Top Riku Quotes

Browse top 60 famous quotes and sayings about Riku by most favorite authors.

Favorite Riku Quotes

1. "Kalau mereka ingin menemuiku, aku ada disini. Kalau mereka ingin bertemu dengan pakaianku, bukalah lemariku dan tunjukkan pada mereka."
Author: Albert Einstein
2. "Pekerjaan itu tidak memberiku kelimpahan tapi memberiku keamanan finansial sekaligus kehidupan yang itu-itu saja"
Author: Andrea Hirata
3. "Wajah Negeri ?Ah...Dimana Aku?Ini? Dimana? Ini... bukan negeriku?Apa ini?!Manusia merangkak layak binatang!Manusia yang lain bertepuk tangan!Ini... bukan negeriku...Bagaimana ini ??Pohon beringin kini mulai rapuh...Daun! Ranting kian Akar ...Gugur... Satu demi satuAku Sang Singa Bangsa!Yang Terkuat dan Leluasa!Namun terjinakkan tikus yang memberi mangsa....Inilah wajah negeri mu...Juga negeri ku...-- Males Baca Buku --Kos-kosan,2014"
Author: Ary Prakasa
4. "Untuk negriku Indonesia yang dengan sedih aku cinta"
Author: Ayu Utami
5. "Ternyata memelihara cinta sebelah tangan itu seperti memelihara dinosurus. Dino kecil polos yang manis, tiba-tiba sudah tumbuh sangat besar, lebih besar daripada yang bisa kuukur. Ia sudah tumbuh menjadi monster yang bahkan bisa membunuh diriku sendiri, yang telah memeliharanya. Aku tidak bisa lagi memeliharanya, karena ia telah tumbuh di luar kendaliku. Sekarang, aku tidak bisa lagi membiarkannya tumbuh tanpa menyakitiku."
Author: Ayuwidya
6. "Hazaérek, és ott sírok az ajtó elott. Oszintén szólva a ház túlzsúfolt a síráshoz. Már kipróbáltam odabenn – hüppögések közepette magyarázza az ember valakinek, hogy miért sír, aztán a felénél bejön még valaki, és elölrol akarja hallani az egész sztorit, és mielott észbe kapnál, a legrosszabb részt már hatszor mondtad el, és olyan hisztérikus állapotba lovaltad magad, hogy a nap további részében egyfolytában csuklasz."
Author: Caitlin Moran
7. "Aku sudah diperalat oleh seseorang yang merasa punya segala-galanya, menjebakku dalam tantangan bodoh yang cuma jadi pemuas egonya saja, dan aku sendiri terperangkap dalam kesempurnaan palsu, artifisial! serunya gemas, "Aku malu kepada diriku sendiri, kepada semua orang yang sudah kujejali dengan kegomalan Ben's Perfecto."Gombal? Aku positif tidak mengerti."Dan kamu tahu apa kehebatan kopi tiwus itu?" katanya dengan tatapan kosong, "Pak Seno bilang, kopi itu mampu menghasilkan reaksi macam-macam. Dan dia benar. Kopi tiwus telah membuatku sadar, bahwa aku ini barista terburuk. Bukan cuma sok tahu, mencoba membuat filosofi dari kopi lalu memperdagangkannya, tapi yang paling parah, aku sudah merasa membuat kopi paling sempurna di dunia. Bodoh! Bodoooh!" Filosofi Kopi"
Author: Dee
8. "Keluar dari sini, aku berharap bisa berbahagia untuk Ibu. Untuk Pak Ridwan. Untuk Hara. Untuk diriku sendiri karena keluargaku sudah ada yang mengayomi. Namun, sejenak saja di sekat kecil wartel ini, aku ingin menangis untuk Ayah. Untuk ketiadaannya. Untuk rumah mungil kami yang sebentar lagi tidak berpenghuni. Untuk lembar lain sebuah masa."
Author: Dee
9. "Begini rasanya jika akan segera beranjak meninggalkan Masjidil Haram dan Ka'bah.Kubiarkan diriku tenggelam dalam rasa rindu yang merasuk sblm lagi benar2 jauh dr yg dirindukan."
Author: Dian Nafi
