Top Nilai Quotes

Browse top 50 famous quotes and sayings about Nilai by most favorite authors.

Favorite Nilai Quotes

1. "Hal lain yang menghalangi produktivitas ialah pujian kritisi. Pujian itu bagai menantang saya, agar saya menulis yang nilainya sama dengan apa yang terbaik telah saya tulis selama ini."
Author: A.A. Navis
2. "Jika masyarakat sudah dibuat tidak meyakini kebenaran ajaran agama, maka yang akan dijadikan pegangan adalah akal manusia semata atau hawa nafsu mereka. Tidak ada standar kebenaran. Pada ketika itulah masyarakat akan terseret ke dalam arus nilai yang serba relatif dan temporal. Kebenaran tergantung pada kesepakatan. Agama tidak diberi hak untuk campur tangan untuk menentukan baik dan buruk di tengah masyarakat. (Hal.17)"
Author: Adian Husaini
3. "Priyayi zaman dulu kan bekerja dan mengabdi kepada kaum penjajah, bukan bekerja dan mengabdi kepada kaum kawula seperti kita ini. Mereka bersikap ningrat, maunya dilayani. Mereka menjunjung atasan dan tak mau mengerti tangise wong cilik. Mereka maunya membentuk tata nilai sendiri dan malu bergaul dengan rakyat biasa. Dan mereka angkuh tentu saja. Mereka jarang menyadari bahwa gaji yang mereka terima berasal dari wong cilik, setidaknya berasal dari harta milik bersama seluruh rakyat. Pokoknya priyayi zaman dulu itu menurut pohon jengkol demikian tak berharga karena miskin akan nilai kemanusiaan yang sejati."
Author: Ahmad Tohari
4. "Nilai Kemanusiaan kita ditantang secara kasar manakala keragaman di antara kita dipampatkan secara semena-mena ke dalam satu sistem kategorisasi tunggal yang semena-mena"
Author: Amartya Sen
5. "Sisa usia seorang mukmin tidak bernilai apa-apa kecuali ia mau memperbaiki apa yang telah lewat"
Author: Anònim
6. "Mereka merupakan orang-orang "yang terasing dari tempatnya" dalam lingkungan sosial masyarakat Jawa, tetapi juga mempunyai akar yang dalam, dalam kancah nilai-nilai tradisional dari lingkungan sosial dan kebudayaan mereka - Savitri Scharer, 2012"
Author: Arif Saifudin Yudistira
7. "Dalam hati kecilku aku tahu bahwa manusia tidak pantas diterapkan dalam skala nilai. Manusia tidak akan bahagia dibegitukan. Skala penilaian akan menghasilkan manusia super dan manusia pecundang."
Author: Ayu Utami
8. "Sebuah memoir bukan sekadar bercerita tentang episod-episod, watak-watak dan diri pengarang dalamnya, tetapi juga persoalan kepercayaan, nilai-nilai zaman, visi manusia, dan dialektik yang terjadi hasil perbenturan intelektual dalam kalangan masyarakat."
Author: Baharuddin Zainal
9. "Ketika kita terus menggunakan miliaran dolar untuk berbagai sistem senjata yang nilainya meragukan namun tidak mau menggunakan uang itu untuk melindungi pabrik-pabrik kimia yang sangat rapuh di pusat-pusat urban yang utama, menjadi semakin sulit bagi kita untuk meminta negara-negara lain menjaga pabrik-pabrik tenaga nuklir mereka."
Author: Barack Obama
10. "Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak, lalu stagnasi hanya karena anda berkeras atas sesuatu yang sebenarnya harus berubah. Berhenti juga menilai baik buruk dari apapun. Bahkan untuk itu anda hidup. Anda adalah pengamat dan penikmat. Bukan Hakim"
Author: Dee
11. "Kau menggunakan penilaian manusia, Bung. Matamu tidak sedalam mata Tuhan. Ia bisa melihat apa yang tertutup. Apa yang terlihat baik belum tentu sepenuhnya baik. Apa yang terlihat buruk, bisa jadi ia baik."
Author: Desi Puspitasari
12. "Cinta selalu menjadi sajian sarat makna dalam setiap pertemuan dan perpisahan. Cinta membuat jiwa memahami nilai-nilai kehidupan yang terpapar demikian nyata maupun yang tersirat. (Lelaki)"
Author: Dian Nafi
13. "Seberkas cahaya menjadi begitu luar biasa bukan karena cahayanya, tetapi karena keadaan sekelilingnya. Semakin pekat, semakin bernilailah cahaya itu. Maka nilai itu bukan oleh apa yang di keluarkan, tetapi apa yang telah memberikannya. Karena hanya dengan memberikan dia akan menerima."
