Top Sepi Quotes

Browse top 44 famous quotes and sayings about Sepi by most favorite authors.

Favorite Sepi Quotes

1. "Biarlah dicintai dan mencintai dengan sepenuh hati saat waktu masih mengizinkan. Menarilah dan nikmatilah saat senandung itu masih ada. Karena sungguh, suatu saat nanti, waktu itu akan hilang dan hanya akan tersisa kesepian dan penyesalan jika tersia-siakan."
Author: Adam Aksara
2. "Sepi dan aku adalah satu"
Author: Adrie
3. "I have always lusted after a sepia-toned library with floor-to-ceiling bookshelves and a sliding ladder. I fantasie about Tennessee Williams' types of evenings involving rum on the porch. I long for balmy slightly sleepless nights with nothing but the whoosh of a wooden ceiling fan to keep me company, and the joy of finding the cool spot on the bed. I would while away my days jotting down my thoughts in a battered leather-bound notebook, which would have been given to me by some former lover. My scribbling would form the basis of a best-selling novel, which they wold discuss in tiny independent bookshops on quaint little streets in forgotten corners of terribly romantic European cities. In other words, I fantasize about being credible, in that artistic, slightly bohemian way that only girls with very long legs can get away with."
Author: Amy Mowafi
4. "Jenny looked, as usual, elegant and as fine-drawn as a young doe, but oddly muted, as if she had been outlined in sepia."
Author: Anne Rivers Siddons
5. "I have seen things. I saw the great Mantis God of Africa fighting a creature from the primordial depths, a billion-year war until finally the Mantis threw the writhing creature from the heavenly sky into the deepest pit. I've seen the past through the lens of the Eye and it wasn't in tasteful sepia. It was etched in blood and death and filtered through a veil of tears."
Author: Charlie Human
6. "Bellis gasped.Everywhere lights where suspended. Globes of cold illumination like frost moons, with no trace of the sepia of the New Crobuzon's gaslamps. The city glowed in the darkening water like a net full of ghostly lights.The outer edges of the city were low buildings in porous stone and coral."
Author: China Miéville
7. "Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi."
Author: Dee
8. "Mungkin, suatu saat, apabila sekelumit dirimu itu mulai kesepian dan bosan, ia akan berteriak-teriak ingin pulang. Dan kamu akan menjemputnya, lalu membiarkan sejarah membentengi dirinya dengan tembok tebal yang tak lagi bisa ditembus. Atau mungkin, ketika sebuah keajaiban mampu menguak kekeruhan ini, jadilah ia semacam mercusuar, kompas, bintang selatan…. yang menunjukkan jalan pulang bagi hatimu, untuk, akhirnya, menemuiku.."
Author: Dee
9. "Waktu itu Minggu malam. Aku tersentak bangun pada pukul satu dini hari. Sayup-sayup terdengar dari jauh peluit kereta. Nguuuoooong. Dalam kondisi kesepian dan merasa seperti ada yang hilang, aku yang tetap tidur telentang tanpa bergerak-gerak mengeja puisi ‘Saddest Poem' milik Pablo Neruda dalam patahan-patahan bait yang tidak berlompatan."
Author: Desi Puspitasari
10. "Aggi berjalan pulang sendiri menuju tempat parkir. Saat melaju, kendaraannyaterasa lebih ringan. Satu helmnya menggantung kesepian di setang motor."
Author: Desi Puspitasari
11. "Kini dia berusaha menerjemahkan cinta ke arah yang berbeda. Cinta yang mendahulukan kebahagiaan orang yang dikasihi, bukan cinta yang semata ingin memiliki. Sekalipun untuk itu, dia harus membayarnya dengan kesepian dan rasa kehilangan sepanjang hidupnya."
Author: Dian Nafi
12. "LangitBagaimana akan kueja asmaraJika membaca rasa saja aku masih tak cukup kuasaBagaimana aku harus menakar hatiJika hatinyapun tak pernah pastiLalu sepi selalu saja mengajakku berbagiMenyudutkan pada gerilya mimpi yang tak bertuanSendiriku kembali"
Author: Dian Nafi
13. "Sepi dan ceria bukan terpisahkan, tapi menjalin membentuk sebuah sinergi."
Author: Dian Nafi
14. "-Y cuando mi cuerpo perezca, mi alma todavía será tuya, Claire. Juropor mi esperanza de ganarme el cielo que no seré separado de ti. Nada sepierde, Sassenach; sólo se transforma.-Eso es la primera ley de la termodinámica -dije secándome la nariz.-No -respondió-. Eso es fe."
Author: Diana Gabaldon
