Top Suara Quotes

Browse top 37 famous quotes and sayings about Suara by most favorite authors.

Favorite Suara Quotes

1. "Lidah boleh dipercaya waktu merasa;wajar dicuriga sebaik bersuara."
Author: A. Samad Said
2. "Penindasan terjadi karena kelompok yang ditindas pasrah, rela ... mereka tidak bersuara. Mereka tidak berupaya untuk memperbaiki nasib mereka. Penguasa melakukan tirani karena rakyat bungkam, minder, lemah."
Author: Anand Krishna
3. "Orang yang cemburu sepertiku, jika bercermin membelah cermin. Jika Pemilu-menjual suara. Jika tak punya uang-jadi penipu. Jika punya uang-jadi rentenir. Jika menjadi supporter-menyalah-nyalahkan wasit. Jika mencintai-menyakiti. Jika menjadi politisi-korupsi."
Author: Andrea Hirata
4. "Tak tahu engkau di manaTapi, kulihat dirimu, antara bayang pohon willowKudengar suaramu, dalam riak Sungai DarrowDan kucium dirimu, dalam angin yang berhembus dari utara"
Author: Andrea Hirata
5. "Suara hati memang benar-benar tidak bisa dibohongi."
Author: Cindy Pricilla
6. "Dalam diammu, aku mendengar banyak suara,. Diammu berkata-kata"
Author: Dee
7. "Aku menyebut Thomas laki-laki selai kacang.""Bagaimana bisa?""Dia tidak suka stroberi. Dia suka selai kacang. Kamu tahu bagaimana pendapatku mengenai selai kacang?"Timur menggeleng."Huwek!" Aggi mengernyitkan kening dan mengerutkan ujung hidung. Lalu, dia merendahkan nada suara. "Et alors, les fraises est trop infantile! Je ne l'aime pas! [Jadi, stroberi itu terlalu kekanak-kanakan! Aku tidak suka!]"
Author: Desi Puspitasari
8. "Aggi mengambil gambar dari hidangan di atas meja; makaroni stroberi, segelas es teh, dan semangkuk buah stroberi segar. Kini dia mendongak. Beralih mencari subjek gambar yang lain. Saat cincin fokus diputar dan patahan gambar menjadi satu, Timur menoleh. Aggi tidak menurunkan kamera. Terus mengintip dari jendela bidik. Timur menggerakkan bibir. Berkata tanpa suara. "Je ... tu ... aime."
Author: Desi Puspitasari
9. "Suara hati adalah bisikan lembut Tuhan kepada manusia."
Author: Edward Young
10. "Tidak ada sesuatu yang lebih membosankan daripada suara kemakmuran. Desing membosankan suara penyejuk udara atau suara klik yang teredam dari sebuah keyboard tidak bisa mengalahkan suara teriakan para penjaja di pasar terbuka atau suara deru mesin jahit di pabrik. Bahkan lalu lintas negara Dunia Ketiga, dengan simfoni klakson dan lonceng yang berdentang, mengalahkan suara wah yang monoton di sebuah jalan bebas hambatan modern."
Author: Eric Weiner
11. "Belajarlah dalam kesabaran Ayubberjalanlah bersama keberanian Ibrahimbacalah semesta melalui kecerdasan Sulaimantaklukkan angkuh dunia dengan ketangguhan Musahimpunlah semua kebijaksanaan Yakubkatakanlah kebenaran semerdu suara Daudkasihilah sesama sepenuh cinta Isalalu masukilah kebeningan dirimubersama ketakwaan Muhammad"
Author: Fahd Djibran
12. "Suara, nyanyian, musik, gunung, pantai, langit, padang pasir, laut yang membuat mereka indah sesungguhnya hal yang tidak kelihatan. Matahari juga tak bisa ditatap langsung oleh mata, tetapi yang membuatnya indah bukan hal yang bisa ditatap langsung oleh mata kan? Selalu ada sesuatu. Sesuatu yang misterius tetapi sangat bermakna. Itulah yang harus kau temukan… Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam hati."
Author: Fahd Djibran
13. "Mendengar adalah bukan tentang menangkap suara-suara dengan telingamu, lebih dari itu, mendengar adalah menangkap sesuatu -di-balik-suara--sesuatu yang kadang-kadang tak bisa benar-benar ditangkap oleh mereka yang mampu mendengar suara-suara secara sempurna."
Author: Fahd Djibran