Author: Dian Nafi
14. "Semua kisah yang kudengar dari mereka mengandung hikmah-hikmah yang besar sangat nilainya. Kesabaran, kesyukuran, tawakal, keikhlasan dan banyak lagi."
Author: Dian Nafi
15. "Menurut satu aliran pemikiran, jika seseorang menguasai satu keterampilan, dia telah menguasai seluruh ilmu. Ilmu bela diri bukan jurus-jurus belaka-- ilmu bela diri menyangkut kematangan jiwa. Jika seseorang mengolah jiwanya dengan sungguh-sungguh, orang itu mampu menguasai segala sesuatu, termasuk seni belajar dan pemerintahan. Dia memandang dunia apa adanya, dan sanggup menilai orang."
Author: Eiji Yoshikawa
16. "Apa yang tersimpan dalam dada, tak mampu dijangkau oleh mata. karenanya lisan menjadi penanda, wajar orang menilai lewat kata"
Author: Felix Siauw
17. "Kita menilai diri kita sendiri dari segala sesuatu yang kita rasa mampu kita lakukan,Sedangkan orang lain menilai kita dari apa yang telah kita lakukan."
Author: Henry Wadsworth Longfellow
18. "We are defined by what we believe in. Identity is shaped by what we believe is right. Culture is cultured, pun intended; by what we believe is right.'Kita diertikan dengan apa yang kita percaya sebagai benda betul. Dan budaya serta nilai itu sendiri, memang dibentuk dengan benda yang sama juga, apa yang kita percaya sebagai benda yang betul baik. Cuma yang membezakan antara manusia tu ialah apa yang difahami sebagai benda yang betul dan benda yang baik.Contoh, 'Westerners' percaya minum wain merah baik untuk kesihatan jantung. Tapi kalau untuk orang Islam, sah la benda tu haram.Contoh lain, 'Englishmen are all about tea, and Americans are all about coffee."
Author: Hlovate
19. "Aku hanya mencemaskan kesehatan Anda. Anda tak berhak menilaiku berdasarkan tindakan yang kuperbuat jika itu semua kulakukan demi Anda. Anda tak tahu kan, berapa banyak peraturan tak tertulis di sini yang sudah aku langgar untuk melindungi Anda? Jadi, dengarkan ini baik-baik, aku sudah bunuh dokter itu karena dia mengenali Anda, titik. Tidak usah dipertanyakan lagi. Dan karena aku sudah susah payah mendatangkan dokter itu demi Anda, sekaligus membunuhnya juga demi Anda, jadi Anda tak berhak menolak makanan, minuman, dan obat yang sudah aku persiapkan demi Anda."
Author: Ida R. Yulia
20. "...Kita harus bertindak sesuai dengan nalar kita, dan selanjutnya biarkan Tuhan yang menentukan nilai akhirnya, Kalau kau yakin pada saat ini ingin menjadi pelayan Sang Pencipta kita dengan cara tertentu, maka keyakinan itulah satu-satunya pembimbing yang kau miliki menuju masa depan. Jangan takut untuk meyakini hal ini."
Author: Irving Stone
21. "Pilihlah, manusia yang bebas atau mengakui Tuhan sebagai sumber nilai. Bila dipilih yang terakhir manusia tersebut tidak bebas, mutlak."
Author: Jean Paul Sartre
22. "Aku tidak suka makan ramen kalau dia sudah dingin. Jadi tidak perlu kujawab ya Bee. Biarkan kamu saja yang menilai, apakah aku sungguh-sungguh mencintaimu atau tidak. "Rendy ~ Her Footprints on His Heart"
Author: Lea Agustina Citra
23. "Mengetahui lebih baik daripada tidak tahu karena dengan mengetahui kita dapat menilai baik ataupun buruknya sesuatu."
Author: LisnaHamad
24. "Harusnya manusia dinilai dari apa yang dia lakukan pada orang lain, bukan pada dirinya sendiri semata."
Author: Moemoe Rizal
25. "Salah besar orang yang mengatakan revolusi kita belum selesai. Revolusi adalah letusan masyarakat sekonyong-konyong yang melaksanakan Umwertung aller Werte (penilaian kembali atas semua nilai). Revolusi mengguncang lantai dan sendi; pasak dan tiang longgar semuanya. Sebab itu saat revolusi tidak dapat berlaku terlalu lama, tidak lebih dari beberapa minggu, atau beberapa bulan. Sesudah itu harus dibendung, datang masa konsolidasi untuk merealisasi hasil daripada revolusi itu. Yang belum selesai bukanlah revolusi itu, melainkan usaha menyelenggarakan cita-citanya di dalam waktu, setelah fundamen dibentangkan."