15. "Without poetry, stories would be told in sepia."
Author: Ellen Hopkins
16. "Definisi kesepian yang sebenarnya adalah hidup tanpa tanggung jawab sosial"
Author: Goenawan Mohamad
17. "The sepia tone of November has become blood-soaked with paper poppies festooning the lapels of our politicians, newsreaders and business leaders … I will no longer allow my obligation as a veteran to remember those who died in the great wars to be co-opted by current or former politicians to justify our folly in Iraq, our morally dubious war on terror and our elimination of one's right to privacy."
Author: Harry Leslie Smith
18. "Dia bilang tak ada orang yang benar benar jahat. Yang ada hanyalah orang kesepian, yang tak punya tempat untuk pulang. Bagaimana jika memang ada orang jahat yang juga kesepian, terbang ke sana kemari sampai mampus kebosanan?"
Author: Ida R. Yulia
19. "Tak ada orang yang benar-benar jahat. Yang ada hanyalah orangorang yang kesepian. Jika mereka tak kesepian dan punya teman,punya Appa, Eomma, atau saudara yang baik, mereka tak akan jadi jahat. Mereka hanya perlu pulang... ke rumah, ke tempat di mana orang-orangmencintai mereka."
Author: Ida R. Yulia
20. "Vivo entre difusos matices, velados misterios, incertidumbres; el tono para contar mi vida se ajusta mas al de un retrato en sepia."
Author: Isabel Allende
21. "My death..I mean..will it be quick,and with dignity? How will i know when the end is coming?""When you vomit blood,sir," Tao Chi'en said sadly.That happened three weeks later,in the middle of Pacific,in the privacy of the captain's cabin. As soon as he could stand , the old seaman cleaned up the traces of his vomit, rinsed out his mouth , changed his bloody shirt, lighted his pipe, and went to the bow of his ship , where he stood and looked for the last time at the stars winking in a sky of black velvet. Several sailors saw him and waited at a distance, caps in hands. When he had smoked the last of his tobacco, Captain John Sommers put his legs over the rail and noiselessly dropped into the sea.-Portrait in Sepia by Isabel Allende."
Author: Isabel Allende
22. "Each of us chooses the tone for telling his or her own story. I would like to choose the durable clarity of a platinum print, but nothing in my destiny possesses the luminosity. I live among diffuse shadings, veiled mysteries, uncertainties; the tone of telling my life is closer to that of a portrait in sepia."
Author: Isabel Allende
23. "Aku menyimpan beberapa rahasia besar dan hanya pada malam yang sepi dan panjang, aku bisa membebaskan mereka."
Author: Iwan Setyawan
24. "Aku belajar bicara pada hening. Karena sepi sudah akrab denganku. Kematian menciumku, maka merah flamboyan tak cukup terang nyalakan mataku. Padahal denyar belum usai. Kuku kisruh masih mencakar-cakar."Andai semua makhluk yang bernapas bisa berterima kasih kepada kesalahan," begitu katamu. "Kamu baik, hormat, dan sayang padaku, dari dulu, sekarang, dan semoga selamanya. Aku bisa mati tanpamu," jawabku pada kabut."
Author: Lan Fang
25. "Apa yang harus kuseru jika lidah tertikam sepi yang enggan beranjak, kecuali mengadu pada lamunan "nadaku sumbang, suaraku pincang. Ini bukan lagu yang kumau."
Author: Lan Fang
26. "It was like hiking into a Hemingway story; everything was sepia-toned and bristling with subtext."
Author: Leslie What
27. "Mata batin yang merupakan berkah kesepian"
Author: Lois Lowry
28. "Choosing sepia is all to do with trying to make the image look romantic and idealistic. It's sort of a soft version of propaganda."
Author: Martin Parr
29. "Para pembunuh tidak sepintar itu. Mereka, pada kenyataannya orang-orang yang sangat bodoh. Itu sebabnya mereka membunuh: Kecerdasan mereka begitu terbatas, sehingga mereka tidak bisa melihat jalan keluar yang lain."
Author: Meg Cabot
30. "...another comber of far pleasure followed the first, for his books came suddenly before his eyes, row upon row of volumes, row upon priceless row of calf-bound Thought, of philosophy and fiction, of travel and fantasy; the stern and the ornate, the moods of gold or green, of sepia, rose, or black; the picaresque, the arabesque, the scientific - the essays, the poetry and the drama. All this, he felt, he would now re-enter. He could inhabit the world of words, with, at the back of his melancholy, a solace he had not known before."
