Top Rumah Quotes

Browse top 64 famous quotes and sayings about Rumah by most favorite authors.

Favorite Rumah Quotes

1. "Justru karena cinta, kamu memelihara dirimu dan dirinya agar tetap mulia. Bila ia mendekat, tetaplah duduk. Karena itu yang menjaga emosi agar tak meletup. Bila ia menjauh, jangan dekati dia sebelum waktunya. Sabar itu jauh lebih istimewa. Atau kalau tak tahan lagi, segeralah datang ke rumah orang tuanya! Itu lebih mulia."
Author: Ahmad Fuady
2. "Dirimu, dan intelekmu, itulah hartamu, andai rumah itu musnah dan tanah itu dirampas."
Author: Arena Wati
3. "Puisi adalah rumah kata penyair"
Author: Arif Saifudin Yudistira
4. "...manusia terlahir ke dunia dibungkus rasa percaya. Tak ada yang lebih tahu kita ketimbang plasenta. Tak ada rumah yang lebih aman daripada rahim ibu. Namun, di detik pertama kita meluncur ke luar, perjudian hidup dimulai. Taruhanmu adalah rasa percaya yang kau lego satu per satu demi sesuatu bernama cinta"
Author: Dee
5. "Sungai menjadi jalan pulangnya ke rumah tak berwadak, tapi ia selalu tahu di mana harus mengetuk pintu"
Author: Dee
6. "Kalau Engkau rela padaku, maka tambahkanlah keridaan itu padaku. Jika tidak, maka tuntaskan sekarang sebelum aku jauh dari rumah-Mu ini."
Author: Dian Nafi
7. "Ya Allah, jgn jadikan waktu ini masa terakhir bagiku dg rumah-Mu. Sekiranya Engkau jadikan bagiku masa terakhir, maka gantilah surga utkku"
Author: Dian Nafi
8. "Ini cara terindah untuk merayakan hujan, berlari-lari di lapangan bola dekat rumah bersama anak laki-laki seusiaku, menari seperti kupu-kupu, dan terbang bebas ke alam lepas seperti capung dan burung"
Author: Dodi Prananda
9. "Andai kota itu peradaban, rumah kami adalah budaya, dan menurut ibu, tiang serinya adalah agama."
Author: Faisal Tehrani
10. "PESAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK LELAKI:Kau harus berani mengatakan "tidak" untuk yang salah dan "ya" untuk yang benar. Kau harus melindungi martabat rumahmu dengan menjaga saudara-saudara perempuanmu dan ibumu. Kau harus berani melindungi yang tertindas. Dan jika kau berkeluarga nanti, kau sudah mati sebagai lelaki, tapi kau berganti menjadi suami dan ayah. Kau harus selalu pulang ke rumah dan mengabdi kepada istri dan anak-anakmu. Kau harus bekerja dan menafkahi mereka. Kau harus jadi ayah dan suami yang bisa menjaga kehormatan mereka."
Author: Gola Gong
11. "Ketika aku melihat sesuatu yang tak pernah kulihat sebelumnyamataku terbuka.betapa indahnya negri inidan ketika ku merasakan hal yang tak pernah kurasakan sebelumnyahatiku terbuka betapa besarnya bangsa inihanya disinidirumahku yang membentang luas ke 4 penjuruKupersembahkan seluruh jiwa dan ragakudan kupastikan tak kan ada yang mampu merebutnya ..."
Author: Gudang Garam
12. "Jelas sekali bahwasanya rumah tangga yang aman damai ialah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya perempuan"
Author: Hamka
13. "Diribut runduklah padiDicupak datuk TemenggungHidup kalau tidak berbudiDuduk tegak kemari canggungTegak rumah karena sendiRuntuh budi rumah binasaSendi bangsa ialah budiRuntuh budi runtuhlah bangsa"
Author: Hamka
14. "Buku adalah jendelaSukma kita melihat dunia luar lewat jendela iniRumah tanpa buku bagaikan ruangan tak berjendela."
Author: Henry Ward Beecher
15. "Di manapun kamu berada. Di situlah hatiku ada. Rumahku itu, kamu."
Author: Hilda Nurina Sabikah
16. "Tak ada orang yang benar-benar jahat. Yang ada hanyalah orangorang yang kesepian. Jika mereka tak kesepian dan punya teman,punya Appa, Eomma, atau saudara yang baik, mereka tak akan jadi jahat. Mereka hanya perlu pulang... ke rumah, ke tempat di mana orang-orangmencintai mereka."
Author: Ida R. Yulia
17. "Bukankah manusia yang sentiasa berulang alik ke rumah Allah itu merupkan salah satu daripada enam golongan manusia yang bakal dilindungi Allah semasa di padang Mahsyar kelak? dia faham itu; kerana itulah dia bersungguh sungguh mahu merebut ganjaran itu Page 49"
Author: Iqbal Syarie
18. "Bagiku, hatimu adalah rumahku, dan aku rela untuk tinggal seumur hidupku di sana"
Author: Irin Sintriana