Author: Mohammad Hatta
26. "Kekayaan tidak dinilai daripada banyaknya harta tetapi kaya jiwa."
Author: Nik Abdul Aziz Nik Mat
27. "Bagaimana cantik, bijak, kaya dan datang dari keluarga yang bagus sekalipun, jika perempuan itu bukan seorang yang beragama dan solehah, maka nilainya kosong"
Author: Norhayati Berahim
28. "Ya, mata menilai kecantikan pada rupa. Akal menilai pada fikiran. Nafsu menilai pada bentuk tubuh. Tetapi hati tentulah pada akhlak dan budi."
Author: Pahrol Mohamad Juoi
29. "Mata menilai kecantikan pada rupa. Akal menilai pda fikiran. Nafus menilai pada bentuk tubuh. Tetapi hati tentulah menilai pada akhlak dan budi pekerti."
Author: Pahrol Mohamad Juoi
30. "Sebelum mengharap Allah menilai kita dengan baik… didiklah diri menilai orang lain dengan baik terlebih dahulu. Yang penting bukan siapa yang kita lihat tetapi ‘siapa kita' ketika melihatnya"
Author: Pahrol Mohamad Juoi
31. "Setiap pengalaman yang tidak dinilai baik oleh dirinya sendiri ataupun orang lain akan tinggal menjadi sesobek kertas dari buku hidup yang tidak punya makna. Padahal setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan"
Author: Pramoedya Ananta Toer
32. "Nilai yang diwariskan oleh kemanusiaan hanya untuk mereka yang mengerti dan membutuhkan. Humaniora memang indah bila diucapkan para mahaguru—indah pula didengar oleh mahasiswa berbakat dan toh menyebalkan bagi mahasiswa-mahasiswa bebal. Berbahagialah kalian, mahasiswa bebal, karena kalian dibenarkan berbuat segala-galanya(Rumah Kaca, h. 39)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
33. "Pada waktu itulah ia mulai mengerti sedikit tentang kehormatan: dia sama nilainya dengan uang."
Author: Pramoedya Ananta Toer
34. "Shana, kalau kamu mencari cowok dengan patokan keren, itu berarti kamu belum mengerti arti dari sebuah hubungan. Yang harus kamu nilai dari seorang cowok adalah apakah dia memperlakukan kamu dengan baik. Seperti, apakah dia mau membukakan pintu untukmu, apakah dia mengantarmu pulang dan menungguimu sampai kamu masuk rumah, baru dia pergi. Cowok seperti itu yang perlu kamu pertahankan."
Author: Riza Prasetyaningsih
35. "Dakwah tidak akan ada nilainya jika para da'inya sendiri tidak menjadi bukti yang mendukung dakwah ini."
Author: Sayyid Qutb
36. "Penegakan sistem Islam dan pemberlakuan syariat Islam tidak dapat dilakukan dengan cara merebut kekuasaan yang datang dari lapisan atas. Akan tetapi, melalui perubahan masyarakat secara keseluruhan—atau pemahaman beberapa kelompok masyarakat dalam jumlah yang mencukupi untuk mengarahkan seluruh masyarakat—pada pemikirannya, nilai-nilainya, akhlaknya, dan komitmennya dengan Islam. Sehingga tumbuh kesadaran dalam jiwa mereka, bahwa menegakkan sistem dan syariat Islam itu merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan."
Author: Sayyid Qutb
37. "Orang tua punya tanggung jawab membentuk kepribadian anak, termasuk nilai, etika, dan perilakunya."
Author: SBYudhoyono
38. "Aku kira dan bagiku itulah kesadaran sejarah. Sadar akan hidup dan kesia-siaan nilai."
Author: Soe Hok Gie
39. "Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita"
Author: Soe Hok Gie
40. "Artinya, Anda lebih mulai tertarik untuk mempelajari Qur'an sebagai sumber informasi yang ditinggalkan Nabi Muhammad dan menurut orang Islam masih otentik hingga sekarang dibanding menilai agama ini dari perilaku penganutnya?"
Author: Tasaro G.K.
41. "Borno, jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai dengannya, mengenal dengan baik."
Author: Tere Liye
