Top Saan Quotes

Browse top 145 famous quotes and sayings about Saan by most favorite authors.

Favorite Saan Quotes

1. "Jannaah, dan Jahannam perbedzaannya antara langit dan bumi, begitu juga cinta dan murka; hidup dan mati, iblis dan manusia; Insaanul Kamiil dan Illaahi; Dia dan dunia, keni'matan dan kebas kaku; Nur, dan nokhta; Dzahir dan Bathin; mengenali diri empunya Diri, dan ilm' jasaad, Nafas & Usul Azali"
Author: AainaA Ridtz
2. "Semua orang bisa tahan dengan kesengsaraan, tapi bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan."
Author: Abraham Lincoln
3. "Adalah semua orang Dukuh Paruk–termasuk Srintil–mereka tidak tahu apa-apa tentang sistem atau jalinan birokrasi kekuasaan. Dalam wawasan mereka semua priayi adalah sama, yakni tangan kekuasaan. Setiap priayi boleh datang atas nama kekuasaan, tak peduli mereka adalah hansip, mantri pasar, opas kacamatan, atau seorang pejabat dinas perkebunan negara esperti Marsusi. Dan ketika kekuasaan, menjadi aspek yang paling dominan dalam kehidupan masyarakat, orang Dukuh Paruk seperti Srintil tidak mungkin mengerti perbedaan antara polisi, tentara, dan pejabat perkebunan. Semuanya adalah tangan kekuasaan dan Srintil tidka mungkin bersikap lain kecuali tunduk dan pasrah."
Author: Ahmad Tohari
4. "Sahabat yang baik adalah bila dia hanya datang dan duduk di sebelah kita, tanpa kata apa-apa. Dan kemudian, kita tinggalkannya dengan perasaan seolah-olah telah bercakap lama dengannya."
Author: Aifa Batrisya
5. "Rakyat melahirkan para pemimpin.Bukan sebaliknya.Seorang pemimpin terlebih dahulu adalah anak bangsa. Bagian dari rakyat jelata. Bila rakyat tertindas, maka kemungkinan besar pemimpin yang lahir pun menjadi penindas. Ia sudah terbiasa ditindas, maka setelah meraih kekuasaan, terlebih dahulu ia akan membalas dendam."
Author: Anand Krishna
6. "Di Indonesia, kekuasaan diperlihatkan secara terang-terangan, tidak pandang bulu, terbuka, selalu segar dalam ingatan."
Author: Barack Obama
7. "My plans often went awry. Much like my thoughts. Hold the phones. Maybe Saan had ADD, too. It would explain a lot."
Author: Darynda Jones
8. "Perasaan ini, cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada"
Author: Dee
9. "Belajarlah untuk sedikit relaks. Apa yang kamu sebut perasaan picisan itu bisa jadi hanya rasa takutmu saja. Yang lahir dari kekecewaan atau ketidaknyamanan pengalaman pada masa lalu. Cobalah untuk tidak terlalu tegang dan serius. Bisa jadi sesuatu yang bernama perasaan suka atau jatuh cinta kembali itu akan menarik bila kamu sedikit relaks."
Author: Desi Puspitasari
10. "Kami tidak mau terburu-buru untuk mencapai surga kami, karena bukankah segala sesuatu yang diraih dengan ketergesaan tidak akan bertahan lama?"
Author: Dini Novita Sari
11. "Ta näis sõnatult ütlevat: "Vaadake mind. Ma olen oma panuse andnud. Ma olen kaunis. See minu ilu on midagi täiesti ebatavalist. Ma olen loodud inimeste rõõmuks. Aga mis ma ise sellest saan? Kus on minu tasu?"See oligi viimase kümne aasta peamine muutus; ja see tegelikult oligi tema tasu - see teda igavesti saatev nõiduslik nukrus, mis läks otse südamesse ja võttis sõnad suust; see andis tema ilule täiuse."
Author: Evelyn Waugh
12. "Mengapa ketika manusia diberi sedikit kekuasaan, dia akan mempergunakan lebih dari seharusnya?"
Author: Evi Sri Rezeki
13. "Semoga Tuhan mendekatkan semua rahasia perasaan pada jawabannya."
Author: Fahd Djibran
14. "Kedewasaan seseorang: setelah menemukan kembali keseriusaan yang pernah dimilikinya saat masih kanakkanak, saat sedang bermain."
Author: Friedrich Nietzsche
15. "Korupsi bukanlah tanda bahwa Negara kuat dan serakah. Korupsi adalah sebuah privatisasi-- tapi yang selingkuh. Kekuasaan sebagai amanat publik telah diperdagangkan sebagai milik pribadi, dan akibatnya ia hanya merepotkan, tapi tanpa kewibawaan."