10. "Bukan untuk siapa–siapa kupikir. Mungkin aku melakukannya untuk diriku sendiri pada akhirnya. Karena aku menikmatinya, menikmati melayani dan melihat senyum kebahagiaan orang – orang di sekitarku."
Author: Dian Nafi
11. "LangitBagaimana akan kueja asmaraJika membaca rasa saja aku masih tak cukup kuasaBagaimana aku harus menakar hatiJika hatinyapun tak pernah pastiLalu sepi selalu saja mengajakku berbagiMenyudutkan pada gerilya mimpi yang tak bertuanSendiriku kembali"
Author: Dian Nafi
12. "Putriku menaiki lidah petir.membangunkan setiap raksasa malas.mengejarnya hingga sudutsudut kebun hidup.menggambar pertentangan dan kehancuran."
Author: Dorothea Rosa Herliany
13. "Sve mi se cini da je taj zgodni decko u tebe zaljubljen, zajedljivo komentira majka dok odlaze s konzervatorija, gdje ju je majka nakon nastave docekala, kako bi dvije dame, ruku pod ruku i uopce vrlo komplicirano povezane, prošetale središtem grada. Jako je važno i kakvo je vrijeme, jer o tomu ovisi kojim ce putem dame krenuti. U izlozima ima puno toga što privlaci pozornost prolaznika, a što Erika nikako ne smije vidjeti. Upravo je zato majka docekuje nakon posla. U izlozima su elegantne cipele, torbice, šeširi i nakit. Majka odvlaci Eriku na drugu stranu, opravdavajuci duži put lijepim vremenom. Osim toga, u parku se vec rascvjetalo cvijece, ruže i tulipani, a ni oni još nisu odabrali svoje halje. Majka govori Eriki o prirodnoj ljepoti, koja ne treba nikakve dodatne ukra¬se. Pa Erika je prirodno lijepa, ma kakva da je. Sto ce joj sve te bezvrijedne krpice?"
Author: Elfriede Jelinek
14. "- <...> Žmogus nesi jau toks svarbus.- Nesvarbus? - Švarcas vel pakele sutrikusi veida. - Nesvarbus? Žinoma, ne! Bet malonekite pasakyti man, kas gi tuomet svarbu, jeigu gyvenimas nebesvarbus?- Niekas, - atsakiau žinodamas, kad tai ir teisybe, ir ne. - Tiktai mes patys suteikiame viskam verte."
Author: Erich Maria Remarque
15. "Kau lahir penuh harapan dan kau memberiku sedikit harapan itu."
Author: Fenny Wong
16. "Gila itu - bentuk waras baru yang di dalamnya hanya terisolasi aku seorang diri dengan aturan yang kupahami sendiri, dengan tabiat-tabiat yang kuizinkan melekat di diriku, dan dengan rutinitas waktuku sendiri. [Pernah Gila]"
Author: Franheit Sangapta
17. "Hukum KeterbalikanBukan bagaimana menemukan seseorang yang tepat, tetapi bagaimana menjadi seseorang yang tepat bagi semua orangBukan berkata, "Aku menantang kalian para juara tingkat dunia, para pemenang medali keemasan", tetapi harus berkata, "aku menantang diriku sejauh mana bisa menjadi juara tingkat dunia, menjadi salah satu pemenang medali keemasan.Bukan mengikuti dan melampaui batas standar yang ditetapkan orang lain ataupun lingkungan kita untuk menjadi sesuatu dan berhasil, tetapi bagaimana kita melampaui batas standar yang kita berikan pada diri kita untuk bisa kita katakan berhasil – ketulusan dan konsisten penuh integritas melakukan segala sesuatu"
Author: Franheit Sangapta
18. "Ljudi ponekad koriste izraz bestijalna ( životinjska ) okrutnost, to je nepravda prema životinjama. Životinje ne mogu i nikada nece biti tako okrutne kao covek – tako artisticki okrutne. Tigar rastrne svoju žrtvu i to je sve. Tigar nikada ne bi pomislio da žrtvu prikuje na krst."