19. "Selama ini kulihat hidup semakin rumit. Banyak orang tega membunuh hati nurani dengan tangan mereka sendiri. Kusaksikan tangan-tangan politik semakin kotor, meraih kemenangan demi kepentingan sendiri. Pemimpin saling berebut nasi. Pemimpin yang bahkan tak bisa memimpin hidup mereka sendiri. Lumpur menggenangi ratusan rumah, mesjid, sekolah, warung nasi, juga kenangan. Lumpur panas yang tumpah karena uang dan ketidakpedulian. Bahkan ada juga yang membunuh dengan mengatasnamakan agama. Beberapa orang dilarang beribadah di tempat ibadah mereka sendiri. Di mana ada proyek sosial, di sana cenderung ada penipuan. Banyak orang kehilangan hati mereka sendiri. Keluarga merindukan kehangatan."
Author: Iwan Setyawan
20. "Rumah begitu sedih tanpa senyum Ibuk."
Author: Iwan Setyawan
21. "Meskipun banyak kebocoran di sana-sini, kita mesti bersyukur. Kita ada di rumah sendiri. Ada tempat untuk makan pisang goreng bersama-sama," kata Ibuk."
Author: Iwan Setyawan
22. "Hidup adalah perjalanan untuk membangun rumah untuk hati. Mencari penutup lubang-lubang kekecewaan, penderitaan, ketidakpastian, dan keraguan. Akan penuh dengan perjuangan. Dan itu yang akan membuat sebuah rumah indah."
Author: Iwan Setyawan
23. "Salah satu bentuk kemalasan seorang perempuan adalah untuk mencari jati diri yang selanjutnya paska berumahtangga. Rasa kenyamanan memang bisa menghancurkan."
Author: Jessica Huwae
24. "Uang, berilah aku rumah yang murah saja,yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku,yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku."
Author: Joko Pinurbo
25. "Mengapa bulan di jendela makin lama makin redup sinarnya?Karena kehabisan minyak dan energi.Mimpi semakin mahal,hari esok semakin tak terbeli.Di bawah jendela bocah itu sedang suntukbelajar matematika. Ia menangis tanpa suara:butiran bensin meleleh dari kelopak matanya.Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah.Ibunya terbaring sakit di rumah.Malu pada guru dan teman-temannya,coba ia serahkan tubuhnya ke tali gantungan.Dadah Ayah, dadah Ibu..Ibucinta terlonjak bangkit dari sakitnya.Diraihnya tubuh kecil itu dan didekapnya.Berilah kami rejeki pada hari inidan ampunilah kemiskinan kami."
Author: Joko Pinurbo
26. "Apakah gunanya memaksa orang laki-laki menyimpan uang, apabila perempuan yang memegang rumah tangga tiada tahu akan harga uang itu!"
Author: Kartini
27. "Rumah adalah tempat di mana aku merasa bisa pulang. (Dimas Suryo)"
Author: Leila S. Chudori
28. "Bila anda mencintai seseorang, bangunlah sebuah rumah yang indah dalam hati orang yang anda cintai."
Author: Mario Teguh
29. "Diktator yang bergantung pada kewibawaan orang seorang tak lama umurnya. Sebab itu pula, sistem yang dilahirkan Soekarno tidak akan lebih panjang umurnya dari Soekarno sendiri. Umur manusia terbatas. Apabila Soekarno sudah tidak ada lagi, maka sistemnya akan roboh seperti rumah kartu."
Author: Mohammad Hatta
30. "Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian(Rumah Kaca, h. 138)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
31. "Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali(Rumah Kaca, h. 443)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
32. "Sejak jaman nabi sampai kini, tak ada manusia yang bisa terbebas dari kekuasaan sesamanya, kecuali mereka yang tersisihkan karena gila. Bahkan pertama-tama mereka yang membuang diri, seorang diri di tengah-tengah hutan atau samudera masih membawa padanya sisa-sisa kekuasaan sesamanya. Dan selama ada yang diperintah dan memerintah, dikuasai dan menguasai, orang berpolitik(Rumah Kaca, h. 420)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
33. "Saya ingin ikut ke Jawa kalau sampeyan-sampeyan pulang. Sayang nampaknya sampeyan-sampeyan sudah merasa kerasan tinggal di sini, sudah membuat jalan-jalan, sawah, jembatan, rumah, dan bendungan - Seorang Wanita Yang Ditemui Tristuti Rahmadi Suryosaputro Di Pulau Buru, Ia Anak Seorang Polisi Desa Di Wonogiri Yang Dijanjikan Menjadi Bidan Oleh Jepang."
Author: Pramoedya Ananta Toer
34. "Ibuku tinggal di sarang. Ini bukan rumah. Di negeri matahari ini, bahkan sinar matahari dia tidak kebagian!"
Author: Pramoedya Ananta Toer
35. "Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya(Rumah Kaca, h. 46)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
36. "Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka "kemajuan" sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia(Rumah Kaca, h. 436)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
