Top Tubuh Quotes

Browse top 32 famous quotes and sayings about Tubuh by most favorite authors.

Favorite Tubuh Quotes

1. "Tapi semua itu saya kira hanya bisa kita pakai untuk mengenali cintakasih. Jika kita menggunakannya sebagai pedoman, maka yang terjadi adalah sebuah hukum baru yang datang dari luar tubuh manusia, yang tidak dialami melainkan diterapkan. Kesucian, bahkan kesederhanaan, yang dipaksakan sering kali malah menghasilkan inkuisitor yang menindas dan meninggalkan sejarah hitam. Karena itu saya percaya bahwa Tuhan tidak bekerja dengan memberi kita loh batu berisi ide-ide tentang dirinya dan manusia. Tuhan bekerja dengan memberi kita kapasitas untuk mencintai, dan itu menjadi tenaga yang kreatif dari dalam diri kita."
Author: Ayu Utami
2. "Rasa hangat ketika kedua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika kedua pasang mata menatap."
Author: Dee
3. "Saya melihat tumor itu semacam pemicu untuk saya mencari lebih dalam, mempertemukan saya dengan lebih banyak pengetahuan, membuka mata saya bahwa penyakit bukan sekadar gangguan. Tapi kode. Kode dari tubuh bahwa ada hal dalam hidup kita yang harus dibereskan."
Author: Dee
4. "Indahnya sholat indahnya islamkita bagaikan satu tubuh..masing-masing mengisi tempat - tempat kosongseperti sel-sel yang berpadu rapat ..membentuk satu tubuh yang kompak dan padatkita serupa barisan..yang rapat dan bersatu padu menjadi kuat.."
Author: Dian Nafi
5. "Kemal menarik lengan&badanku. Aku menyorongkan tubuh agar menyentuh dinding Kabah,menciuminya&melelehlah air mataku di sana bersama doa-doa"
Author: Dian Nafi
6. "Saat khotbah wukuf dan doa dibacakan, seluruh tubuhku bergetar. Setelah bersimbah air mata semalam, masih ditambah lagi dengan banjir air mata hari ini. Diri ini menjadi begitu kerdil dengan segala kelemahan dan kehinaan diri."
Author: Dian Nafi
7. "Dan menangis ada gunanya juga, ternyata. Menangis membuat tubuhmu sedikit lebih hangat hingga malam tidak perlu terasa terlalu dingin."
Author: Fauzan Mukrim
8. "Yang indah memang bisa menghibur selama-lamanya, membubuhkan luka selama-lamanya, meskipun puisi dan benda seni bisa lenyap. Ia seakan-akan roh yang hadir dan pergi ketika kata dilupakan dan benda jadi aus.Tapi apa arti roh tanpa tubuh yang buncah dan terbelah? Keindahan tak bisa jadi total. Ketika ia merangkum total, ia abstrak, dan manusia dan dunia tak akan saling menyapa lagi."
Author: Goenawan Mohamad
9. "Artinya kita selalu berada di tengah jembatan, bukan di ujung tujuan. Ilham kita bukan Tuhan yang segagah dalam lukisan Micheangelo, tapi tubuh yang terbungkuk kena dera yang pada saat yang genting ditinggalkan Bapanya, tanpa sebab, tanpa jawab. Tapi kita tahu, ia tak sendiri, kita tak sendiri."
Author: Goenawan Mohamad
10. "Kamu tidak akan pernah bisa mengerti seseorang sampai kamu bisa melihat sesuatu dari sudut pandangnya, merasuki tubuh dibalik kulitnya dan menjalani kehidupan dengan cara pandang nya"
Author: Harper Lee
11. "Ibuku menyodori pisau, "Potong jari kakimu. Kelak jika kau jadi ratu, kau tak akan terlalu banyak berjalan. Jadi kau tak membutuhkannya." Maka kuambil pisau itu dan kugigit bibirku saat aku berusaha memutuskan ibu jari kakiku. Kubuang bagian kecil tubuhku itu ke tempat sampah untuk menjadi santapan anjing. Kini kusadari, Nak, dunia ini memang penuh dengan sepatu kekecilan yang hanya menerima orang-orang termutilasi.(Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari)"
