Famous Quotes About Pemimpin

Browse 19 famous quotes and sayings about Pemimpin.

Top Quotes About Pemimpin

1. "Kepemimpinan di dalam dunia militer yang penuh dengan resiko dan ketidakpastian tidaklah sesederhana yang dibayangkan; keterlambatan, apalagi kesalahan, mengambil keputusan dapat menghadirkan malapetaka, yaitu gagalnya pelaksanaan tugas negara, serta hilangnya nyawa prajurit-prajurit terbaik kita."
Author: Agus Harimurti Yudhoyono
2. "Rakyat yang nasionalis hendaknya belajar menghemat energi. Pemimpin dan pemerintahan yang nasionalis hendaknya memikirkan cara-cara penghematan, bukan mengeksploitas sisa sumber daya alam yang kita miliki. Kembangkan sistem transportasi massal yang memadai, sehingga jumlah kendaraan di jalan raya berkurang. Dengan sendirinya pemakaian bahan bakar akan berkurang.Hentikan pembangunan menara-menara perkantoran dan apartemen-apartemen tinggi di perkotaan. Biarlah penghijauan di kota-kota besar tetap terpelihara. Pembangunan di daerah-daerah terpencil lebih diperhatikan. Biarlah orang di desa mendapatkan pekerjaan di desanya sendiri. Sehingga mereka tidak perlu menambah beban metropolis. Pembangunan harus merata, harus horizontal, tidak vertikal."
Author: Anand Krishna
3. "Seorang pemimpin terlebih dahulu mesti mengakui hak-hak sipil rakyat. Janganlah mengharap rakyat memenuhi kewajibannya terhadap negara, bila hak-hak sipilnya tidak terlindungi."
Author: Anand Krishna
4. "Rakyat melahirkan para pemimpin.Bukan sebaliknya.Seorang pemimpin terlebih dahulu adalah anak bangsa. Bagian dari rakyat jelata. Bila rakyat tertindas, maka kemungkinan besar pemimpin yang lahir pun menjadi penindas. Ia sudah terbiasa ditindas, maka setelah meraih kekuasaan, terlebih dahulu ia akan membalas dendam."
Author: Anand Krishna
5. "Kita diminta menjadi budayawan patriotik yang jujur; berani mengkritik persekitaran dan negara tanpa berasa khuatir dituduh tidak setia atau berkhianat kerana sebagai pencinta tanah air, kita sedang berperang dengan kejahatan bangsa kita. Pihak yang berkhianat ialah budayawan yang memuji dan mendewakan pemimpin dengan niat mengambil hati (salah atau benar) bagi kepentingan dirinya. Salah atau benar ini adalah tanah air kita. Lantaran itu kita berani mengkritiknya dan berani mempertahankannya."
Author: Baharuddin Zainal
6. "Penduduk Malaysia mudah teruja oleh pilihan raya kecil atau besar kerana politik sudah menjadi budaya bagi kebanyakan orang, dan profesion bagi sesetengah orang. Tidak semua rakyat memahami pilihan raya sebagai satu proses demokrasi bagi memilih pemimpin yang amanah untuk berkorban memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan negara. Orang lebih tertarik pada peristiwa perdebatan kempen, hujah menjatuhkan lawan, dan lebih-lebih lagi apabila ada tanda-tanda kemungkinan calon pembangkang menewaskan calon parti kerajaan."
Author: Baharuddin Zainal
7. "Pemimpin politik Melayu itu, di mana jua duduknya (baik dalam BN ataupun dalam pembangkang), dia mestilah pertama-tama menjadi pemimpin bagi orang Melayu dahulu; dan seterusnya baru menjadi pemimpin untuk semua keturunan dan agama dengan penuh keadilan; tidak menindas dan merampas peluang dan hak-hak kaum lain. Dia bukan sahaja membela Islam, nasib dan kebudayaan Melayu, tetapi boleh dilihat tidak berbelah hati untuk membela kepentingan Islam serta Melayu."
Author: Baharuddin Zainal
8. "Selama ini kulihat hidup semakin rumit. Banyak orang tega membunuh hati nurani dengan tangan mereka sendiri. Kusaksikan tangan-tangan politik semakin kotor, meraih kemenangan demi kepentingan sendiri. Pemimpin saling berebut nasi. Pemimpin yang bahkan tak bisa memimpin hidup mereka sendiri. Lumpur menggenangi ratusan rumah, mesjid, sekolah, warung nasi, juga kenangan. Lumpur panas yang tumpah karena uang dan ketidakpedulian. Bahkan ada juga yang membunuh dengan mengatasnamakan agama. Beberapa orang dilarang beribadah di tempat ibadah mereka sendiri. Di mana ada proyek sosial, di sana cenderung ada penipuan. Banyak orang kehilangan hati mereka sendiri. Keluarga merindukan kehangatan."
Author: Iwan Setyawan