37. "Di sini tak ada rumah yang terkunci pintunya, siang ataupun malam. Di sini pintu bukanlah dibuat untuk menolak manusia, tapi menahan angin. Di sini semua orang tidur di ambin pada malam atau siang hari, termasuk para tamu yang tak pernah dipedulikan dari mana datangnya. Ia mendengar sekali lagi. Di kota setiap orang baru selalu ditetak dengan tanya: Siapa nama? Dari mana? Di sini orang tak peduli Mak Pin datang dari mana. Tak peduli Mak Pin gagu. Tak peduli sekalipun dia kelahiran neraka."
Author: Pramoedya Ananta Toer
38. "Jalan ke rumah sahabat tidak pernah jauh. Begitu pula jalan untuk menggapai mimpimu."
Author: Prisca Primasari
39. "Memaafkan. Kata yang lucu sekali, bukan?... Sesuatu yang sulit sekali diberikan. Padahal dengan melakukan itu berarti kita menyelamatkan hati kita sendiri. Pernahkah kau mendengar, bahwa ketika kau memaafkan seseorang, kau membuka lagi pintu rumah yang sebelumnya kau tutup rapat-rapat, yang telah membuat dirimu terperangkap dan kehabisan napas. Ketika kau memaafkan, kau pun bisa bernapas lagi. Dan hidup."
Author: Prisca Primasari
40. "Artiku tidak bergantung dari kehadiranku, tetapi pada cintaku dan cinta yang diberikan kepadaku yang tak akan pernah tak hadir. Karenanya, sekali aku menyalakan rumah ini, nyala itu akan tetap tak akan pernah padam."
Author: Putu Wijaya
41. "Seperti rumah, yang menjadi semakin rumah ketika ditinggalkan, begitulah cinta, menjadi semakin cinta sesudah hilang."
Author: Putu Wijaya
42. "Setiap buku adalah kutipan; setiap rumah adalah kutipan seluruh rimba raya dan tambang-tambang dan bebatuan; setiap manusia adalah kutipan dari semua leluhurnya"
Author: Ralph Waldo Emerson
43. "Hingga kamarku berbau nestaparumahku menjadi kutubkhanahyang penuh dengan buku-buku nestapaduduk diam-diam membaca nestapaaku pun luluh ke dalam nestapa."
Author: Ridzuan Harun
44. "Tentang CempakaIzinkan aku menjadi cempakadi laman rumahmumoga setiap pagiketika kau bukakan jendelamenghirup aroma kopiengkau akan terhiduwangi cempakaItulah dirikuyang cuba menyelinap masukke dalam riuh canda harimuwalau pernah ada waktunyakita selalu dijarakkan kataTapi seperti cempaka yang selalu harumbegitulah aku ingin selalu ada di hatimu"
Author: Ridzuan Harun
45. "Shana, kalau kamu mencari cowok dengan patokan keren, itu berarti kamu belum mengerti arti dari sebuah hubungan. Yang harus kamu nilai dari seorang cowok adalah apakah dia memperlakukan kamu dengan baik. Seperti, apakah dia mau membukakan pintu untukmu, apakah dia mengantarmu pulang dan menungguimu sampai kamu masuk rumah, baru dia pergi. Cowok seperti itu yang perlu kamu pertahankan."
Author: Riza Prasetyaningsih
46. "Kutipan dari novel yang paling berkesan: "Aku baik-baik saja, ceroboh. Aku senang mendengarnya. Amat senang. Tetapi aku tidak membutuhkan itu, yang. Rumah besar, mobil, berlian, pakaian yang indah. Bagiku kau ikhlas dengan semua yang kulakukan untukmu. Ridha atas perlakuanmu padamu itu sudah cukup."
Author: Tere Liye
47. "Nah, walau tiga suku bangsa ini punya kampung sendiri, kampung Cina, kampung Dayak, dan kampung Melayu, kehidupan di Pontianak berjalan damai. Cobalah datang ke salah satu rumah makan terkenal di kota Pontianak, kalian dengan mudah akan menemukan tiga suku ini sibuk berbual, berdebat, lantas tertawa bersama—bahkan saling traktir. "Siapa di sini yang berani bilang Koh Acong bukan penduduk asli Pontianak?" demikian Pak Tua bertanya takzim."
Author: Tere Liye
48. "Tawa ceria adalah laksana cahaya matahari di dalam rumah."
Author: William Makepeace Thackeray
49. "Tapi yang menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri; sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun… …because travelers never think that they are foreigners."
Author: Windy Ariestanty
50. "Buat saya, ayah adalah seperti rumah ini. Saya tidak perlu menghuni setiap ruang dalam rumah, hanya sudut kecil di bawah atap. Saya tidak perlu menjadi seluruh dunia ayah, hanya bagian favoritnya. Saya seperti jenis wine kesukaannya, gadis kecilnya yang sering duduk di atas pangkuannya, memohon supaya dapat mencicip isi gelasnya."
Author: Winna Efendi

Rumah Quotes Pictures

Quotes About Rumah
Quotes About Rumah
Quotes About Rumah

Today's Quote

I think the obvious answer is I was raised in New York City, so growing up, not only myself but my family, like my father, we would watch a lot of Scorsese films."
Author: Anthony Michael Hall

Famous Authors

Popular Topics