Author: Intan Paramaditha
12. "Mengapa bulan di jendela makin lama makin redup sinarnya?Karena kehabisan minyak dan energi.Mimpi semakin mahal,hari esok semakin tak terbeli.Di bawah jendela bocah itu sedang suntukbelajar matematika. Ia menangis tanpa suara:butiran bensin meleleh dari kelopak matanya.Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah.Ibunya terbaring sakit di rumah.Malu pada guru dan teman-temannya,coba ia serahkan tubuhnya ke tali gantungan.Dadah Ayah, dadah Ibu..Ibucinta terlonjak bangkit dari sakitnya.Diraihnya tubuh kecil itu dan didekapnya.Berilah kami rejeki pada hari inidan ampunilah kemiskinan kami."
Author: Joko Pinurbo
13. "Peluru, kamu panas, dan kamu membawa kematian, tetapi bukankah kamu abdiku yang setia? Tanah hitam, kamu akan menyelimutiku, tetapi bukankah aku menginjakmu dengan kudaku? Kamu, maut, kamu dingin, tetapi akulah tuanmu.Tanah akan mengambil tubuhku, langit akan mengambil jiwaku."
Author: Leo Tolstoy
14. "Orang sekarang ini makan dengan pikiran mereka, tidak dengan tubuh mereka"
Author: Masanobu Fukuoka
15. "Air sungai tetap murni karena dia bergerak. Bila terperangkap, air akan mati. Karena itu, air harus selalu beredar. Jadi, bila emosi Anda mengalir ke seluruh tubuh, Anda merasakan perasaan gembira dan Anda bergerak menuju sehat secara fisik.Bergerak, berubah, mengalir - inilah sebenarnya hidup."
Author: Masaru Emoto
16. "Pendidikan pada diri seorang anak sesungguhnya dimulai jauh sebelum anak tersebut memiliki tubuh dan kesadaran manusiawinya"
Author: Miranda Risang Ayu
17. "Tubuhku boleh menjadi debu, tapi aku akan tetap hidup"
Author: Miyamoto Musashi
18. "Jahil adalah penyakit kanser merbahaya yang menular dalam tubuh manusia. Bahayanya jahil ini boleh membawa syirik kepada Allah. Seperti mana penyakit kanser ada pencegahnya, begitu juga jahil ada pengubatnya. Pengubat bagi penyakit jahil adalah al-Quran dan as-Sunnah."
Author: Nik Abdul Aziz Nik Mat
19. "Ya, mata menilai kecantikan pada rupa. Akal menilai pada fikiran. Nafsu menilai pada bentuk tubuh. Tetapi hati tentulah pada akhlak dan budi."
Author: Pahrol Mohamad Juoi
20. "Mata menilai kecantikan pada rupa. Akal menilai pda fikiran. Nafus menilai pada bentuk tubuh. Tetapi hati tentulah menilai pada akhlak dan budi pekerti."
Author: Pahrol Mohamad Juoi
21. "Dia yang terlalu tinggi di atas singgasana tidak pernah melihat telapak kakinya. Dia tak pernah ingat, pada tubuhnya ada bagian yang bernama telapak kaki. Pendengarannya tidak untuk menangkap suara dewa, juga tidak suara segala yang di bawah telapak kaki. Ia hanya dengarkan diri sendiri. Suara murid Bapa ini takkan sampai kepadanya. Untuknya yang paling tepat hanya dijolok."
Author: Pramoedya Ananta Toer
22. "Kalau aku tak memiliki tubuh indah dan wajah cantik mungkin aku jadi sebagian dari mereka yang dibunuh pelan-pelan itu."
Author: Pramoedya Ananta Toer
23. "PERCAKAPAN DUA RANTINGkalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani munculkan diri, dan kau tinggal untuk menanti? cari. andai bumi sembunyi saat kau berlari? mimpi. lalu malam menyer-gapmu dalam pandang tiada tepi? hati.baik...aku tak lagi memberimu mungkin? kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari kalbumu? sampai. akankah kau patahkan tubuhmu hingga musim tiada berganti? mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari.juga kau benamkan yang lain dalam jurang di matamu? aku. katakan bahwa kau mene-rimamu seperti aku memberimu?...kau? ya. kau?...aku.Besancon, oktober sebelas 1997."