Author: Goenawan Mohamad
16. "Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Jika ia jatuh pada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji."
Author: Hamka
17. "Prioritas, itu yang sebenarnya lebih kupikirkan daripada rasa sentimentil yang hanya berlandaskan perasaan, karena terkadang kita terjebak dalam perangkaplicik kehidupan jika melihat apa-apa hanya dari perasaan saja."
Author: Ida R. Yulia
18. "Sebenarnya aku tidak bermaksud menghindarimu. Aku hanya berusaha menghindari perasaanku sendiri dengan menghindarimu (Mia)"
Author: Ilana Tan
19. "Buku itu akan abadi, bersama dengan pesan yang disampaikan di dalamnya. Jadi semestinya, meskipun ragaku ini tidak akan abadi, aku bisa menulis untuk mengabadikan perasaanku padanya, bukan?"
Author: Irin Sintriana
20. "Osaan jo itse lukea / siis kirjoja on oltava.- Myssy-Kasperi matkustaa (Kasper Mütze darf verreisen)"
Author: Janosch
21. "Wala nang mas sasarap pa, kaysa sa umuwi ng bahay, kung saan naghihintay ang isang mapagmahal na misis at mangkok ng tinola."
Author: Jayson G. Benedicto
22. "Aku terkesima betapa dunia adalah sebuah tempat yang indah. Sekali lagi aku mendapatkan perasaan euphoria terhadap segala sesuatu di sekitar diriku. Siapakah kita ini, yang selalu hidup di sini? Setiap orang di pelataran itu seperti sebuah harta karun hidup yang penuh dengan pikiran dan kenangan, impian dan keinginan. Aku terkurung di dalam kehidupan kecilku sendiri di bumi ini, tapi itu pun berlaku pada setiap orang lain di pelataran ini."
Author: Jostein Gaarder
23. "Suami dan istri tak harus serta merta sahabat. Cinta adalah cinta, bukan pengorbanan. Perasaan adalah untuk ditolak atau dibunuh, tidak untuk dilekaskan, apalagi untuk dibiarkan mengalir. Lagipula, begitu Ibu mengikatkan diri pada Bapak, ia menunggu kapan seseorang tak hanya menggunakan perasaan, tapi juga otaknya. Ia tak pernah sekalipun, dalam proses ini, kehilangan kesabarannya. Lalu ia memilih."
Author: Laksmi Pamuntjak
24. "Tegar dan pandai menyembunyikan perasaan adalah ciri-ciri orang yang sangat rapuh."
Author: Layla R. Aprilyani
25. "Mungkin pada akhirnya ini adalah jalan untuk menciptakan dunia tanpamudaya magis darimu perlahan memudarsemuanya akan menjadi biasa dan mungkin akan lenyap tak berbekasdi mulai dari tatapan.. tak lagi mampu merona hatikukemudian senyuman.. tak lagi terbayang saat ku jemput malamkujuga baumu.. tak lagi memerbak anggunmunamunsemua itu bukan akhir, juga bukan sebuah permulaanakhir penutup kisah antara kau dan akupun permulaan hidupku yang tidak ada lagi kamu di situhanya sebuah permainan takdirtega membolak balik perasaan kalbukuyang kali ini sesaat buatku normalyang tanpa terkira kembali jerumuskan aku dalam pedih"
Author: Majdy
26. "Di sebuah hari di bulan januarisudah lama sekali.. saya mencoba tidak lagi menyinggung ini padamutentag perasaanku yang tak pernah sampai..tentang hatiku yang tak pernah bisa beranjak darimutentang cintakunamun, kali ini..aku ternyata lelah sembunyiuntuk sesaat tak kuasa untuk meluapkankanpenuh harap, kau sudi membaca, memahaminya..telah lama kucoba melangkah maju, tak ingin lagi menengok ke belekangnamun slalu saja, hatiku selalu berhasil menuntunnya kembalikamu pasti sudah sadar, jatuh cinta bukanlah pengalaman pertama bagikuharusnya kutelah terbiasa melupakan, harusnya patah hati bisa kulalui dengan mudahtapi ntah mengapa, denganmu, semua berbeda..."
Author: Majdy
27. "Jokainen mies haluaa olla tyranni naidessaan."
Author: Marquis De Sade
28. "Kebiasaan untuk menerjemahkan teks dari perspektif para penafsir sebelumnya – yang pandangannya atas realitas tidak sesuai dengan penemuan-penemuan masa kini – memainkan peranan penting dalam kesalahpahaman atas Kitab Suci."