9. "Jika para pemberi suara tidak tahu alat terpenting yang dimanfaatkan pemimpin mereka, bisakah bangsa tersebut mengklaim sebagai bangsa yang demokratis?"
Author: John Perkins
10. "Makanya ada pujangga membuat bidalan bahawa pemimpin yang luhur adalah seperti air. Ia menjadi tempat kehidupan banyak pihak dan dengan semua kelembutan, dirinya cuba akur terhadap alam tanpa mahu ada perlawanan. Dan ia sering mengalir ke alur yang lebih rendah, tempat jauh yang tidak disukai orang banyak. Pemimpin yang saya mahukan adalah air yang penuh kehormatan menyesuaikan diri dengan apa yang ditempati."
Author: Mawar Safei
11. "Sebagai pemimpin itu, kita harus sanggup berkorban dan berani mengambil risiko."
Author: SBYudhoyono
12. "Pembangunan karakter & bangsa, khususnya generasi muda, hrs terus dilakukan. Krn mereka yg akan melanjutkan kepemimpinan"
Author: SBYudhoyono
13. "Pemimpin itu harus pragmatis. Benar. "Pragmatisme dengan visi". Bisa menunjukkan arah dan bisa mengerjakannya"
Author: SBYudhoyono
14. "Ketika Hitler mulai membuas maka kelompok Inge School berkata tidak. Mereka (pemuda-pemuda Jerman ini) punya keberanian untuk berkata "tidak". Mereka, walaupun masih muda, telah berani menentang pemimpin-pemimpin gang-gang bajingan, rezim Nazi yang semua identik. Bahwa mereka mati, bagiku bukan soal. Mereka telah memenuhi panggilan seorang pemikir. Tidak ada indahnya (dalam arti romantik) penghukuman mereka, tetapi apa yang lebih puitis selain bicara tentang kebenaran."
Author: Soe Hok Gie
15. "Selamat datang, peziarah. Aku telah menantikanmu, di hadapanmu Cyrus berbaring, Raja Asia, pemimpin dunia. Yang tertinggal dari dirinya hanyalah debu. Janganlah kau iri padaku - Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan"
Author: Tasaro GK
16. "Wahai saudara yang budiman, raja (pemimpin) dalam alam ada tiga perkara, pangkat raja ada tiga macam. Yang memegang lahir dalam negeri lahir saja, yang perintah atas rakyat hukum adat kebiasaan dunia, itulah raja dalam alam yang memegang lahir saja. Wajib kita ikut seperti yang diperintahkannya, jika bersatu dengan agama. Perihal tidak bersatu dengan syara' (agama), janganlah kita turut seperti apa yang dikatakannya. Kedua, bagi raja yang memerintah hukum batin, yang memerintah jalan agama, itulah ahlus syari'ah, tempat yang memegang jalan agama. Wajib kita ikuti apa yang disuruhnya, siapa yang tidak patuh akan mendapat bala."(dikutip dari tulisan Teuku Ibrahim Alfian, dalam "Mengenal Masyarakat Aceh yang Sedang Membangun")"
Author: Teuku Kutakarang Syaikh
17. "Penekanan kepada ilmu sebagai satu kuasa (knowledge is power) membuat pemimpin dan pentadbir merancang dan melaksanakan dasar yang boleh mengembangkan ilmu, dan sekali gus mendapat kekuatan baru dalam hal tersebut. Kuasa Barat yang menjajah negara lain semuanya meletakkan peranan besar ilmu terutama dari segi memahami bahasa, pemikiran, budaya dan tradisi jajahan takluknya. Penekanan ini telah berjalan dengan teratur dengan gigih sehinggalah menimbulkan bidang pengajian baru, yang mengenai dunia Asia-Afrika disebut "Orientalisme"."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
18. "Masyarakat berbudaya ilmu tidak akan boleh, dan tidak akan redha ditipu oleh pemimpin mereka di setiap lapangan kehidupan."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
19. "Di antara pertikaian antarmazhab yang mengakibatkan pergolakan dan kekacauan adalah pertikaian antara mazhab Ahlus Sunnah dan Rafidhah pada tahun 655H. Pertikaian ini dimenangkan Ahli Sunnah sehingga bertambahlah kebencian kaum Rafidhah terhadap kalangan Ahlus Sunnah. Wazir Ibn al-‘Alqami yang menganut mazhab Rafidhah menekan kaum Muslim Ahlus Sunnah dan meminta Hulagu Khan, pemimpin Tartar menyerang wilayah Islam. Permintaan ini dipenuhi Hulagu Khan yang berhasil menduduki Baghdad, menjatuhkan khalifah dan menghapus sistem kekhalifahan dan membantai penduduk tanpa pandang bulu sehingga kota itu banjir darah."
Author: Yusri Abdul Ghani Abdullah

Quotes About Pemimpin Pictures

Quotes About Pemimpin
Quotes About Pemimpin
Quotes About Pemimpin

Today's Quote

Nothing evokes the prurient like puritanism."
Author: Christopher Moore

Famous Authors

Popular Topics