Author: Fyodor Dostoyevsky
19. "Sungguh telah kau fanakan diriku, Kekasihtapi tidak cintaku padaMu."
Author: Helvy Tiana Rosa
20. "Terima kasih telah memberiku contoh nyata bagaimana memaafkan seseorang dan melanjutkan hidup tanpa melihat ke belakang, Eomma."
Author: Ida R. Yulia
21. "Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kau berikan? Apakah kau akan menerima pengakuanku? Apakah kau akan percaya padaku? Apakah kau masih akan menatapku seperti ini? Atau apakah justru kau akan menjauh dariku? Meninggalkanku? Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu. Jangan pergi dariku. Tetaplah disisiku"
Author: Ilana Tan
22. "I lodhur nga medyshjet e linte nganjehere veten te binte ne enderrime pa kuptim. Mendonte se sa mire do te ishte sikur pas shtatorit, te vinte jo tetori me nentorin, por korriku me gushtin. Enderronte nje ere te marre qe te mund te ngaterronte muajt e stinet e vitit, ashtu si era e vjeshtes gjethet e thara."
Author: Ismail Kadaré
23. "Ah, sampai di sini, mungkin kau akan bertanya siapa diriku. Tapi apa perlunya kau tahu? Aku hanya bagian kecil dari cerita ini. Aku hanya seseorang yang berusaha mencatat sedikit kenangan agar tak hilang begitu saja ditelan zaman. Jika suatu peristiwa telah pergi, kau tahu, ia tak akan hilang begitu saja. Jika dulu ada tawa, gaungnya masih bisa masih bisa kau dengar di sana. Jika dulu ada air mata, kau masih bisa membasuhnya dengan tanganmu di sana, sekarang. Jika aku mati, kenangan itu akan hidup."
Author: Iwan Setyawan
24. "Dari kejauhan, aku menemukan diriku. Aku menemukan sedikit makna perjuangan hidup yang pernah kutakuti. Di luar sana, aku mencoba menembus batas ketakutan."
Author: Iwan Setyawan
25. "Sepuluh tahun aku berkelana menjelajahi hidup di negeri seberang. Jauh di seberang. Aku meninggalkan hatiku di kota kecil ini demi cinta. Dan dari seberang sana juga aku menemukan cinta. Aku menemukan diriku."
Author: Iwan Setyawan
26. "Kitalah planet yang hidup itu, Sophie! Kitalah kapal besar yang berlayar mengelilingi matahari yang membakar alam raya. Tapi kita masing-masing adalah juga sebuah kapal bermuatan gen-gen yang melayari kehidupan. Jika kita sudah membawa muatan ini dengan selamat ke pelabuhan berikut --berarti hidup kita tidak sia-sia."
Author: Jostein Gaarder
27. "Olipa kerran tyttö,joka tahtoi olla prinsessa.Pää 100% tylliä,kahvipakettikruunuja taukoamaton polotus:kerrokerrokuvastinkerro kuka, arvaa kuka!Herne patjan alla murenee tomuksi,mutta tyttö juoksee yöt metsiä, suuteleesammakoita ja sammakoilla kielivatsanpohjaan saakka.Kokonaisen kesän tyttö roikottoo palmikoita vintin ikkunasta,vaikka kylän pojat kivittävät ruudut rikki.Tulee kuhmu ja tulee haava,mutta prinsessaa ei tule.Salaatytölle kasvaa villieläinsilmät ja säikyt jalat.Silmissä villieläimet vaanivatsyli täynnä marmorikuuliaja jokaisessa kuulassa tyttö, jota ei kohta ole,sillä tyttöjen aika on nopea,tyttöjen aika on villieläimen säikyt jalat."
Author: Kristiina Wallin
28. "Waktu itu semua sudah tidak ada yang bisa kuingat. Karena waktu itu kata-kata sudah seakan tidak berarti lagi. Yang ada di memoriku hanyalahwarna pekat. Kucari warna-waran lain , tidak pernah ada. Bahkan putih pun sudah seperti jelaga."
Author: Lan Fang
