Top Tempu Quotes

Browse top 21 famous quotes and sayings about Tempu by most favorite authors.

Favorite Tempu Quotes

1. "Biar kau tahu,Kal,orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi,dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu"
Author: Andrea Hirata
2. "Dia tahu, bahawa sultan dan pembesar negeri Melaka itu sudah maklum sejak tahun 1448, pasti Portugis akan datang kembali menyerang! Tetapi kenapa Melaka hanya sibuk menyediakan damak untuk racun pada anak panahnya, tetapi tidak menyediakan timah, untuk 38 pucuk meriam besarnya yang dibeli dari Turki? Kenapa Melaka mampu berbelanja untuk dayang-dayang istana, sultan dan pembesar negeri berlebihan waktu dan tenaga untuk menggiliri selir, tetapi tidak berbelanja membina armada? Kenapa Melaka begitu mudah beri gelar laksamana kepada pendekar silat, tetapi tidak membina kekuatan daya tempur angkatan laut?"
Author: Arena Wati
3. "Temaku : Jangan takut berbeda! Kita tidak perlu sama dengan yang ada di sebelah mu. Karena masing masing akan punya medan pertempurannya sendiri!"
Author: Ary Prakasa
4. "Quot Libros, Quam Breve Tempus"
Author: Augustus
5. "Nunc fluens facit tempus,nunc stans facit aeternitatum.(The now that passes produces time, the now that remains produces eternity.)"
Author: Boethius
6. "Tempus Fugit"
Author: Dan Brown
7. "Dalam menjalani hidup ini, Nak, adakalanya kau akan sampai di jalan yang bercabang atau bersimpang. Bila demikian, jangan ragu-ragu memilih cabang atau simpang yang kelihatannya kurang atau jarang ditempuh orang.""Bagaimana kalau nanti kita tersesat?" tanyaku."Kalau kita tersesat bukan berarti kita akan hilang dalam perjalanan", jawab emak. "Maka jangan ragu-ragu mengambil jalan yang tidak umum. Hasilnya bisa cukup memuaskan ... contohnya lihat apa yang kau alami sekarang. Setelah orang-orang melihat hasil ini, lama-lama mereka akan mengikuti langkahmu dan jalan ini lalu menjadi jalan orang banyak. Tapi kau tetap yang memulai, yang merintis. Ini berlaku baik dalam arti harfiah maupun secara kiasan."
Author: Daoed Joesoef
8. "Lihat dunia dari mata burung atau lihat dari dalam tempurung, yang mana satu engkau pilih?"
Author: Dato' M.Nasir
9. "Kita manusia ini semua melihat satu bulan saja, tetapi banyak jalan yang dapat kita tempuh untuk sampai ke puncak yang terdekat dengannya. Kadang-kadang kalau kita tersesat, kita memutuskan untuk mencoba jalan orang lain, tapi tujuan akhirnya menemukan penyempurnaan hidup."
Author: Eiji Yoshikawa
10. "Since the early 1920s a unique spiritual path has existed in Japan. This distinctly Japanese version of yoga is called Shin-shin-toitsu-do, and it combines seated meditation, moving meditation, breathing exercises, and other disciplines to help practitioners realize unification of mind and body. Besides yoga, it is a synthesis of methods, influenced by Japanese meditation, healing arts, and martial arts; along with Western psychology, medicine, and science. Shin-shin-toitsu-do is widely practiced throughout Japan, although it is almost unknown in other countries. Through its principles of mind and body coordination people have an opportunity to realize their full potential in everyday life.A remarkable man created this path, and he led an equally remarkable life. He was known in Japan as Nakamura Tempu Sensei, and this is his story."
Author: H. E. Davey
11. "Indian forms of yoga have spread throughout the world due to their objectives of promoting health and harmony. Japan is but one of many countries that have received these age-old teachings. While Indian yogic disciplines (Hatha yoga in particular) have become well known, not everyone realizes that certain distinctive Japanese versions of Indian spiritual paths have evolved. Perhaps the first of these unique methodologies is the art of Shin-shin-toitsu-do, which was developed by Nakamura Tempu Sensei (1876–1968). In fact, Nakamura Sensei is often considered to be the father of yoga in Japan."
Author: H.E. Davey
12. "Nakamura Tempu Sensei viewed the mind as a segment of the body that could not be seen and the body as the element of the mind that was observable. He also likened the mind and body to a stream, with the mind as the source flowing down to the body. Whatever we drop in the stream will be carried down by the current. In like manner, our thoughts will influence the body and our well being."
Author: H.E. Davey
13. "Biarlah orang lain gugur secara heroik, kalau itu cocok buat mereka. aku hanya mau membereskan pertempuran dengan kemenangan heroik."
Author: Miyamoto Musashi
14. "Berbaik hatilah, karena semua orang yang kau temui sedang berjuang dalam pertempuran yang lebih sulit."
Author: Plato
15. "Semua yang baik datang berduyun-duyun. Hanya karena aku sudah memulai. Yang lain-lain akan datang dengan sendirinya. Semua membutuhkan permulaan. Permulaan sudah ditempuh."
Author: Pramoedya Ananta Toer
16. "Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh."
Author: Pramoedya Ananta Toer
17. "Ibu bapak tani—ibu bapak tanah air—akan meratapi putera-puterinya yang terkubur dalam udara terbuka di atas rumput hijau, di bawah naungan langit biru di mana awan putih berarak dan angin bersuling di rumpun bambu. Kemudian tinggallah tulang belulang putih yang bercerita pada musafir lalu, " Di sini pernah terjadi pertempuran. Dan aku mati di sini." (h. 22)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
18. "Fugit irreparabile tempus."
Author: Virgil
19. "Sed fugit interea fugit irreparabile tempus, singula dum capti circumvectamur amore"
Author: Virgil
20. "My second thoughts condemnAnd wonder how I dareTo look you in the eye.What right have I to swearEven at one a.m.To love you till I die?Earth meets too many crimesFor fibs to interest her;If I can give my word,Forgiveness can recurAny number of timesIn Time. Which is absurd.Tempus fugit. Quite.So finish up your drink.All flesh is grass. It is. But who on earth can thinkWith heavy heart or lightOf what will come of this?"
Author: W.H. Auden
21. "Dunia tidak akan pernah berubah kecuali dengan sejarah. Berbagai pergolakan yang kita alami sekarang dan usaha yang kita tempuh untuk lepas dari kekelaman masa lalu, tidak akan pernah tuntas tanpa melihat akar-akar dan sebab-sebab permasalahannya dalam rekaman sejarah."
Author: Yusri Abdul Ghani Abdullah

Tempu Quotes Pictures

Quotes About Tempu
Quotes About Tempu
Quotes About Tempu

Today's Quote

Sin is man's, last attempt to perfection."
Author: Anthony Liccione

Famous Authors

Popular Topics