14. "Se të lumturuarit e të tjerëve ishte forcë levizëse e veprimeve praktike, ishte një si detyrë, njëlloj si detyra e mbjelljes së drurëve, ngaqë po çpyllëzohej Rusia. Se njeriu i lartësuar, i prirë nga ide të larta, ndonjëherë i anashkalon problemet e ditës, bëhet qesharak, tekanjoz, i ftohtë deri dhe budallapset nga teorizimet e lartësuara. Detyra e të marrurit me veprimtari praktike, synimi për të lumturuar qoftë edhe një njëri, do ta freskonte dhe përtërinte mirëbërësin."
Author: Fyodor Dostoyevsky
15. "Suara, bahkan risalah protes yang keras, seperti halnya sastra, tak pernah cukup kuat dan cukup padu untuk mengubah dunia. (h. 384)"
Author: Goenawan Mohamad
16. "Panggilan 'ayah' dari anak-anak, ketika si buruh pulang dari pekerjaannya, adalah ubat duka dari dampratan majikan di kantor. Suara 'ayah' dari anak-anak yang berdiri di pintu, itulah yang menyebabkan telinga menjadi tebal, walaupun gaji kecil. Suara 'ayah' dari anak-anak, itulah urat tunggang dan pucuk bulat bagi peripenghidupan manusia."
Author: Hamka
17. "Saatnya angin berbau asin datang dari laut.Hari ini, aku akan bermain gekkin untukmu.Suara denting senar melebur bersama udara, meresap dalam panca indera.Terlihat seperti wewangian apakah nada-nada ini...Dengan terlahirnya lagu ini, keberadaanmu mendapatkan makna baru.Kalau bersedia, bernyanyilah bersamaku. Masih ada waktu sebelum gelap.Waktu yang paling indah."
Author: Hitoshi Ashinano
18. "Bahkan terkadang kita rela mengorbankan suara hati kita demi meraih persetujuan orang lain"
Author: Irfan AmaLee
19. "Jika para pemberi suara tidak tahu alat terpenting yang dimanfaatkan pemimpin mereka, bisakah bangsa tersebut mengklaim sebagai bangsa yang demokratis?"
Author: John Perkins
20. "Sesudah itu semuanya reda.Musim mengendap di kaca jendela.Tinggal ranting dan dedaunan keringberserakan di atas ranjang. Hening.Waktu itu tengah malam. Kau menangis.Tapi ranjang mendengarkan suaramu sebagai nyanyian. (Tengah Malam, 1989)"
Author: Joko Pinurbo
21. "Selamat datang. Saya sudah menyiapkan semua yang akan Saudara rampas dan musnahkan: kata-kata, suara-suara, atau apa saja yang Saudara takuti tapi sebenarnya tidak saya miliki"
Author: Joko Pinurbo
22. "Mengapa bulan di jendela makin lama makin redup sinarnya?Karena kehabisan minyak dan energi.Mimpi semakin mahal,hari esok semakin tak terbeli.Di bawah jendela bocah itu sedang suntukbelajar matematika. Ia menangis tanpa suara:butiran bensin meleleh dari kelopak matanya.Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah.Ibunya terbaring sakit di rumah.Malu pada guru dan teman-temannya,coba ia serahkan tubuhnya ke tali gantungan.Dadah Ayah, dadah Ibu..Ibucinta terlonjak bangkit dari sakitnya.Diraihnya tubuh kecil itu dan didekapnya.Berilah kami rejeki pada hari inidan ampunilah kemiskinan kami."
Author: Joko Pinurbo
23. "Aku sedang mendengarkan hujan... Kedengarannya seperti langkah kaki, dan... terdengar seperti jerami yang sedang dijalin menjadi tali...Entah mengapa, untuk suatu alasan suara hujan hari ini begitu mengusik..."
Author: Kim Dong Hwa
24. "Apa yang harus kuseru jika lidah tertikam sepi yang enggan beranjak, kecuali mengadu pada lamunan "nadaku sumbang, suaraku pincang. Ini bukan lagu yang kumau."
Author: Lan Fang
25. "Setidaknya saya tidak bersuara di tempat yang tidak semestinya."
Author: Layla R. Aprilyani
26. "Ini cuma sebuah laku bacalah, bukan bacakanlah. Bacalah adalah serupa bisikan, serupa gerimis hujan, desir angin, desir lokan, atau gemerisik dedaunan. Bacakanlah bagai teriakan, berpengeras suara bergema kemana-mana. Sebab bisikan lebih menggoda lebih menjamah lebih menggugah daripada teriakan. Sebab bisikan selalu jatuh lembut di telinga, tak seperti teriak yang menghantam pekak.Hanya membaca. Sebuah laku pribadi, hening sendiri, hanya dalam hati, sunyi tanpa bunyi. Ketika hanya ada satu benak yang menari dengan benak lain (malaikat jatuh, malaikat patuh, betapa tipisnya, keduanya hanya membuat manusia teramat manusia). Aku tak peduli, benak mana yang akan berbisik. Aku tak peduli, ada atau tiada makna, terserah saja."