42. "Semakin bersedia seseorang untuk menilai sesuatu dari sudut pandang orang lain yang berbeda, maka semakin beragamlah perspektifnya terhadap sesuatu tersebut.Semakin beragam perspektifnya terhadap sesuatu tersebut, maka semakin dekatlah persepsinya dengan kebenaran utuh dan apa adanya akan sesuatu tersebut. Inilah proses pembentukan sikap objektif dalam diri manusia."
Author: Toba Beta
43. "Bangsa yang kuat tetapi tidak ditunjangi oleh budaya ilmu yang baik, akan memeluk dan menganut nilai dan ciri tamadun lain yang ditaklukinya itu. Hal ini boleh disimpulkan sebagai satu prinsip umum sejarah."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
44. "Saya selalu mengatakan kepada anak-anak muda Malaysia agar tidak menilai seseorang melalui satu amalan atau pegangan yang tidak induk kerana justeru mudah mengenepikan kekuatannya yang lebih utama dan amat diperlukan umat."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
45. "Jelas bahawa perlindungan hak-hak asasi manusia dan harta intelektual dan penjagaan alam sekitar di peringkat sebilangan peribadi yang terlibat, mungkin terpancar dari niat yang sebenar-benarnya mencintai dan menghormati nilai-nilai insani, keunggulan intelektual dan penjagaan alam sekitar. Namun di peringkat tamadun Barat, khasnya dalam institusi berpengaruh di sana, isu-isu hak-hak asasi manusia, harta intelektual dan penjagaan alam tabii merupakan alat-alat penguasaan ekonomi dan sosiopolitik tamadun Barat ke atas tamadun-tamadun lain."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
46. "Keunggulan institusi keilmuan dalam sejarah Islam, seperti juga dalam sejarah agama besar dan tamadun lain, bergantung kepada keunggulan ilmuwan di dalamnya berdasarkan nilai atau mutu sebenar ajarannya dan keutuhan peribadinya, bukan sekadar jumlah karyanya."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
47. "Al-Quran juga mengisyaratkan bahawa terdapat sumber-sumber ilmu yang lain yang jika diiringi dengan kajian dan orientasi yang betul akan dapat menyempurnakan kebenaran ilmu wahyu; sebab pada akhirnya ia berasal daripada sumber yang sama: Allah, tempat asal semua perkara. Walau bagaimanapun oleh kerana ilmu bukan wahyu (aqli) tidak dianugerahkan oleh Allah secara langsung kepada manusia dan ia terdedah kepada begitu banyak batasan-batasan metodologi dan sistem nilai, maka ia tidak mendokong status yang sama seperti wahyu."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
48. "Aku baca buku karena aku suka, bukan karena aku mengharap suatu penilaian dari orang-orang di sekitar aku. Bukan karena aku ingin dianggap hebat atau pintar atau berpendidikan atau beradab cuma karena udah baca sebuah karya sastra."
Author: Windhy Puspitadewi
49. "Kamu juga selalu ngomong, you will never never know if you never never try. Kita nggak boleh menilai buku dari luarnya aja, kan?"
Author: Winna Efendi
50. "Tradisi Islam-Arab kita masih sangat membutuhkan kerja keras intelektual yang sistematis lewat kajian cemerlang sehingga dapat menyajikan nilai-nilai budaya Arab orisinal yang bersih dari berbagai kesesatan pemikiran dan penyimpangan akidah kepada generasi saat ini. Sudah barang tentu upaya pengkajian ini harus diawali dengan penyelarasan antara segi-segi maknawi pada tradisi tersebut dengan panduannya yang berasal dari kalangan intelektual terkemuka sehingga tidak lagi terjadi apa yang sering kita dengar dan sering kita lihat tentang eksploitasi tradisi yang berakhir pada kesia-siaan dan suatu saat hanya menjadi beban kekecewaan."
Author: Yusri Abdul Ghani Abdullah

Nilai Quotes Pictures

Quotes About Nilai
Quotes About Nilai
Quotes About Nilai

Today's Quote

Oh, no. A story. This was perhaps too maudlin and too much for the early hour, but handsome and heart-broken young men could occasionally be indulged."
Author: Cassandra Clare

Famous Authors

Popular Topics