disambung. m/s 144"
Author: A. Samad Said
2. "Merah putih masih merayap gelisahmencari Hatta dalam jiwa dua ratus juta kita."
Author: Abdurahman Faiz
3. "Saya sudah lupa apakah si kartunis bermaksud mengkritik atau memuja peran ganda. Untung menghibur diri, anggap saja dia mau memuja dwi-peran wanita. Belakangan, para feminis menyerang pengagungan superwoman ini karena menjebak wanita dalam idealisasi yang tak mungkin terpenuhi. Padahal, menjadi superman bagi kaum pria amat mudah: tinggal pakai celana dalam merah di luar."
Author: Ayu Utami
4. "Jika mawar itu berduri, tusuklah hingga merah darahku, agar aku terbangun pada kenyataan tanpa dirimu."
Author: Fenny Wong
5. "We are defined by what we believe in. Identity is shaped by what we believe is right. Culture is cultured, pun intended; by what we believe is right.'Kita diertikan dengan apa yang kita percaya sebagai benda betul. Dan budaya serta nilai itu sendiri, memang dibentuk dengan benda yang sama juga, apa yang kita percaya sebagai benda yang betul baik. Cuma yang membezakan antara manusia tu ialah apa yang difahami sebagai benda yang betul dan benda yang baik.Contoh, 'Westerners' percaya minum wain merah baik untuk kesihatan jantung. Tapi kalau untuk orang Islam, sah la benda tu haram.Contoh lain, 'Englishmen are all about tea, and Americans are all about coffee."
Author: Hlovate
6. "Bila kita berpisahke mana kau aku tak tahu, sahabatatau turuti kelok-kelok jalanatau tinggalkan kota penuh merah flamboyanhanya bila kau lupaIngat...pernah aku dan kausama-sama daki gunung-gunung tinggihampir kaki kita patah-patahnapas kita putus-putustujuan esa, tujuan satu:Pengabdian dan pengabdian kepada......Yang Maha Kuasa..."
Author: Idhan Lubis
7. "Ibuk dan Bapak tak pernah menentukan aturan kapan dan berapa lama anak-anak harus belajar. Isa dan adik-adiknya telah membuka hati mereka sendiri. Membuka buku mereka sendiri. Ibuk dan Bapak telah bekerja sepenuh hati untuk memenuhi kebutuhan sekolah mereka. Mungkin, anak-anak ini melihat kesungguhan hati orangtua mereka yang telah berjuang tak kenal lelah untuk lima anaknya. Mungkin, anak-anak ini telah merasakan keringat bapaknya menetes di kulit mereka. Mungkin, cinta Ibuk telah memasuki darah mereka, lewat bubur beras merah dan sinar matanya yang syahdu. Mungkin, anak-anak ini tersentuh oleh hidup Bapak dan Ibuk yang sederhana dan penuh keprihatinan. Isa dan adik-adiknya ingin berjuang seperti mereka. Ingin memberikan cinta yang penuh kepada orangtuanya."
Author: Iwan Setyawan
8. "Di bawah alismu hujan berteduh.Di merah matamu senja berlabuh."
Author: Joko Pinurbo
9. "Aku belajar bicara pada hening. Karena sepi sudah akrab denganku. Kematian menciumku, maka merah flamboyan tak cukup terang nyalakan mataku. Padahal denyar belum usai. Kuku kisruh masih mencakar-cakar."Andai semua makhluk yang bernapas bisa berterima kasih kepada kesalahan," begitu katamu. "Kamu baik, hormat, dan sayang padaku, dari dulu, sekarang, dan semoga selamanya. Aku bisa mati tanpamu," jawabku pada kabut."
Author: Lan Fang
10. "Menurut Maman, apakah Ayah seorang Ekalaya?"Aku menuang anggue ke dalam gelas. Anggur merah."Non.""Kenapa tidak?""Dia seorang Bima, yang selalu ingin melindungi perempuan yang dicintainya."
Author: Leila S. Chudori
11. "Jika kau membunuh kerbau, kau tidak akan memerah susunya setelah itu - Zulaika"
Author: Mike Carey
12. "Bulan Merahlalu ditenggak darah bulan merahlolongnya yang serigala hingga ujung benuasebayang lindap sebayang lindap melayar-layarbulan merah mengucur airmatadengusnya yang api memunahkan negeri-negerisebusur waktu sebusur waktu meluncur-luncurtatap bulan merah di waktu malam merapat di ubun-ubunhingga purnamanya penuh sempurna sebugil bulat sebugil bulan menggigil-gigilo, bulan merah di puncak sunyi geliat sepi amuknya!"
Author: Nanang Suryadi
13. "Kadang-kadang memang terasa olehnya bahwa heroisme dan patriotisme wanita di jaman revolusi ini terletak pada kepalangmerahan saja! Tapi ia tak akan meninggalkan kejujurannya. Ia cintai kejujurannya. Dan ia yakin melalui kejujurannya ia pun dapat berbakti kepada revolusi. Ia merasa dirinya pejuang, berjuang dengan caranya sendiri."
Author: Pramoedya Ananta Toer
14. "Kalau mimpi kita ketinggian, kadang kita perlu dibangunkan oleh orang lain - Marmut Merah Jambu -"
Author: Raditya Dika
15. "Kalau anda ingin orang lain merahasiakan rahasia anda, simpanlah sendiri rahasia itu."
Author: Seneca
16. "Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama….Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, dimana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet.Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi dan tak pernah mengalami siang.Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan.Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. Kebahagiaan terus-menerus bertebaran di Negeri Senja seolah-olah tidak akan pernah berubah lagi…."
Author: Seno Gumira Ajidarma
17. "Bara bara merah membara,bintang tiada kau t'lah ada,berontak pisah dari asalnya,berniat kuasa malah sengsara.bara bara angkara murka,belasan miliar tahun di usia,betapa kuat dikau perkasa,begitu getir kini tersiksa."
Author: Toba Beta
18. "Perempuan memang tidak bisa diajak berpikir jernih jika menyangkut perihal lelaki. Dalam situasi seperti ini, kepala mereka dipenuhi kabur merah muda bernama dopamine yang meracuni sel-sel kelabu mereka dengan berbagai ide romantis yang absurd."
Author: Windry Ramadhina
19. "Kamu percaya sama konsep takdir, nggak?""I do," jawabnya lugas. "Orang-orang bertemu karena memang ditakdirkan untuk bertemu, berpisah karena memang ditakdirkan untuk berpisah. Kehidupan setiap orang diorkestrasikan sedemikian rupa sehingga setiap momen memiliki sebab dan akibat. Benang merah, takdir, nasib, whatever you call it."
Author: Winna Efendi

Merah Quotes Pictures

Quotes About Merah
Quotes About Merah
Quotes About Merah

Today's Quote

What was an infant's view of air travel? You go to a special place, walk into a large room with seats in it, and sit down. The room rumbles and shakes for four hours. Then you get up and walk off. Magically, you're somewhere else. The means of transportation seems obscure to you, but the basic idea is easy to grasp, and precocious mastery of the Navier-Stokes equations is not required."
Author: Carl Sagan

Famous Authors

Popular Topics