Author: Mervyn Peake
31. "Bulan Merahlalu ditenggak darah bulan merahlolongnya yang serigala hingga ujung benuasebayang lindap sebayang lindap melayar-layarbulan merah mengucur airmatadengusnya yang api memunahkan negeri-negerisebusur waktu sebusur waktu meluncur-luncurtatap bulan merah di waktu malam merapat di ubun-ubunhingga purnamanya penuh sempurna sebugil bulat sebugil bulan menggigil-gigilo, bulan merah di puncak sunyi geliat sepi amuknya!"
Author: Nanang Suryadi
32. "Biar!tak kau ingat lampu-lampu yang menyihir kita menjadi orang yang mentertawakan dunia. tak kau ingat keringat meleleh di langkah kaki, di punggung, kening, menantang matahari! menunggingkan pantat ke muka-muka orang-orang yang dipuja sebagai dewa! o, engkau telah membunuh kenangan demikian cepat. seperti kulindas kecoak dengan ujung sepatuku. perutnya yang memburai, putih, mata yang keluar dari kepala, masih bergerak-gerak. aku menjadi pembunuh. seperti dirimu. demikian telengas. tanpa belas. kepada kenangan. biar. jika kau tak mau temani. biar kurasakan nyeri sendiri. di puncak sepiku sendiri!"
Author: Nanang Suryadi
33. "Njebluge merapi ora sepiro dibanding njebluge ndhasku. urupe geni merapi mung koyo senthir nang ngarepe mataku. utekku umep plan gawe segoro mbludak...."
Author: Neo Wasiman
34. "Kamu yang menjauh cuma mendekatkan aku pada kesepian.aku, selalu disini.di persimpangan jalan ini dan ketika kamu dengannya menemui akhir, kembalilah.aku masih melambaikan tangan dingin inikepada kamu, yang telah lama pergi."
Author: Oka @landakgaul
35. "Kebencian membuatmu kesepian"
Author: Orizuka
36. "PERCAKAPAN DUA RANTINGkalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani munculkan diri, dan kau tinggal untuk menanti? cari. andai bumi sembunyi saat kau berlari? mimpi. lalu malam menyer-gapmu dalam pandang tiada tepi? hati.baik...aku tak lagi memberimu mungkin? kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari kalbumu? sampai. akankah kau patahkan tubuhmu hingga musim tiada berganti? mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari.juga kau benamkan yang lain dalam jurang di matamu? aku. katakan bahwa kau mene-rimamu seperti aku memberimu?...kau? ya. kau?...aku.Besancon, oktober sebelas 1997."
Author: Radhar Panca Dahana
37. "Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi."
Author: Sapardi Djoko Damono
38. "JARAKdan Adam turun di hutan-hutanmengabur dalam dongengandan kita tiba-tiba di sinitengadah ke langit; kosong sepi"
Author: Sapardi Djoko Damono
39. "Time seemed to drag with dreamlike slowness, like a knife through cold honey, and the room took on a surreal golden sheen as if I was looking through that same jar of honey. Maybe at that moment, the sun shone just right though the grimy windows, but the woman, the shelves, the jars, everything in the room appeared in tones of gold and sepia, except for the painting behind the counter. From behind the shopkeeper's head, a fluorescent Mary and Jesus glared at me, their cartoon-like faces reproaching me for being there."
Author: Sara Stark
40. "Rindu adalah selapis insafyang tumbuh dalam lukakudan cinta adalah jernih insanidalam telaga sepi sukmaku."
Author: Shamsudin Othman
41. "Urusan perasaan itu ajaib sekali, bahkan bisa membuat merasa sepi di tengah keramaian, ramai di tengah kesepian."
Author: Tere Liye
42. "No matter what she did with her hair it took about three minutes for it to tangle itself up again, like a garden hosepipe in a shed [Which, no matter how carefully coiled, will always uncoil overnight and tie the lawnmower to the bicycles]."
Author: Terry Pratchett
43. "1915. The year itself looks sepia and soiled-muddied like its pictures. In the snapshots everyone at first seems timid-lost-irresolute. Boys and men squinting at the camera."
Author: Timothy Findley
44. "Allah!Betapa indahnya sepiring nasi panasSemangkuk sup dan segelas kopi hitam"
Author: W.S. Rendra

Sepi Quotes Pictures

Quotes About Sepi
Quotes About Sepi
Quotes About Sepi

Today's Quote

I, sir, I just like to work. I'm humble."
Author: Bruce McCulloch

Famous Authors

Popular Topics