Author: Nukila Amal
27. "Dahulu dia selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan, teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam- tak ada kuping sudi suaranya."
Author: Pramoedya Ananta Toer
28. "Dia yang terlalu tinggi di atas singgasana tidak pernah melihat telapak kakinya. Dia tak pernah ingat, pada tubuhnya ada bagian yang bernama telapak kaki. Pendengarannya tidak untuk menangkap suara dewa, juga tidak suara segala yang di bawah telapak kaki. Ia hanya dengarkan diri sendiri. Suara murid Bapa ini takkan sampai kepadanya. Untuknya yang paling tepat hanya dijolok."
Author: Pramoedya Ananta Toer
29. "Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)"
Author: Pramoedya Ananta Toer
30. "Octavian menjerit-jerit dengan suara melengking—mungkin memerintakan Kohort I agar bertahan dengan gagah, mungkin sedang mencoba menyanyi sopran—tapi Percy menghentikannya."
Author: Rick Riordan
31. "Apa yang kau tangkap dari suara hujanDari daun-daun bugenvil yang teratur mengetuk jendel.Apakah yang kau tangkap dari bau tanahDari ricik air yang turun di selokan"
Author: Sapardi Djoko Damono
32. "Setiap pagi, Mama merengkuhnya sambil berbisik di telinga: "Hiduplah Sara. Jangan menyerah" seolah ia tidak saja sedang menyalurkan suaranya pada telinga itu, tapi juga jiwanya. Ia menjadi litani yang berulang tanpa hentiHiduplah, Sara. Hiduplah...Namun suara-suara lain yang hidup. Kokok ayam, adzan menggelegar, disusul dengan gesekan sepatu di aspal, motor dan klaksin yang bertambah keras menggantikan litani yang makin sayup dan kemudian lenyap."
Author: Soe Tjen Marching
33. "Dia membayangkan dirinya dipintal oleh 'Sang Waktu, Pemintal paling hebat dan paling lama dari semuanya', tapi mengakui bahwa,'tempat pemintalannya adalah tempat rahasia, pekerjaannya tak bersuara dan Tangan-Tangan Sang Waktu diredam."
Author: Susan Hubbard
34. "Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi"
Author: Tan Malaka
35. "Nabi Muhammad SAW dipersetujui sebulat suara oleh semua umat Islam sebagai al-nabi al-ummi, nabi yang buta huruf. Namun demikian, sunnahnya lengkap dengan aphorisme dan tindakan-tindakan yang menguatkan konsep ilmu dalam al-Quran dan menjadi pencetus dan kuasa pendorong bagi pembangunan intelektual dan tamadun masa depan dalam Islam."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
36. "Bagi yang sayang dan menyokong, sumbangan biasa dan sederhana tokoh tersebut akan ditiup ke langit; kelemahan sebesar gunung akan cuba ditutup walau dengan sehelai benang. Bagi yang benci dan menentang tokoh berkenaan pula, sumbangan sebesar gunung akan cuba ditutup, dan kekurangannya - sebagai manusia biasa - akan diperbesarkan; kedua-dua kejahatan ini biasanya dilaksanakan dengan meniup kepolan asap-asap fitnah tentang diri dan keluarga tokoh berkenaan, dan dengan memberikan tempat kepada suara-suara yang berlawanan dengan suara tokoh tersebut."
Author: Wan Mohd Nor Wan Daud
37. "Suara-suara itu tak bisa dipenjarakandi sana bersemayam kemerdekaanapabila engkau memaksa diamaku siapkan untukmu: pemberontakan!"
Author: Wiji Thukul

Suara Quotes Pictures

Quotes About Suara
Quotes About Suara
Quotes About Suara

Today's Quote

You have it or you don't... I think I have it."
Author: Chris Moneymaker

Famous Authors

Popular Topics