Author: Maurice Bucaille
29. "Relieved itu datangnya dari otak tapi perasaan itu dari hati. Walaupun otak kamu bilang itu adalah hal yang melegakan, tapi perasaan sakit itu belum tentu hilang."
Author: Nina Ardianti
30. "Sukarnya menjadi seorang anak. membantah dikata tidak mendengar, mengiyakan sahaja hati juga yang parah. di mana mahu diluah resah yang terkumpul, kemana mahu dialirkan jiwa yang sedang luka. kini baru dia sedar betapa payahnya untuk menjaga perasaan."
Author: Norhayati Berahim
31. "Apabila sebagai pengarang harus kutangguhkan begitu banyak ketidakadilan di tanahair sendiri, penganiayaan lahir-batin, perampasan kebebasan dari penghidupan, hak dan milik, penghinaan dan tuduhan, bahkan juga perampasan hak untuk membela diri melalui mass-media mau pun pengadilan, aku hanya bisa mengangguk mengerti. Sayang sekali kekuasaan tak bisa merampas harga diri, kebanggaan diri, dan segala sesuatu yang hidup dalam batin siapa pun."
Author: Pramoedya Ananta Toer
32. "Di balik setiap kehormatan mengintip kebinasaan. Di balik hidup adalah maut. Di balik persatuan adalah perpecahan. Di balik sembah adalah umpat. Maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. Jangan terima kehormatan atau kebinasaan sepenuhnya. Jalan tengah—jalan ke arah kelestarian(Jejak Langkah, h. 442)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
33. "Kami antarsaudara terpaksa saling bunuh hanya karena kekuasaan. Itulah yang nyaris terjadi di setiap negara. Demokrasi yang sekarang menggejala, apakah benar akan mengantarkan manusia pada kesadaran untuk berhenti saling membunuh? Tidak juga. Di negeri seberang, di mana kudengar demokrasi diberikan begitu leluasa, malah kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan terhadap perempuan, saling fitnah, saling rebut kekuasaan hampir terjadi setiap hari."
Author: Putu Fajar Arcana
34. "Ye Chand Yahaan kuch chattanon se fisal raha hai...Sayad tumhare yaha kisi daal se jhool raha hoga.Chalo kuch to hai Jise hum dekh lete hain ek sathjaise ek laltain ko dekh karKayi Khaidi guzar dete hain sari raat.....Kayi Jailon me bati hai duniyaHar jail me khaid hai insaansab jail me hi to hainkoi chote jail me to koi bade..."
Author: Saket Assertive
35. "Apalah yang bisa pasti dari perasaan manusia?"
Author: Seno Gumira Ajidarma
36. "Siapapun yang melempar wacana ke masyarakat mesti bersedia menanggung risiko atas segala tanggapan, dipuja maupun dihujat - dan itulah ukuran kedewasaannya."
Author: Seno Gumira Ajidarma
37. "Niin monet miehet ovat naineet unissaan äitiään."
Author: Sophocles
38. "Berilah kekuatan sekuat baja, untuk menghadapi dunia ini,untuk melayani dunia iniberilah kesabaran seluas angkasa, untuk mengatasi siksaan ini,untuk melupakan derita iniberilah kemauan sekuat garuda, untuk melawan kekejaman ini,untuk menolak penindasan iniberilah perasaan selembut sutera, untuk menjaga peradaban ini,untuk mempertahankan kemanusiaan ini"
Author: Subagio Sastrowardoyo
39. "Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan. (Pendahuluan - Melihat ke muka page 35-36)"
Author: Tan Malaka
40. "Ibu, rasa nyaman selalu membuat orang-orang sulit berubah. Celakanya, kami sering kali tidak tahu kalau kami sudah terjebak oleh perasaan nyaman itu... Padahal di luar sana, di tengah hujan deras, petir, guntur, janji kehidupan yang lebih baik boleh jadi sedang menanti. Kami justru tetap bertahan di pondok reot dengan atap rumbia yang tampias di mana-mana, merasa nyaman, selalu mencari alasan untuk berkata tidak atas perubahan, selalu berkata 'tidak'...Ibu, rasa takut juga selalu membuat orang-orang sulit berubah. Celakanya, kami sering kali tidak tahu kalau hampir semua yang kami takuti hanyalah sesuatu yang bahkan tidak pernah terjadi... Kami hanya gentar oleh sesuatu yang boleh jadi ada, boleh jadi tidak. Hanya mereka-reka, lantas menguntai ketakutan itu, bahkan kami tega menciptakan sendiri rasa takut itu, menjadikannya tameng untuk tidak mau berubah."