29. "Seorang yang kompeten dalam level tertentu belum tentu kompeten pada level berikutnya"
Author: Laurence J. Peter
30. "Tuhanku Yang Maha Lembut,...Maafkanlah aku yang sering kesaldan memarahi diriku sendiriyang tak kunjung selesaimembuat kesalahan.Aku tahu,sulit bagiku untuk berlakusepenuhnya damai,jika hatiku masih menyembunyikansedikit keburukan.Tuhan,tenagailah ketegasanku untuk kembalike kesucian jiwaku,agar aku mematang dengan anggun.Aamiin"
Author: Mario Teguh
31. "Jika berjalan buruk, aku tidak akan melihat pagi berikutnya - Zulaika"
Author: Mike Carey
32. "Aku pernah mengalah di masa lalu. Dan kini, aku bisa saja menyerah kembali, agar ia dapat memilih lelaki yang terbaik baginya. Namun bagaimana mungkin aku melakukannya, jika ternyata lelaki terbaik itu adalah diriku sendiri - Forgotten"
Author: Nay Sharaya
33. "Lalu bapakmu akan berkata, bintang tak pernah secantik tampakannya, tak sedekat yang kita duga. Ia cuma penghias panas malam para pemimpi.Tapi aku mau terbang. Aku mau menyentuh bintang. Jika ujung jariku melepuh, akan kubelah lima. Dan pulang dengan sepasang tangan berjari lima puluh."
Author: Nukila Amal
34. "Aku menjadi bermakna bukan ketika cinta menghampiriku. Tapi aku merasa sudah bermakna sejak aku berharap cinta menghampiriku.Karena apa yang lebih bermakna dalam hidup selain harapan"
Author: Okke Sepatumerah
35. "Apa pun pekerjaanmu..apa pun kastamu..kau tetap bisa mencapai pencerahan, tapi kau harus mempertimbangkan yang berikut ini..Apa yang sudah pernah kaulakukan? Apakah itu berguna bagimu?Apakah itu berguna bagi orang lain? Atau apakah itu berguna bagi orang banyak?Apakah itu berguna bagi negerimu? Apakah itu juga berguna bagi dunia?Apa itu sangat penting bagi semua makhluk hidup dan seluruh alam?Jika tidak, kau harus berhenti."
Author: Osamu Tezuka
36. "Beriku pantaiuntuk kubariskanserangkap sajak."
Author: Rahimidin Zahari
37. "Akulah Hanumanmusuhku yang abadiadalah diriku."
Author: Rahimidin Zahari
38. "Tentang CempakaIzinkan aku menjadi cempakadi laman rumahmumoga setiap pagiketika kau bukakan jendelamenghirup aroma kopiengkau akan terhiduwangi cempakaItulah dirikuyang cuba menyelinap masukke dalam riuh canda harimuwalau pernah ada waktunyakita selalu dijarakkan kataTapi seperti cempaka yang selalu harumbegitulah aku ingin selalu ada di hatimu"
Author: Ridzuan Harun
39. "Kemarin aku menjadi pintarAku ingin merubah duniaHari ini aku menjadi bijakAku ingin merubah diriku sendiri"
Author: Rumi
40. "Kas me kunagi mõtleme sellele, et maailma rikus on mäletamatutest aegadest olnud prjade loodud? Alates Mesopotaamia niisutussüsteemidest, Hiina müürist, Egiptuse püramiididest, Ateena akropolist kuni Kuuba suhkrurooistandusteni, Louisiana ja Arkansase puuvillaistandusteni, kuni Kolõma söekaevadnusteni ja saksa automagistraalideni välja. Aga sõjad? Sõdu on igivanast ajast peetud selleks, et orje saada"
Author: Ryszard Kapuściński
41. "Hai dunia, menjauhlah dariku! Mengapa engkau datang padaku? Tak adakah orang lain untuk engkau dayakan? Adakah engkau sangat menginginkanku! Tipulah orang lain! Aku tak memiliki urusan denganmu! Aku telah menceraikanmu tiga kali, yang sesudahnya tak ada rujuk lagi. Kehidupanmu singkat, kegunaanmu kecil, kedudukanmu hina, dan bahayamu mudah berlaku! Ah, sayang. Sangat sedikit bekal di tangan, jalan begitu panjang, perjalanan masih jauh, dan tujuan sukar dicapai!" - Saidina Ali"