Author: Radhar Panca Dahana
24. "Tubuhmu adalah tubuhku. Aku milikmu. Kamu milikku. Tidak ada rahasia lagi. Tidak ada penghalang lagi. Sakitmu adalah sakitku . Tawamu, airmatamu, marahmu, semuanya adalah tanggung jawabku."
Author: Rangga Wirianto Putra
25. "Sakit, sesekali adalah anugerah. Terhenti dari aktivitas yang melelahkan, kesempatan mengistirahatkan pikiran dan tubuh, kesempatan memperbaiki hubungan buruk."
Author: Sinta Yudisia
26. "Demi hidup, segala upaya harus dilakukan. Termasuk menyiksa tubuh manusia."
Author: Soe Tjen Marching
27. "Dan aku terkadang lupa untuk pura-pura hidup. Tubuhku terdiam. Denyutku hilang. Aku tidak bergerak sama sekali. Tapi, setelah terdiam beberapa lama, si kembar mulai menusuk-nusuk tubuhku dengan jari mereka, mengingatkan aku untuk berpura-pura hidup lagi"
Author: Soe Tjen Marching
28. "Para pemeluk agama pasti marah jika tahu aku mengatakan hal itu, karena mereka hanya memeluk agama, cuma meluk jadi cenggur. beda dengan penyetubuh/pengencuk agama yang paham dengan agamanya hingga bisa klimaks dengan Tuhan. Met pacaran ma Tuhan Cuuk!!"
Author: Sujiwo Tejo
29. "Ibarat manusia tanpa keperibadian, universiti moden tidak mempunyai pusat yang sangat penting dan tetap, tidak ada prinsip-prinsip utama yang tetap, yang menjelaskan tujuan akhirnya. Ia tetap menganggap dirinya memikirkan hal-hal universal dan bahkan menyatakan memiliki fakulti dan jurusan sebagaimana layaknya tubuh suatu organ - tetapi ia tidak memiliki otak, jangan akal (intellect) dan jiwa, kecuali oleh dalam suatu fungsi pengurusan murni untuk pemeliharaan dan perkembangan jasmani. Perkembangannya tidak dibimbing oleh suatu prinsip yang akhir dan tujuan yang jelas, kecuali oleh prinsip nisbi yang mendorong mengejar ilmu tanpa henti dan tujuan yang jelas."
Author: Syed Muhammad Naquib Al Attas
30. "Maha Suci Engkau Ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha Suci Engkau yang telah menciptakan ada dan tiada. Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna. Tak ada milik dan pemilik selain Engkau. Tak ada punya dan mempunyai selain Engkau.Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Kau harus memasukkan bongkah yang disebut dengan "perasaan" itu pada mahkluk ciptaanMu? Perasaan kehilangan...perasaan memiliki...perasaan mencintai...Kami tak melihat, Kau berikan mata; kami tak mendengar, Kau berikan telinga; Kami tak bergerak, Kau berikan kaki. Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali, semua itu berguna! Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkhianat sejati dalam tubuh kami. Mengapa?"
Author: Tere Liye
31. "Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat, hebat sekali benda bernama perasaan itu, dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang"
Author: Tere Liye
32. "Kebahagiaan dan rasa sedih itu terkadang tidak ada bedanya. sama-sama membuat tidak bisa tidur. Hanya saja rasa bahagia tidak membuat tubuh melakukan gerakan resah atau helaan napas panjang. Rasa gembira hanya membuat sesak."
Author: Tere Liye

Tubuh Quotes Pictures

Quotes About Tubuh
Quotes About Tubuh
Quotes About Tubuh

Today's Quote

You know it's a dysfunctional family," said Riker, "when the one you like best is a mass murderer."
Author: Carol O'Connell

Famous Authors

Popular Topics