Author: Tere Liye
41. "Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku."
Author: Tere Liye
42. "Ibu, usiaku dua puluh dua, selama ini tidak ada yang mengajariku tentang perasaan-perasaan, tentang salah paham, tentang kecemasan, tentang bercakap dengan seorang yang diam-diam kau kagumi. Tapi soer ini, meski dengan menyisakan banyak pertanyaan, aku tahu, ada momen penting dalam hidup kita ketika kau benar-benar merasa ada sesuatu yang terjadi di hati. Sesuatu yang tidak pernah bisa dijelaskan. Sayangnya, sore itu juga menjadi sore perpisahanku, persis ketika perasaan itu mulai muncul kecambahnya."
Author: Tere Liye
43. "Kakek, apakah cinta itu memberi, seperti yang selalu Kakek lakukan saat memberi makan ayam - ayam?""Tidak. Karena kau selalu bisa memberi tanpa sedikitpun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi."
Author: Tere Liye
44. "Orang yang membiarkan dirinya berbohong sekali, akan menyadari bahwa lebih mudah berbohong untuk kedua dan ketiga kali sampai menjadi kebiasaan."
Author: Thomas Jefferson
45. "Nafs. Nafs Insaan Ko Janwar Bana Deti Hai. Jab Insaan Nafs Ka Ghulam Ho Jata Ha tou Janwar Ban Jata Hai!"
Author: Umera Ahmed
46. "Allah Pe Jab Tawakal Hota Hai Na, Tou Mushkil Kaam Bhi Ahsaan Ho Jata Hai."
Author: Umera Ahmed
47. "Ledakan ilmu yang dikatakan berlaku masa kini sebenarnya lebih tepat disifatkan sebagai ledakan maklumat kerana dalam banyak hal maklumat yang pelbagai dan kadang-kadang saling bertentangan itu bukan sahaja tidak bermakna, malah lebih banyak menimbulkan kekeliruan. Maklumat yang tidak benar, walaupun mungkin bermakna besar kepada pemiliknya bukanlah ilmu, tetapi sekadar perasaan (dugaan), syak, atau zan. Perasaan (atau dugaan), syak dan zan atau gejala lain yang anti-ilmu akan hancur jika ditentangi oleh ilmu."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
48. "Jelas bahawa perlindungan hak-hak asasi manusia dan harta intelektual dan penjagaan alam sekitar di peringkat sebilangan peribadi yang terlibat, mungkin terpancar dari niat yang sebenar-benarnya mencintai dan menghormati nilai-nilai insani, keunggulan intelektual dan penjagaan alam sekitar. Namun di peringkat tamadun Barat, khasnya dalam institusi berpengaruh di sana, isu-isu hak-hak asasi manusia, harta intelektual dan penjagaan alam tabii merupakan alat-alat penguasaan ekonomi dan sosiopolitik tamadun Barat ke atas tamadun-tamadun lain."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
49. "Setiap strategi yang sehat dan benar harus selalu berusaha mereduksi pihak lawan seminimum mungkin dan merangkul kawan sebanyak mungkin, sambil membujuk sebanyak mungkin lawan menjadi kawan, terserah apa latar belakangnya. Gerakan yang berkebiasaan membuat musuh di mana-mana amatlah bodoh."
Author: Y.B. Mangunwijaya
50. "Mengatakan bahwa sebuah teks bermakna 'tunggal' - oleh ibu guru - merupakan suatu perkosaan terhadap prinsip pluralitas makna yang dimungkinkan prinsip pluralitas makna yang dimungkinkan di dalam semiotika. Mengatakan bahwa makna sebuah teks atau gambar harus mengikuti pemaknaan golongan tertentu merupakan satu bentuk represi tekstual."
Author: Y.B. Mangunwijaya

Saan Quotes Pictures

Quotes About Saan
Quotes About Saan
Quotes About Saan

Today's Quote

We are looking to get counties to play their young England players earlier, and the first reports from the counties are that it is working well. It also helps us to prepare in a better fashion."
Author: Andy Pick

Famous Authors

Popular Topics