Author: Salim Akhukum Fillah
42. "Dalam diriku mengalir sungai panjang,darah namanya;dalam diriku menggenang telaga darah,sukma namanya;dalam diriku meriak gelombang sukma,hidup namanya;dan karena hidup itu indah,aku menangis sepuas-puasnya"
Author: Sapardi Djoko Damono
43. "Hakekat pembangunan bangsa adalah proses panjang yang berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya."
Author: SBYudhoyono
44. "Berdekatan dengan mereka selalu mengingatkanku pada kejaran pertanyaan "Mana suaminya? Mana anaknya?". Aku sendiri tidak penting. Bagi mereka, mempunyai suami dan anak jauh lebih penting dari diriku. Aku memang sudah mati sebelum mati."
Author: Soe Tjen Marching
45. "(Riku and Mickey walk towards DiZ, who stands at the middle of an intersection)Riku: What are you making me choose now?DiZ: Will you take the road to light — or the road to darkness?Riku: Neither. I'm taking the middle road.(Riku walks past DiZ)DiZ: You mean the twilit road to nightfall?(Riku turns around)Riku: No...The road to dawn."
Author: Square Enix
46. "Jangan kau ajari cara melupakanmu. Aku lebih tahu itu. Hari-hariku lebih fasih mengeja rasa itu.."
Author: Tasaro G.K.
47. "Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat, hebat sekali benda bernama perasaan itu, dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang"
Author: Tere Liye
48. "Ibu, usiaku dua puluh dua, selama ini tidak ada yang mengajariku tentang perasaan-perasaan, tentang salah paham, tentang kecemasan, tentang bercakap dengan seorang yang diam-diam kau kagumi. Tapi soer ini, meski dengan menyisakan banyak pertanyaan, aku tahu, ada momen penting dalam hidup kita ketika kau benar-benar merasa ada sesuatu yang terjadi di hati. Sesuatu yang tidak pernah bisa dijelaskan. Sayangnya, sore itu juga menjadi sore perpisahanku, persis ketika perasaan itu mulai muncul kecambahnya."
Author: Tere Liye
49. "Saifuddin al-Amidi (1233 Masihi) dalam kitabnya yang terkenal Abkar al-Afkar telah mengumpul dan menganalisis semua takrif ilmu yang terdapat pada zamannya secara terperinci. Beliau mendapati bahawa takrif yang dikemukakan oleh Fakhruddin al-Razi (meninggal dunia 1209 Masihi) adalah yang terbaik. Takrif itu, yang diketengahkan semula dan diperbaiki lagi oleh Profesor Syed Muhammad Naquib al-Attas ialah seperti yang berikut:Merujuk kepada Allah sebagai asal segala ilmu, ia (ilmu) adalah ketibaan makna sesuatu ke dalam diri seseorang. Apabila merujuk kepada diri sebagai pentafsir, ilmu adalah ketibaan diri seseorang kepada makna tentang sesuatu."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
50. "Again, Saburo Tominaga once went to the Shirakawa Prefectural Office to cash his brother Morikuni's bonus bond and, unwilling to touch paper currency defiled with a foreign-style design, carried it home between chopsticks."
Author: Yukio Mishima

Riku Quotes Pictures

Quotes About Riku
Quotes About Riku
Quotes About Riku

Today's Quote

And just as it is with all proper grannies, she ordered me into my pink bunny jammies."
Author: Berkeley Breathed

Famous Authors

Popular Topics